PAHIT

PAHIT
BAB 65


__ADS_3

"Ting... tong... ting... tong...


"Siapa sih, yang datang dini hari?"ucap Alan kesel."Ada apa,sayang?"tanya Helena kepada Alan.


"Itu bel rumah,ada yang mencet,sahut Alan.


"Biarkan ART yang membukanya,sayang?


"Ayo kita tidur lagi.


"Tok.... tok... tok....


"Siapa lagi yang mengetuk pintu kamar.


"Tok.... tok... tok...


"Siapa?"Bi Asih,saya masih ngantuk.


"Tok... tok... tok...


"Brengsek,gue pecat juga,nih ART.


"Tunggu sebentar,teriak Alan dari dalam.


"Klik,Alan membuka pintu kamar.


"Alan sangat kaget melihat siapa yang berdiri didepan pintu kamar.


"Sania...?"kapan lo, datang.


"Siapa sayang yang datang?"tanya Helena yang tidak bergerak dari tempat tidurnya.


"Sania...?"sayang.


"Ah...!"Benaran itu Sania,tanya Helena.


"Iya...?"Ini aku.


"Helena langsung bangun dari tidur nyamannya.


"Cepatlah, kalian turun?"Aku merasa tubuhku sangat lelah.


"Akhirnya Helena dan Alan turun kebawah, untuk melihat keadaan Sania.


"Alan dan Helena kaget melihat wajah Sania yang memucat.


"Apakah dirimu masih depresi?"tanya Alan yang sedang sibuk memeriksa kondisi tubuh Sania.


"Tidak!"aku sedang terapi untuk mengurangi ketergantunganku terhadap minuman yang beralkohol tinggi.

__ADS_1


"Mungkin ini,yang membuat tubuhku drop.


"Lo, tuh Kalau udah sakit ngak mau langsung kerumah sakit,omel Alan.


"Jangan suka marah-marah,nanti ubanan.


"Ucap Sania,dengan tersenyum kearah mereka berdua.


"Apakah ini alasan Sean cinta mati ama,lo?


"Alan terdiam,karena salah berucap.


"Aku tidak marah pada kalian berdua,tetapi aku malah senang,mendengar cerita konyol kalian tentang Sean.


"Apakah Sean menceritakan tentang hubungan kami.


"Iya!"semuanya.


"Sehari sebelum ia meninggal, Sean sudah mendaftarkan pernikahan dan mengubah akte kelahiran Phoenix dengan memberikan nama besar keluarga Agresia.


"Dan mendaftarkan Phoenix disekolah terbaik.


"Betapa bahagianya Sean saat itu,ia sudah menempatkan bagian-bagian yang akan ia wariskan kepada anggota keluarga yang lainnya.


"Meninggalkan dunia yang kelam, dan mengawal hidup yang baru bersamamu dan Phoenix.


"Ku,harap kau mau meninggalkan dunia kelam yang pernah ditempuh Sean.


"Apakah kau akan melupakan kami,ucap Helen dengan memanyunkan mulutnya.


"Hah...!!"Kau sangat lucu, Tentu saja tidak sayang.


"Keluarga kalian bagian dari hidupku.


"Dimana aku mendapatkan banyak curahan kasih sayang dan cinta.


"Besok,kau harus kerumah sakit,ucap Alan.


"Alan..?"jangan besok,yah?"aku sudah berjanji kepada Phoenix putriku,untuk bermain seharian dengannya.


"Kebiasaan, lo?"kalau ada maunya pasti kayak gitu,ucap Helena.


"Kok, lo tahu,sih?"maafkan aku Helena.


"Tetapi aku sangat merindukan putriku,aku ingin menghadiri acara kelulusannya.


"Aku mohon...?"Sania mengatupkan kedua tangannya,meminta izin kepada Alan dan Helena.


"Setelah ini, aku akan menuruti kata-kata kalian apapun itu,tapi ada satu yang tidak dapat aku penuhi.

__ADS_1


"ucap Sania menggantungkan kalimatnya.


"Apa itu?"tanya Alan.


"Melupakan,Sean!.


"Jangan kalian memintaku untuk melupakannya., Aku tidak akan mematuhinya, ucap Sania kepada Alan dan Helena.


"Tidak ada yang meminta kau harus melakukkan itu,Sania!"sahut Helena.


"Sebenarnya kau dari mana,Sania?"tanya Sean kepada Sania.


"Apakah aku harus menjawabnya,tanyaku lagi kepada Alan.


"Bukankah Kau sudah mendarat tadi sore? "ibu memberitahukanku karena kau tidak menghubunginya.


"Ibu sangat mengkhawatirkan keadaanmu? "Kau bukan menantu dimata ibu,tetapi anak baginya.


"Aku, Sean, Paul,Scot dan Gwen bukanlah anak kandungannya,tetapi kami anak adopsi karena ia tidak mampu memberikan Keturunan kepada suaminya Adam O'Brien Agresia.


"Jangan anggap dirimu sendirian,ada kami yang selalu menyayangimu.


"Dirimu dan Phoenix adalah anak cucu Keturunan anggota keluarga Agresia.


"Tidak akan ada yang mampu menyentuh keluarga besar kita.


"Aku tahu Alan?"terima kasih kalian mau menyayangiku.


"Sehingga aku tidak membutuhkan keluarga yang lain.


"Aku hanya ingin menghukum pak Handoko,orang yang juga terlibat dalam kematian Sean.


"Aku menghukumnya dengan cara yang lebih menyakitkan.


"Sekarang aku hanya ingin hidup dengan tenang bersama putriku.


"Aku tidak akan ikut campur untuk masalah itu.


"Pesan ibu untukmu,bawa Phoenix


ke Paris.


"Iya, aku akan menghubungi ibu nanti.


"Ingat, jangan memanggilnya dengan panggilan Nyonya Alenta lagi.


"Iya, kalian berdua istirahatlah dan aku mau tidur.


"Sania ini rumahku, teriak Helena dengan Melemparkan bantalan kursi kepadaku

__ADS_1


"Heh.. heh... terserah kalian.


"Aku memasuki kamar tamu, Karena aku sangat..sangat lelah.


__ADS_2