PAHIT

PAHIT
BAB 22


__ADS_3

Setelah sampai diruangannya,Sean menarik tirai jendela,sehingga semua kaca tertutup.


Sean merengangkan otot tubuhnya yang terasa pegal.


"Duduk",perintahnya kepada Sania.


Sania kaget karena ternyata bosnya bisa berbahasa Indonesia. Ternyata anda bisa berbahasa Indonesia.


Sean hanya tersenyum.


"Iya, sedikit",jawab Sean.


Sean mengembali dua kaleng minuman dingin dikulkas mini yang biasa tersedia dikantornya.


"Minumlah", ia menyodorkan minuman dinginnya kepada Sania. Dan duduk disamping Sania.


"Malam ini, aku mau club untuk berbicara padamu.


Aku sudah meminta kepada Mr. Eko, untuk memanggilmu agar mau melayani ku nanti malam", ucap Sean menatap Sania gemes.


"You are crazy?",ucapku karena jengkal.


Bukankah Eko sudah tahu,kalau aku tidak melayani tamu.


"Yes I know. Now what do you want me?",tanya Sania kepada Sean.


"Be my woman for three years",ucap Sean.


"Aku tidak pernah menjual tubuhku demi sebuah kesenangan,tuan Sean", ujar Sania.


"I'm not a cheap woman you can buy,Sean?",teriak Sania.


Mengapa semua pria memandang rendah diriku?,gumam Sania dalam hati.


Sean kaget melihat Sania meneteskan airmata. Apakah ada yang salah dengan ucapanku.


"Aku pernah melakukan hal yang sama dengan wanita dari setiap negara. Mereka tidak ada yang menolak,tetapi sangat bahagia.

__ADS_1


Benarkah cerita sahabat-sahabatku, kalau wanita Indonesia berhati lembut, setia dan lebih sensitif", tanya Sean.


Tidak akan ku lepaskan dirimu Sania, mulai saat ini tidak ku relakan laki-laki lain menyentuhmu,selain diriku.


"I know Sania, because I've seen him that night.


Hanya saja,aku kaget melihat dirimu bekerja diperusahaanku, terutama diBlok "C".


"Because you work at the core of the company.


"Benarkah?",tanya Sania.


"Iya,jadi kami tidak bisa mempekerjakan orang yang tidak berkompeten dibidangnya",ucap Sean.


"So, now listen to me?". Dirimu akan menjadi istriku selama tiga tahun,dan semua fasilitas dan kebutuhanmu, aku yang membiayainya,aku tidak butuh masa lalu mu,yang terpenting dirimu mau menjadi istriku.


"And we are legally married?",ucap Sean kepada Sania.


Sania kaget mendengarnya. Apakah pendengaranku tidak salah?. Apakah pria ini benar-benar ingin menikahiku?


"Of course not,believe me Sania", jawab Sean.


"Baiklah, aku akan memikirkannya", ucap Sania.


"Nomor ponselmu",tanya Sania pada Sean.


Sean memberikan nomor ponselnya kepada Sania.


"See you tonight, I'll give you the answer", ujar Sean.


"Oke.


Sebaiknya aku pergi?", ucap Sania.


"Tunggu?",ucap Sean.Sania menghentikan langkahnya.


Sean mendekati Sania,dan meminta Sania merapatkan bibirnya,dengan ibu jarinya Sean mengusap lipstik dibibir Sania dan menempelkannya dikemeja putih.

__ADS_1


Tidak lupa ia mengacak-acak rambut Sania agar terlihat berantakan dan melepaskan dua buah kancing kemeja yang dipakai Sania.


Dan Sean mengendorkan dasinya, menempelkan sisa lipstik kebibirnya.


Ia merangkul pinggang Sania,nanti akan ku ceritakan ikuti saja permainannya.


"Tok... tok...."


Sean sengaja tidak mendengar dan meminta Sania untuk diam. Pintu terbuka,Sean dan Sania pura-pura kaget.


Karyawan tersebut kaget, karena melihat adegan seperti ini pada siang hari.


"You may leave this room", ucap Sean tegas


"Yes, sir", jawab karyawan tersebut.


"You,bring this lady into her office".


Sean menunjuk salah satu pihak keamanan untuk pergi.


Sean mengambil tissue untuk mengusap bibirnya dan minum segelas air seolah-olah ia sangat kehausan,setelah itu ia mengencangkan kembali dasinya.


"Sorry,sir?",this is the report you requested.


"Ooh..


Thank you,put it on the table and you may come out",ucap Sean.


Setelah karyawannya keluar, Sean tidak berhenti tersenyum.


Sean melihat pesan masuk diponselnya, tanpa nama dan langsung membacanya.


nanti amalam aku akan membunuhmu atas perbuatanmu hari ini ,kau menyebalkan,by Sania.


Sean tidak mampu lagi menahan tawanya.Untung ruangannya kedap suara.


Jadi ia bisa tertawa lepas. Ia sudah bisa menebak kalau Sania akan marah kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2