PAHIT

PAHIT
BAB 26


__ADS_3

Aku tak menduga pertemuanku dengan Sean mengubah jalan hidupku. Duniaku tak lagi sepi, Sean seperti mentari dan bulan menghiasi siang dan malamku.


Sean merasa hidupnya lebih berwarna setelah bertemu dengan Sania. Dilayani, diperhatikan, dicintai dan disayang.


Sania tidak bosan melayani kebutuhan penuh keikhlasan dan tidak ada keterpaksaan.


Seperti pagi ini. Sania membangunnya dengan memberikan sentuhan manis dibibirnya.


Bukan hanya sentuhan tapi aktivitas panas yang menghasilkan keringat dan bertukar silva. Setiap hari ada saja yang berbeda dari Sania dalam melayaninya.


"Bangun, sayang. Katanya ada metting pagi ini dan tidak mau kesiangan", ucap Sania dengan menghujani Sean dengan kecupan dibibir Sean berulang-ulang.


Sean menggeliat kecil dan membalas kecupan dibibir Sania yang tanpa lipstik.


Sania duduk diatas perut Sean yang dihiasi roti sebok yang menggoda kaum hawa untuk menyentuhnya.


"Honey.... Erang Sean disaat ia merasakan kedutan milikinya.


Sania tersenyum dan melepaskan kain segi tiga yang menutup aset pribadinya.


Sleepp


Sania memejamkan matanya menikmati miliki Sean yang penuh sampai menyentuh dinding rahimnya.


"Kita olahraga dulu,sayang" Sania menggerakan pinggulnya, Sean membiarkan Sania yang memimpin kegiatan pagi diranjang panas mereka.


Sean melahap sarapan pagi dengan makanan berat setelah akivitas panas sebagai pembukaan.


"Hi, honey do you want a vacation?", tanya Sean ditengah aktivitas sarapan pagi keduanya.


Sania menatap Sean bingung. Apakah itu penting? tanyanya dalam hati.


Sean memperhatikan Sania yang hanya diam menatap dirinya.


"Where is the vacation?", tanya Sania asal. Karena baginya dirumah juga lebih menyenangkan.


"You just choose honey, the place where you like" Sean ingin mengetahui selera Sania.


Sania tipe orang yang jarang menyukai berpergian jauh dengan memakan waktu yang lama, membuatnya bingung mau liburan kemana?.


"Do you want it?, Kita pergi setelah pemotretan,untuk sebuah majalah selesai", Sean menunggu pendapat Sania.


"Kau saja yang pilih, aku bingung mau liburan kemana?. Jangan minta pendapatku. Aku ikut kemana saja kau membawaku,Sean".


" What...!!" Sean hampir tidak percaya dengan pendengarnnya. Biasanya peremuan sangat menyukai liburan, Sania kebalikannya. Sebenarnya wanita seperti apa yang ia nikahi.


PARIS


Sania terperangah mendengar kata Paris sebagai tempat berliburnya. Ia terdiam cukup lama untuk berpikir.

__ADS_1


"It doesn't matter it I go with you, as long as it's with you" ucap Sania sebagai persetujuan.


Sean sangat kagum dengan Sania. Sikapnya yang cuek dan apa adanya membuat cintanya bertambah dalam kepada wanita satu anak ini.


Sania heran melihat tatapan Sean hari ini.


"Why are you staring at me?",tanya Sania kepada Sean.


Sean menarik tubuhnya Sania kedalam pelukkannya.


"The more kissed your lips,the more delicious.


Dan aku lebih menyukai sarapan pembukaan pagi tadi.


Thanks you for being in my life,Sania", ucap Sean yang masih setia merengkuh pinggang ramping Sania.


Sania mengembangkan senyumnya,wajahnya terasa merah karena bahagia mendengar pujian Sean.


Pelayanannya sebagai istri tidak mengecewakan Sean.


Mereka akan berhenti, setelah para pelayan datang. Sania melambaikan tangannya kepada Sean sampai mobilnya menghilang dari pandangan.


Sampainya dikantor ia sudah disambut seketarisnya dengan sapan pagi hari.


"Good morning,sir?".


Siska membuka buku agenda kegiatan Sean hari ini.


"Today's schedule,presides over a directors meeting at 10:00. After that, at 13:00. The studio saw a photoshoot for the cover of the magazine", Siska membacakan jadwal yang diminta Sean.


"Okay,thank you".


Siska kagum melihat Sean,sayang sudah punya kekasih,ia hanya bisa bergumam dalam hati.


Karena masih ada banyak waktu,Sean memeriksa semua laporan perusahaan.


Tepat Pukul 10:00 Sean menemui para dereksi perusahaan. Mereka merasa sangat kagum kepada Sean,yang mampu meningkatkan pendapatan perusahaan.


Setelah selesai memimpin rapat, Sean menuju tempat studio, untuk melihat pemotretan.


Saat Sean datang, sang fotografer merapikan peralatan.


"What happened,why hasn't it started yet? "tanya Sean kepada tim fotografer.


"The model suddenly canceled the photoshoot", ujar sang fotografer memberikan penjelasan.


Sean tidak percaya apa yang didengarnya.


"How could this happen?",teriak Sean geram.

__ADS_1


Semua kaget,karena baru kali ini mereka melihat Sean sangat marah, sehingga wajah tampannya memerah.


"The shooting should not be stopped, I will be the model.


Semua kaget mendengarnya, apakah mereka tidak salah dengar. Sean keluar menghubungi seseorang.


"Hello honey,can you come to the office?", menunggu jawaban dari Sania.


Sania menjadi khawatir,apakah terjadi sesuatu dikantornya.


"What happened,honey there?",tanya Sania kepada Sean.


"Just come here, I'll tell you later?",ucap Sean.


"Alright,I'm coming",Sania berdandan seadanya, membawa mobilnya menuju,kantornya Sean.


Sean sudah memberikan arah kepada Sania untuk langsung menuju kestudio.


Semua kaget melihat kedatangan Sania melewati beberapa karyawan. Melihat kedatangan Sania, Sean langsung memeluk dan mencium kedua pipi dan bibir Sania.


"Thank you very much, dear?". Sania kaget melihat banyak orang yang berada dalam studio.


"We immediately take a photoshoot". Ucap pimpinan fotografer.


Sania tidak mengerti,hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh Sean.


"The company will have problems, if this photoshoot is canceled.Please help me,honey?".


Sania melihat kekhawatiran dimata Sean dan akan membantu demi perkembangan perushaan.


"Okay, honey I want for you". Ucap Sania yang membuat Sean tersenyum lepas.


Sania dan Sean sudah berganti pakaian, semua terpanah melihat mereka, yang sangat serasi.


Lekukan tubuh Sania terlihat begitu indah dan Sean terlihat sangat gagah.


"Pasangan yang sangat serasi",ucap sang fotografer setelah pemotretan selesai.


"Hi, dear you owe me an explanation?" ucap Sania sambil menunggu wajahnya dibersihkan oleh tim penata rias


"OK, baby I know", Sean, mencium hangat bibir Sania dihadapan semua orang.


Sania melototkan matanya karena malu Sean dengan tidak tahu malunya mencium bibirnya dihadapan banyak orang yang ada di dalam studio.


"It's late, we go home", bisik Sean ditelinga Sania.


"Siska you may go home,thank you", Siska hanya mengganggukan kepala kaget melihat perubahan sikap Sean yang membuatnya tak percaya.


Sean dan Sania berlalu pergi meninggalkan Siska yang masih kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2