
"Sania terdiam,saat ini yang ada didalam pikirannya adalah Phoenix.
"Cita-citanya ingin hidup berdua dengan putrinya,hanya tinggal angan-angan.
"Sania tidak tahu hukuman apa yang diterimanya nanti.
"Niatnya hanya ingin berpamitan,berubah menjadi bencana.
"Sania hanya menyesali,dan dia tidak percaya akan kembali bertemu dengan David.
"Hah..!"Sania hanya mampu menghela nafas, karena menyesali kebodohannya.
"Aku pikir ketergantunganku pada Alkohol sudah hilang,mengapa aku tidak menyadarinya.
**//**//**//**//**//**//**
"Setelah,mendapatkan kabar bahwa Sania telah masuk kedalam sel tahanan.
"Alan langsung memerintahkan kepada orang kepercayaannya untuk menyelidiki tempat kejadiaan dan harus mendapatkan bukti yang dapat meringankan hukuman Sania.
"Sania..
"Bagaimana dengan keadaanmu?"tanya Alan melihat wajah Sania yang sangat pucat, berarti Sania tidak meminum obatnya.
"Bagaimana dengan keadaan David Alan,aku takut ia akan meninggal?"tanya Sania sangat khawatir.
"Dia tidak masuk dalam konfirasi atas kematian Sean.
"Tapi,malam itu aku melihat mereka semua.
"Apakah tingkat depresi ku masih meningkat dan tidak berkurang,Alan.
"Sania,kau saat ini belum sepenuhnya sembuh,jika Kau tidak teratur meminum obatmu,darah segar akan keluar dari hidung dan mulutmu.
"Sania...
"Maafkan aku Alan,aku ingin Sean?
"Hanya dia yang mengerti siapa aku,Alan.
"Sania....
__ADS_1
"Teriak Alan,Sean sudah tiada...sudah tiada.
"Alan menangkup wajah Sania dan melihat tatapan matanya yang kosong,tanpa adanya binar kehidupan.
"Dimana perempuan itu,tidak tahu diri?
"Dasar perempuan murahan,gara-gara dirimu putraku masih tidak sadarkan diri.
"Kau tidak pantas mendapatkan cinta putraku.
"Mengapa kau membuat putraku tergila-gila denganmu,ia tega memutuskan tali pertunangannya hanya karena demi dirimu.
"Maaf,nyonya?"saya sudah memperingatkan David untuk tidak mencintai,saya datang kesini bukan ingin bertemu dengan David.
"Bohong...
"Teriak mamanya David.
"Itu terserah,nyonya mau percaya atau tidak, jawab Sania.
"Anda boleh menuntut asalkan punya bukti yang kuat.
"Alan....
"Aku hanya meminta usahakan agar aku tidak masuk kedalam penjara,karena Phoenix masih membutuhkanku.
"Walaupun jauh aku tetap bisa memantau perkembangan Phoenix,ucapku kepada Alan.
"Aku mohon Jadikan aku tahanan kota, dan kau juga harus mengawasi,jangan sampai pria itu meninggal dunia.
"Baiklah,akan aku usahakan,ucap Alan berlalu meninggalkan Sania.
**//**//**//**//**//**
"Karena peristiwa itu,akhirnya aku harus menjalankan wajib militer,secara rahasia.
"Berat dan sangat berat,karena semua identitasku harus diubah.
"Berpindah-pindah dari kota yang satu kekota yang lainnya.
"Saat rasa putus tengah menghampiriku, keluarga Pak Aris memberikan aku sedikit cahaya.
__ADS_1
"Menjadikan aku bagian dari keluarganya, Putri tertua didalam keluarga kecilnya.
**//**/COME BACK/**//**//**
"Pak..!
"Mbak Sania sudah sadar?"Kalista dan Rahayu tersenyum melihat Sania membuka matanya.
"Mengapa mbak ada disofa?"bukankah,mbak tadi tidur dikamar.
"Ucap Sania karena kepalanya terasa sangat berat.
"Mbak,berlari dari kamar sampai keruang tamu,memanggil-manggil nama Sean,setelah Itu mbak pingsan.
"Cerita Ayu,kepada Sania.
"Benarkah,mbak seperti itu?"tanya Sania.
"Saat ini sedang menendam kerinduan terhadap Sean.
"Iya,mbak!"kami semua panik.
"Sania menitikkan airmata,karena kali ini ia benar-benar sangat merindukan Sean.
"Saat ini,mbak sangat merindukannya?
"Kali,benar-benar sangat rindu,Ta?
"Hikkss...hikkss.....hikkss....
"Sania menangis terisak-isak dengan menekuk kedua kakinya.
"Sania meletakkan kepalanya diatas lutut sebagai tumpuan.
"Pak Aris mengelus-elus kepala Sania.
"Tumpahkan rasa rindu dan sedihmu kepada kami,ungkapan rasa rindumu kepada dia diantara para bintang.
"Teruskanlah sampai kau merasa lelah dan tidurlah,kami akan menemanimu disini.
"Mereka tertidur bersama diruang keluarga, menjaga putri mereka yang sedang bersedih.
__ADS_1