
"Semenjak ayah tinggal bersama kami, Phoenix lebih ceria dan bawel.
"Cup.
"Morning kiss,honey?"ucap David.
"Again...ucap Phoenix dengan memajukan bibirnya.
"Cup.
"Tapi bukan balasan kecupan yang diperoleh David, tetapi lumatan dari Phoenix,yang membuat ia fitness dipagi hari.
"Phoenix kembali tertidur,David mengelus perut Phoenix yang membesar.
"Tubuhnya yang dulu kecil,kini lebih berisi dua kali lipat,David tersenyum gemas melihat pipi istrinya yang cabi.
"David tidak berani mencium pipi atau mengecup bibirnya,karena bisa-bisa ia tidak kekantor hari ini.
"David merahi ponselnya dan banyak panggilan masuk yang tidak terjawab,David menghubungi Romy untuk keterlambatannya datang kekantor.
"Tuttttt...tuttttt....
"Hai...
"Lo,ada dimana?"mertua lo udah dikantor memimpin rapat,lo direkturnya belum datang.
"Masih dirumah,baru bangun tidur?
"Ya,Allah?
"Ini udah pukul berapa,lo baru bangun tidur.
"Uncle Romy jangan marah-marah entar lagi jadi kakek.
"Ha.. ha..ha... ha....
"Iya, terserah lo,pukul sepuluh ada rapat dengan perusahaan asing.
"Oke.
"Terima kasih,udah mengingatkan.
"Setelah itu David kekamar mandi dan melihat Phoenix yang masih terlelap dalam dunia mimipinya.
**//**//**//**//**//**//**//**
"David belum datang,tanya Diky kepada Romy.
"Belum, om?
"Mungkin karena Phoenix,karena mendekati waktu kelahiran Phoenix agak sedikit rewel dan bawel persisi seperti ibunya.
"Entah seperti kehidupan Sania saat mengandung Phoenix tanpa ada aku disisinya.
"Setiap melihat Phoenix kesusahan berjalan dan duduk karena perutnya membesar.
"Om membayangkan Ibunya yang sendirian, membawa Phoenix kesana dan kemari yang masih didalam kandungan.
"Diky menitikkan airmata yang tidak bisa ditahan.
"Jangan sia-siakan istrimu,Romy?"Kalau tidak kau akan sepertiku kehilangan kesempatan.
__ADS_1
"Diky berlalu meninggalkan Romy menuju keruangannya setelah selesai memimpin rapat.
"Romy merenungkan ucapan Diky ,yang meratapi sebuah penyesalan,yang terpendam didalam hati.
**//**//**//**//**//**
"Saat keluar dari kamar mandi,David tidak melihat Phoenix.
"Tempat tidur sudah tertata rapi dan pakaian kerjanya sudah siap diatas tempat tidur.
"Diusianya yang masih muda,Phoenix perempuan yang paling dewasa,dia selalu membuat hal-hal yang manis untukku, cintaku makin besar untuknya,batin David dalam hati.
"Hari ini mas, pulangnya agak sedikit malam, karena agenda rapat mas cukup padat, walaupun sudah dibantuin ayah,masih saja padat.
"Iya,calon ayah,jawab Phoenix.
"Bi ijah...
"Iya, non?
"Hakan sudah pergi, Bi?"tanya Phoenix.
"Udah non.
"Sarapan sayang?
"Thank you,honey?"David menarik kursi untuk duduk menikmati sarapannya.
"Apakah kau tidak merasakan sakit diperutmu?"tanya David.
"Tidak.
"Setelah kita melakukannya,kau kembali berdarah.
"Mengapa tersenyum,tanya David.
"Kata Uncle Alan,jangan khawatir karena dalam satu bulan setiap dua minggu,aku akan kembali perawan dan hanya boleh bercinta dengan satu pria selama hidupnya.
"David terkejut mendengarnya,apakah ada wanita seperti itu?"tanya David.
"Ada.
"Nenek Alenta,ibu dan aku.
"Honey, bagaimana dirimu mengetahuinya.
"Aku bertanya kepada Uncle Alan,aunty Helena dan aunty Gwen,yang pernah menangani kesehatan ibu.
"Dan aku menceritakan tentang masalahku kepada mereka
"Jadi seumur hidup aku tidak akan berpaling darimu.
"Ayo..
"Selesaikan sarapanmu.
"Baiklah.
"Aku pergi jaga dirimu dan bayi kita juga.
"Iya.
__ADS_1
**//**//**//**//**//**
"Kebiasaan Phoenix disore hari menjelang malam duduk menonton televisi sambil menunggu David pulang.
"Phoenix duduk disofa dengan meluruskan kedua kakinya,yang membengkak.
"Menikmati teh hangat yang dibuatkan bi Ijah untuknya.
"Saat sedang menikmati teh,Phoenix meringis menahan sakit diperutnya.
"Ia meletakannya cangkir tehnya diatasa meja dan menarik nafas untuk mengurangi sakitnya.
"Mengapa sakit lagi,sih?
"Huhhh.. huhhh... huhh...
"Bi Ijah kaget melihat Phoenix meringis Seperti sedang menahan sakit.
"Non kenapa,non?"tanya bi Ijah.
"Bi....
"Perut Phoenix sakit,bi.
"Pinggang Phoenix terasa pegal.
"Sejak kapan,non?"tanya bibi.
"Setelah Mas David pergi kekantor.
"Ya, Allah?
"Mengapa non,ngak kasih tahu bi Ijah.
"Saya pikir ini hanya sakit biasa,bi?
"Ting.. tong.. ting....tong....
"Bi,mungkin itu kakek sama nenek,bibi buka pintunya.
"Bibi pergi membukakan pintu.
"Alhamdulillah,nyonya dan tuan datang.
"Ada apa, bi?"tanya mama.
"Seperti Nona muda mau melahirkan, sekarang perutnya mulai terasa sakit.
"Phoenix yang duduk disofa sedang meringis menahan sakit.
"Ma...
"Bawa Phoenix kerumah sakit,bisa-bisa Phoenix melahirkan dirumah.
"Baiklah.
"Bibi jaga rumah, Phoenix bisa jalan,nak?
"Iya, ma.
"Phoenix dipapah saat berjalan menuju mobil dengan menahan rasa sakit.
__ADS_1