
"Is this because you're playing with me?(Ini akibat kau bermain-main denganku?).
"Ucap Sania dengan menyatukan kedua giginya.
"Next time,don't try to think of me as weak.(Lain kali,jangan kalian coba-coba mengganggapku lemah)."Ucap Sania dengan menepuk-nepuk pipi laki-laki tersebut.
"Wait for you turn,and make him my best bodyguard.(tunggu giliranmu,dan jadikan dia pengawal terbaikku).
"Ucapku kepada Scot,karena aku sangat kesal padanya.
"Ku menegak minuman wine untuk mengurangi rasa sakitku.
"Mengapa Scot jadi kembar kayak gini,sih? "yang gue minum wine atau obat tidur,sih?
"Ahkk..... Brukkk....
"Tubuh Sania ambruk ditanah,yang membuat semuanya kaget.
"Sania wake up(Sania bangun).
"Sania.....,teriak Scot menepuk-nepuk pipi Sania,panggil Scot panik.
"Tetapi,Sania tetap tidak bergeming.
"Quickly prepare the car, you come with me. (cepat siapkan Mobil, kau ikut denganku).
"Ucap Scot kepada Leon pengawal baru untuk Sania.
*//*//*//*//*//*//*//*//*//*//*//*
"Butuh waktu satu jam untuk sampai kerumah sakit terdekat,karena rumah sakit ini satu-satunya yang ada daerah ini.
"Rumah sakit ini didirikan Sean untuk penduduk sekitar dengan fasilitas lengkap.
"Sean mengaji mereka dengan sangat mahal, dilengkapi kamar pribadi untuk masing-masing dokter.
__ADS_1
"Saat melihat Sania diatas tempat tidur pasien,dokter John sangat kaget.
"Madame.Sania...,what happened to her?(Nyonya Sania, apa yang terjadi padanya).
"Tanya dokter John kepada Scot.
"Scot sangat terkejut kalau dokter John bisa mengenal Sania.
"How do you know,Sania?(bagaimana bisa Kau mengenal,Sania),tanya Scot penasaran.
"Sean and Gwen once brought Sania here, during the inauguration of the hospital and introduced Sania as his wife.(Sean dan Gwen pernah membawa Sania kemari, saat peresmian rumah sakit dan memperkenalkan Sania sebagai istrinya).
"Jawab dokter John memberi penjelasan kepada Scot.
"How much wine he drinks.(berapa banyak wine yang diminumnya),Tanya dokter John kepada Scot.
"Scot tidak mampu menjawab,karena Sania sudah setiap hari mengkonsumsinya.
"Diamnya Scot, membuat dokter John mengerti keadaan Sania sebenarnya,karena ia tahu Sania sedang depresi.
"Kepergian Sean yang terlalu cepat,mungkin ini pemicunya.
*//*//*//*//*//*//*//*//*//*//*
"Sean....!jangan menggangguku.
"Aku masih ingin tidur,Sean?"latihan hari ini cukup berat.
"Aku tidak perduli..?"aku sangat merindukan harum tubuhmu ini.
"Aku sangat letih Sean...?"please,honey.
"Berhentilah mencumbuiku, Sean.
"Kalau kau tidak merindukanku,bukalah matamu,sayang?
__ADS_1
"Kau sudah terlalu lama tidur disini, bukalah matamu,lihatlah aku.
"Sania membuka matanya pelan-pelan,yang terlihat olehnya adalah langit-langit kamar yang berwarna putih dan selang infus yang ada ditangannya.
"Sean...???"Sean kamu dimana.....,aku sudah membuka mataku...
"Kau dimana....?
"Hikkss... hikkss....
"Jangan pergi.....
"Teriak Sania dengan Melemparkan benda-benda yang ada disekitarnya.
"Karena mendengar teriakkan Sania dan suara benda yang dibanting,Scot dan dokter John beserta perawat berlari menuju kamar perawatan Sania.
"Scot dan dokter John terkejut melihat kamar Sania yang berantakan seperti kapal yang habis diterjang ombak.
"Sania menangis terduduk dipojok kamar.
"Sean berbohong padaku,dia janji tidak akan meninggalkanku,Scot.
"Cari dia...?"bawa dia pulang padaku.
"Hihhhhh... hikkss...
"Aku merindukannya.....?"ucap Sania dengan memeluk Scot sekuat-kuatnya.
"Walaupun Scot tidak mengerti apa yang diucapkan Sania,tetapi ia tahu darimana sudut matanya dan pelukkan erat sania kepadanya,ia sangat merindukan Sean.
"Sania saat ini benar-benar depresi,terlihat dari tatapan matanya yang kosong.
"Sania dipindahkan kekamar yang bisa diawasi 24 jam.
"Dokter John berpesan kepada Scot untuk menyembunyikan semua minuman yang beralkohol tinggi,karena Itu sangat berbahaya untuk Sania.
__ADS_1
"Scot masih tidak percaya kalau saat ini Sania sedang mengalami depresi dan bagaimana cara ia menjelaskannya kepada keluarga.
"Haah.... Hahh....