
"Malam ini,aku akan memberitahukan kepada Diky,kalau Phoenix adalah putrinya.
"Terima kasih,ya Allah?"Kau masih memberikan aku kesempatan untuk membahagiakan putriku.
"Maafkan ibu,nak?"yang selalu merahasiakan keberadaan ayahmu.
"Semoga dengan pertemuan ini,hubungan kalian semakin dekat.
"Sean,Phoenix akan menemui ayahnya?
"Tunggu,aku sayang.
**//**//**//**//**//**//**//**//**
"Ting
**Uncle David,malam ini Phoenix bertemu dengan ayah**
"Ting
[]Benarkah,Phoenix Bahagia
"Ting
**Iya,sangat bahagia?"Dah, uncle.
**Phoenix sudah ditunggu.
"Ting
[]Semoga sukses
"Ting
**Terima kasih Uncle David yang ganteng, Phoenix menyukaimu.
"Lo, ngapain senyam-senyum?"habis dapat lotre,tanya Romy kepada David yang lagi asyik bermain dengan ponselnya.
"Jangan suka marah-marah,nanti Lo cepat tua?
"Sebaiknya malam ini kita keluar cari makanan,siapa tahu ketemu perempuan cantik.
"Lo habis chatting dengan siapa?"tanya Romy.
"Apakah dengan seorang perempuan?
"Maksud,lo apa Rom?"tanya David.
"Alhamdulillah David masih normal.
"Ayolah,kita keluar aku sangat lapar.
"David dan Romy akhirnya keluar dari hotel untuk mencari restoran,karena mereka lagi bosan dengan makanan hotel.
"Tunggu aku mau menulis pesan kepada Phoenix,aku takut dia mencariku.
"Sudah..
"Ayo kita pergi.
**//**//**//**//**//**//**
__ADS_1
"Susi sedang menemani Sania diclub malam.
"Susi melihat ada kesedihan dimata bosnya.
"Ada bekas-bekas linangan airmata dipipinya yang putih mulus bak kapas.
"Aku hanya mencium bau alkohol dimulut mbak Sania,tetapi dia tidak mabuk masih bisa berbicara normal.
"Sudah cukup,mari kita keluar.
"Sania membayar minumannya dan membeli sebungkus rokok,lalu keluar di ikuti Susi.
"Susi baru kali ini melihat Sania meroko, setahunya Sania tidak suka mencium baunya yang menyengat.
"Drrret...drrrrt....
"Halo.....
"Tarik semua saham kita diperusahaan yang telah ku kirimkan filenya dan putuskan kontrak kerjasama kita,bayar ganti ruginya.
"Mereka harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan,berani bermain-main denganku.
"Tega kau melukai perasaanku meragukan darah dagingmu sendiri.
"Saat kau mau meminta maaf,aku sudah pergi Selamat merasakan penderitaan.
"Kau dan ayah akan merasakan itu.
"Batin Sania,disertai linangan airmata yang mengalir dipipinya.
"Susi tidak berani bertanya,hanya diam memperhatikannya.
"Silahkan masuk,tuan?
"Ibu Sania,sudah menunggu kedatangan anda.
"Duduklah..
"Ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan padamu.
"Aku sengaja merahasiakan pertemuan kita ini dari keluarga,agar tidak terjadi salah paham,ucap Sania dengan menundukkan pandangannya.
"Mengapa sekarang aku menjadi orang penting untukmu.
"Kemana kau selama ini?"aku mencarimu,Sania.
"Apakah kau tidak memikirkan perasaanku? "ujar Diky.
"Aku menghindar darimu,karena takut kau akan menderita hidup dengan perempuan yang tidak pernah diakui oleh ayahnya.
"Bukankah orangtuamu tidak menyukaiku, maka dari itu aku pergi darimu.
"Apakah kau masih dendam padaku?"tanya Sania kepada Diky.
"Tidak!"untuk apa?
"Aku meminta kau datang disini bukan untuk berdebat tentang masa lalu kita.
"Tetapi aku ingin mempertemukan putriku dengan ayahnya.
"Setelah malam itu,aku memutuskan tidak lagi tinggal dikota yang sama denganmu.
__ADS_1
"Aku takut kau mencariku dan meninggalkan orangtuamu,aku tidak mau jadi penyebab putusnya hubungan anak dan orangtua.
"Aku tidak mengetahui,kalau aku sedang mengandung.
"Aku pikir sakit yang ku rasakan berminggu-minggu,bawaan karena aku kecapekan kerja, ternyata aku salah.
"Aku sedang mengandung anakmu.
"Aku bahagia walaupun jauh darimu,karena aku sudah berjanji tidak akan mengganggu kehidupanmu,ucap Sania gugup.
"Langsung saja pada intinya Sania,jangan terlalu banyak drama,ucap Diky dengan nada ketus.
"Baiklah...
"Phoenix adalah putrimu,aku akan memanggilnya untuk masuk,ucap Sania dengan senyum sumringah.
"Tunggu....
"Sania....
"Apakah anak itu benar-benar putriku?
"Jangan-jangan dia anak dari banyak laki-laki.
"Aku ingin tes DNA untuk membuktikan Dia putriku atau bukan.
"Sania meremas gaun yang dipakainya sehingga urat-urat tangannya memutih menahan rasa sedih dan terluka.
"Pelupuk mata Sania terasa hangat,air mata keluar tanpa permisi.
"Aku pikir kau pria yang berbeda,ternyata Kau sama dengan ayahku.
"Luka yang dulu sudah mulai sembuh dengan cinta suamiku,kini kau robek lagi lebih dalam dan sangat dalam.
"Aku akan katakan kepadamu saat ini, tuan Diky Hendrawan.
"Saat kau menyadari kesalahan atas ucapanmu,tidak ada lagi kata maaf untukmu dariku dan juga putriku.
"Ucap Sania dengan wajah memerah.
"Terserah kau saja,aku tidak perduli dan satu hal lagi,aku tidak mengakui Kalau Phoenix adalah putriku.
"Dunia Sania rasanya runtuh,mendengar ucapan Diky yang bagaikan kutukan untuk putrinya.
"Sean...
"Aku hancur...
"Aku ingin ikut denganmu....
"Mengapa kau meninggalkanku secepat ini?
"Tubuh Sania merosot kebawah dan terduduk dilantai.
"Phoenix....
"Maafkan ibu, sayang...
"Hukumlah ibumu ini...
"Hukumlah ibu ini,yang membuatmu menderita.
__ADS_1