
"Tempat apa ini,terasa mencekam,jauh dari jangkauan pihak yang berwajib dan penduduk
"Kalau tidak terbiasa,pasti tempatku sangat menakutkan.
"Sepertinya daerah ini,cocok untuk dijadikan tempat eksekusi.
"Setiap hari aku akan mencium bau amis darah."Sania menyungging senyum sinis.
"Scot melihat senyum sinis Sania,tidak ada rasa takut dimatanya,batin Scot.
"Are you afraid,Sania?"tanya Scot melihat kearah Sania,yang tidak memiliki rasa takut sama sekali.
"No Scot, this trip was very pleasant for me? "bagi Sania perjalanan ini sangat menyenangkan baginya.
"Scot hampir tidak percaya dengan pendengarannya,kalau Sania tidak merasa takut sama sekali.
"Sungguh Sania, kau memang benar-benar wanitanya Sean.
"Sikap dingin,keras kepala sama seperti Sean.
"What is this place,scot?"I like area, for the place of execution.
"Scot terkejut mendengar ucapan Sania.
"Apakah tubuhnya mampu menerima pukulan dan siksaan selama masa latihan,nanti.
"Sania ini tidak mudah...?"apakah tubuhmu sanggup menahan siksaan demi siksaan.
"Sean maafkanku,jika tiba-tiba suatu saat aku menyukai istrimu.
"Dia sangat istimewa,Sean?
"Sean izinkan aku menjaganya demi diriku, berikan aku izinmu.
"Gumam batin Scot melirik kearah Sania yang sedang melihat pemandangan dari kaca jendela.
"Scot tersenyum arah Sania saat mata mereka saling bertemu.
"What Scot does Sean's relationship with our destination?"Sania bertanya kepada Scot adakah tempat tujuan mereka ada hubungannya dengan Sean.
"Scot menatap mata sendu Sania yang kosong tanpa rasa gairah,yang ada hanya duka dan kesedihan.
__ADS_1
"Wait later you will also know,so be patient.
"Ucap Scot menatap mata Sania.
"Sania mengelus pipi Scot dengan lembut.
"Scot I'm so hungry?"dengan mengerecutkan bibirnya kearah Scot.
"Scot menarik hidung Sania yang tidak begitu mancung,ciri khas perempuan asia.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Disebuah panti asuhan gadis kecil mengunci dirinya dikamar,karena ia mengetahui ayah bermata birunya sudah tiada.
"Hiksss.. hikss...!"bagaimana keadaanmu, ibu?
"Mengapa ayah meninggalkan kita,bukankah sudah berjanji Kalau kita akan hidup bersama.
"Hiksss... hiksss....hiksss....
"Suara isakan tangis Phoenix masih terdengar,sudah seharian ia menangis tidak ada yang mampu membujuk atau merayu Phoenix selain ibunya.
"Phoenix...?"sayang buka pintunya,nak?
"Tidak...?"tidak...! jangan....!
"Jangan hubungi ibu...?
"Phoenix akan loncat,kalau kalian menghubungi ibu.
"Semuanya hanya bisa membiarkan phoenix menangis sampai ia merasa lelah.
"Ada apa ini,mengapa semuanya berdiri didepan pintu,tanya David.
"Dimana Phoenix,bu?"tanya David.
"Oh..,nak David syukurlah kau datang?
"Seharian Phoenix menangis,selalu menyelahkan dirinya.
"Ibu tidak tahu kalau Phoenix mendengar semua pembicaraan ibu dengan ibunya Phoenix.
__ADS_1
"Ibunya Phoenix menitipkan kembali kepada kami untuk menjaga Phoenix selama setahun.
"Ayah yang sangat Phoenix nantikan,baru beberapa bulan ini meninggal dunia.
"Phoenix berduka dan selalu mengalahkan dirinya.
"Nak.. tolong bujuklah phoenix untuk membuka pintu,karena seharian ia belum makan.
"Baiklah,bu?"aku akan membantu sebisaku, ucap David.
"David baru beberapa kali bertemu Phoenix, ia gadis kecil yang sangat menyenangkan, matanya sangat mirip dengan wanita yang pernah dilihatnya beberapa tahun yang lalu.
"Itulah mengapa sebabnya David suka merindukan Phoenix.
"Tok.. tok.. tok..
"Phoenix...
"Ini Uncle David,sayang?
"Buka dong pintunya,Uncle David kangen, sayang?"ucap David was-was karena tidak ada jawaban dari dalam.
"Kalau Phoenix tidak mau membuka pintu Ini, uncle pergi dan tidak akan pernah menemui Phoenix lagi.
"Ceklek,suara gagang pintu ditarik dan pintu pun terbuka,David terkejut melihat mata Phoenix yang sembab dan wajahnya yang pucat.
"Brrukk.. tubuh Phoenix ambruk dilantai
"Phoenix sayang.....,bangun jangan membuat uncle takut.
"David mengendong tubuh mungil Phoenix dan membawanya kemobil.
"Ibu.. saya membawa Phoenix kerumah sakit, takut terjadi apa-apa padanya.
"Iya, hati-hati nak?
"Entah mengapa hatiku ingin menolong anak ini?
"Uncle David...!!"Phoenix takut...
"Jangan tinggalkan Phoenix...!seperti ayah uncle.
__ADS_1
"Hati David terenyuh mendengar rintihan hatinya Phoenix.