PAHIT

PAHIT
BAB 16


__ADS_3

Berat rasanya kaki ini untuk melangkah. Melihat rumah yang dulu pernah menjadi tempat berlindungnya.


Mau tidak mau, suka dan tidak suka, ia harus mencari kebenaran tentang ibu kandungnya.


Dengan hati yang dilanda kegundahan Sania mendekati pagar dimana terdapat pos para security berjaga.Rasanya inginku akhiri semuanya.


"Selamat pagi, pak?", ucap Sania.


"Pagi,bu?. Ada yang bisa saya bantu", tanya salah satu satpm.


"Saya mau bertemu dengan Pak Surya Atma Wijaya. Beliau ada?", tanya Sania dengan merendahkan hati.


"Apakah ibu sudah buat janji dengan pak Surya?", tanya satpam pada Sania.


"Bisakah kalian memberitahukan kepada pak Surya.Kalau ada tamu yang ingin bertemu, katakan saja dari nona Sania", ucap Sania yang masih setia berdiri disisi pagar.


Belum sempat satpam menyampaikan pesan Sania, tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pria yang keluar dengan menempelkan ponsel ditelinganya.


"Maaf, den Fajar. Ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan pak Surya", ucap satpam.


Fajar melihat dari kejauhan, ada seorang wanita yang berdiri disamping mobil berwarna merah.


"Persilahkan saja ia masuk", ujar Fajar tak ambil pusing.


Satpam memberikan kode untuk seger membuka pagar dan mempersilahkan mobil Sania untuk masuk.


Sania memakirkan mobilnya, lalu turun dari mobilnya. Melangkah masuk dengan pintu yang sengaja dibuka lebar.

__ADS_1


Fajar sangat terkejut melihat kedatangan Sania yang tak terduga. Timbul niat jahat untuk mengerjai Sania.


"Akhirnyanya lo pulang juga. Jadi,anak jangan suka membantah orangtua", ucap Fajar.


"Tak pernah berubah. Waktu tak membuatmu sadar, selalu berbuat hal yang tidak terpuji.


Aku tidak ingin berbicara denganmu,karena kalau berbicara denganmu,membuat aku kehilangan energi postifi", balas Sania dengan elegan.


"Bisakah aku bertemu dengan pak Surya Atma Wijaya. Ada sesuatu yang penting yang harus kami bicarakan", pinta Sania dengan sopan.


Sania mengitari melihat sekeliling rumah yang ternyata tidak berubah.


Semua yang sedang menikmati sarapan pagi,sedikit terusik mendengar keributan kecil diruang tamu.


"Bi Inah", panggil pak Surya.


"Lihat siapa yang datang", perintah pak Surya.


"Bi Inah menutup mulutnya karena kaget dan juga haru melihat tamu yang sedang berdiri.


"Non Sania.


Ya,Allah. Non Sania pergi kemana?", tanya Bi Inah yang menangkup kedua pipi Sania dengan kedua tangannya.


Sania dan Bi Inah saling berpelukan. Melepaskan rindu setelah sekian lama berpisah.


Melihat Bi Inah tak kunjung datang. Pak Surya keluar untuk melihat apa yang terjadi. Ia sangat kaget melihat kedatangan Sania, begitu juga yang lainnya.

__ADS_1


"Sania....?", ucap pak Surya lirih dan nyaris tanpa suara.


semua berdiri kaget melihat kedatangan Sania. Termasuk ketiga saudara perempuannya Sania.


Bi Inah mengurai pelukannya setelah melihat kedatangan tuannya.


"Mau apa kau datang kemari?", tanya Pak Surya tanpa mempersilahkan Sania untuk duduk.


Sania tahu Surya Atma Wijaya tak akan iba kepada siapa pun yang berani melawan perintah, termasuk anak sendiri.


" Saya hanya ingin meminta penjelasan dari anda tentang ibu kandung saya. Bukan untuk membuka luka lama, tapi saya ingin tahu tentang sosok ibu kandung saya", ujar Sania untuk menjelaskan maksud kedatanganny.


"Apakah itu sangat penting bagimu?", tanya pak Surya.


"Saya hanya butuh penjelasan, karena beberapa yang mengenali ibu dan menceritakan siapa ibu yang sesungguhnya.


Dan saya juga butuh penjelasan dari anda sebagai seseorang yang pernah dengan ibu saya", tekan Sania.


Ada gurat kekecewan dari Surya ketika putrinya tak memanggilnya ayah.


"Perusahaan Bistic Company itu perusahaan orangtua dari ibumu.


Tito Widyanto adalah nama kakekmu", ucap Surya.


"Terima kasih atas informasinya. Saya pamit. Maaf telah mengganggu hari libur anda pak Surya.


Sania membalikkan tubuhnya menuju pintu keluar dan tidak mau lagi melihat kebelakang.

__ADS_1


Sampai dimobil Sania menengadahkan kepalanya untuk menahan airmata agar tidak jatuh.


Memukul dadanya untuk mengurangi sesak didadanya.


__ADS_2