
Acara Ny.Alenta sukses besar,mereka menyukai model berlian yang dibuatnya.
Yang menjadi pusat perhatian pengunjung adalah model wanitanya.
Ada kemiripan wajah antara Ny.Alenta dengan model tersebut. Walaupun ada perbedaan warna mata dan bentuk tubuh keduanya.
Ny. Alenta mewarisi tinggi wanita luar pada umumnya dan sang model mewaris wanita asia yang tingginya cukup profesional.
Tetapi kalau keduanya saling berdegatan, kemiripannya sangat jelas.
Itulah yang menjadi kekaguman para pengunjung saat melihat model yang menjadi ikon dalam pameran tersebut, seperti model profesional.
Ny. Alenta bukannya tahu. Pertama melihat Sania, ia seperti melihat putrinya yang hilang.
Ia sudah memerintahkan orang-orang kepercayaan untuk mencari masa lalu Sania.
Setelah selesai acara mereka berkumpul diruang keluarga.Sean dan Sania tidak diperkenankan untuk menyentuh minuman beralkohol dan bersoda.
Gwen yang mengatur menu sehat keduanya. Membuat Sean mengrutu tidak suka, sehingga mendapatkan pelototan dari Sania.
Ny. Alenta,ingin mengumumkan kepada semua orang bahwa Sania adalah istrinya Sean. Anggota baru keluarga Agresia,tetapi Sania menolak hak istimewa itu.
Semua anggota keluarga tidak percaya, mendengar keputusan Sania. Sean hanya tersenyum mendengarnya.
"Why do you refuse to be a member of the Agresia family,Sania?",tanya Ny.Alenta penasaran.
"I love Sean and his family not because of what Sean has, I just want to be a wife".
Sania hanya ingin menjadi seorang istri, bukan apa yang dimiliki Sean saat ini.
"I don't see what Sean has right now, because I want to live happily".
Sania menitikkan airmata betapa bahagianya ia saat ini. Hanya Sean yang mampu mencairkan kebekuan hatinya.
"Thank you very much for accepting me to be a part of your family", ucap Sania yang sudah tidak bisa membendung airmatanya lagi, karena bertemu dengan orang-orang yang menyayanginya.
"People don't know me and Sean are married, including company employees, "Sania tersenyum dengan mencium bibir Sean.
"Really, so you married betel?",tanya Scot karena tidak percaya.
"Yes, I'm not lying,why?",tanya Sania bingung melihat sikap Scot,seperti tidak percaya kalau aku dan Sean hanya menikah sirih.
"Sean...!!!".
__ADS_1
Sania menatap Sean dengan memasang wajah cemberut.
"What is wrong?",tanya Sean pura-pura tidak tahu.
"Scot,do not believe that we are married?",jari Sania menunjuk kearah Scot.
"Leave it alone, later tried yourself", sahut Sean tanpa beban.
Gwen tidak menyangka kalau Sania tidak tergiur dengan apa yang dimiliki Sean saat ini.
"Sekarang aku rela melepaskanmu menjadi milik orang lain,Sean?",gumam Gwen dalam hati.
Ny. Alenta memuji sikap Sania yang sangat sederhana dan sopan,didalam hatinya yang dalam.
Karena sudah larut malam,mereka masuk kekamar masing-masing.
Dikamar Sean da Sania memulai aktifitas malam mereka.
"Sean, udaranya dingin?",ujar Sania.
"Kemari aku hangatkan",sahut Sean.
Sean semakin nakal ia meninggalkan jejak kepemilikan pada leher Sania. Sean menghisap dua gundukkan besar, seperti bayi yang sedang menyusui.
Sania berteriak karena merasakan kenikmatannya, Sean mengelus paha Sania dan menemukan gua kecil yang mengeluarkan sedikit cairan.
Sean membuka lebar kedua paha Sania dan memasukkan jagoan kecilnya yang mulai mengeras.
Sean merasa milik Sania kembali sempit. Kali ini Sean mendorong jagoannya,agak sedikit keras.
Sean kembali melihat ada darah yang keluar tetapi Sania minta dilanjutkan. Sehingga Sean terus menghentakkannya hingga menyampai klimaksnya.
"Thank you, Sean this is amazing.Apakah dirimu tidak merasakan Sakit?",tanya Sean.
"Sangat, tapi aku menikmatinya,Sean", ucap Sania.
Aku sangat panik,karena kembali mengeluarkan darah. Kita harus memeriksanya nanti",ucap Sean mengelus punggung mulus Sania.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Hihi.. hihik... wueher..."
Sania mendengar suara kuda meringkik.
__ADS_1
Sania tersenyum melihat Sean masih tertidur nyenyak.
"Aku sangat mencintamu,sangat dan sangat", gumam Sania dalam hati saat melihat wajah damai Sean sewaktu tidur.
Kembali Sania mendengarkan suara ringkikkan kuda.
"Hihi.. hihik.... wueher....."
Akhirnya Sania keluar dari kamar menuju halaman belakang. Ia penasaran mendengar suara kuda yang mengusik hatinya.
Hampir dua minggu tinggal disini,baru kali ini ia mendengarnya.
"What, kau manis sekali?", ucap Sania saat melihat ada kandang kuda disini.
"Kau putih sekali aku menyukainya", ucal Sania saat melihat seekor kuda dari jendela kamar.
Sania keluar dari kamar turun kelantai bawah yang menuju kandang kuda.
"May I touch you sweet?", tanya Sania menyentuh bulu lembut kuda putih tersbutdenga pipinya.
"Aku menyukaimu"ucap Sania kepada kuda putih dengan memasang wajah ceria.
"Honey, where are you?",Sean kedapur mencari keberadaan Sania, tetapi ia tidak melihat keberadaan Sania.
"Where is Sania?",panggil Sean lagi.
Saat Sean sedang meneguk air putih, matanya membulat saat melihat Sania berlarian dengan "Almaoura"si kuda putih yang sudah lama dikandang karena suka menyerang.
Sean heran mengapa Almaoura tidak menyerang Sania. Semua berteriak melihat Almaoura keluar dari kandang dan bermain dengan Sania.
"Sean keluar menuju halaman belakang, karena panik.
"Sania...?", panggil Sean yang agak sedikit panik.
"Sayang,ada apa?", Sania bingung melihat wajah tegang Sean.
"Jack,where are you?",teriak Sean memanggil Jack sipenjaga kandang.
"Sean, why honey?",tanya Sania kaget melihat wajah Sean yang semakin panik.
Sean sampai menitikkan airmata ketakutan. Sania memeluk Sean sampai Sean tenang.
"Almaoura, don't cry?", ucap Sania melihat sikuda putih menitikan airmata.
__ADS_1
Semua keluarga berlari menghampiri mereka berdua. Yang membuat mereka heran adalah mengapa Almaoura tidak menyerang Sania. Sungguh ini adalah keajaiban.