PAHIT

PAHIT
BAB 91


__ADS_3

"Beberapa bulan terakhir menjelang kelahiran, Phoenix tidak tidur dengan nyenyak,perutnya yang membuncit membuat ia susah untuk bergerak.


"Setiap malam ia selalu terbangun,bolak balik masuk kekamar mandi hanya untuk buang air kecil.


"Tidak bisa tidur,sayang tanya David dengan mengelus wajah istrinya yang berisi.


"Maafkanku telah membuatmu tidak bisa tidur dengan nyaman,kalau tahu kau akan kesusahan seperti ini,aku memilih tidak mau melakukkannya.


"Seharusnya saat ini dirimu bersenang-senang bersama teman-temanmu.


"Mas,lucu ah?"Phoenix ngak suka pergi dengan orang lain,selain keluarga.


"Yank, setiap orang yang menikah tentu saja ingin mempunyai keturunan.


"Phoenix juga mengingikannya,karena melihat tante Kalista,Phoenix jadi iri.


"Jadi,jangan menyesal.


"Pukul dua dini hari,Phoenix sering terbangun, karena anak kita ingin bermain.


"Coba mas lihat anak kita bergerak,Phoenix menarik tangan David untuk merasakan pergerakan putranya.


"Mengapa mas tidak mengetahuinya,tanya David dengan mencium puncak kepala Phoenix.


"Aku tidak tega membangunkan dirimu yang sangat kekalahan.


"Kalau anak kita lahir,aku rasa anak kita akan mengajak kita untuk bermain dini hari.


"Nak..?"tidurlah sayang.


"Biarkan ibumu istirahat,ibumu sangat lelahan.


"David menitikkan airmata melihat kaki Phoenix yang membengkak.


"Kakinya yang dulu begitu kecil,berubah menjadi besar.


"Apakah kakimu sangat sakit,tanya David.


"Tidak.


"Hanya susah berjalan,karena kadang-kadang kaki ku tidak merasakan apa-apa saat berjalan.


"Terima kasih atas cinta,kasih sayang dan perhatianmu padaku.


"Maafkanku jika sebagai istri,aku masih banyak kekurangan dalam melayanimu.


"Jangan berkata seperti itu,aku malah bersyukur bisa memilikimu,yang mampu menutupi kekuranganku.


"David mencium bibir Phoenix yang manis, sampai masuk kedalam rongga mulut Phoenix,yang menurutnya cukup hangat.

__ADS_1


"Ahh... Phoenix mendesah merasakan gairah kenikmatan,David melakukkan makking out, karena tidak mau menyakiti anak dan istrinya.


**//**//**//**//**//**


Assalamualaikum....


"Selamat pagi,sayang?


"Walaikumsalam....


"Selamat pagi,ma?


"Mama sudah ada disini,mas mengapa Phoenix tidak dibangunin.


"Mama yang melarang David untuk membangunkanmu.


"Ada apa sayang,sakit?"tanya mama.


"Ngak ma,Phoenix hanya merasa ngilu dibagian bawah.


"Phoenix merasakan sakit,sesaat setelah ia mandi.


"Setelah sarapan mereka duduk disofa menemani Phoenix,yang ingin menselonjorkan kakinya yang membengkak.


"David dan Diky akhirnya bekerja dirumah demi menjaga Phoenix.


"Phoenix meringis menahan sakit saat merasakan perutnya mengencang.


"Yang..


"Ada apa,mengapa kau berkeringat?


"Aku ngompol yang,ucap Phoenix memegang perut bagian bawah.


"Maaa..


"Phoenix ngompol,ma?"teriak David karena melihat Phoenix meringis seperti menahan sakit.


"Nak...


"Istrimu bukannya ngompol,tapi air ketubannya pecah karena kau melahirkan, ucap sang mama.


"Ayah mengeluarkan mobil.


"Pa,telpon rumah sakit untuk menyiapkan ruang bersalin.


"Tet.. tetttt... tettt...


"Diky membunyikan klakson tanda mobil sudah siap untuk membawa Phoenix kerumah sakit.

__ADS_1


"David menggendong Phoenix karena meringis kesakitan.


"Sabar sayang sebentar lagi kita sampai kerumah sakit.


"Phoenix meringis setiap perutnya mengencang karena mengalami kontraksi.


"Dalam waktu satu jam mereka sampai kerumah sakit.


"Perawat dan dokter membawa Phoenix keruang bersalin.


"David terus mendampingi Phoenix.


"Yang..


"Sakit....


"Phoenix tidak menangis hanya meringis saat merasakan kontraksi.


"Phoenix memegang lengan David.


"Yang...


"Sakit....


"Kau pasti kuat sayang,dengan mengusap-usap punggung Phoenix dan mencium kening istrinya,tidak lupa ia Berdo'a untuk keselamatan istri dan anaknya.


"Karena air ketubannya hampir habis dokter memberikan obat peransang untuk mempercepat proses persalinan.


"David menitikkan airmata dan tubuhnya terasa lemas saat Phoenix merasakan kontraksi.


"Sedikit lagi,bu?


"Lagi....lagiiii.....


"Phoenix mendorong anaknya dengan sisa-sisa tenaganya.


"David dapat merasakan kekuatan Phoenix saat mendorong anaknya untuk keluar.


"Oek... oek...oek...oek..


"Alhamdulillah.........


"Anak bapak dan ibu laki-laki,dia sehat.


"Thank you my little wife.


"David memeluk Phoenix,airmata bahagia mengalir membasahi pipi mereka berdua.


"Sedangkan yang diluar juga heboh,saat mendengar tangisan cucu mereka.

__ADS_1


"Alhamdulillah,akhirnya punya cucu.


__ADS_2