
"Benarkah aku masih perawan?. Apakah itu bisa terjadi?. Apakah Sean tidak berbohong?.
Aku memang menyadari ada rasa nyeri dan terluka saat Sean melakukannya. Hanya aku berpikir kalau miliki Sean yang berbeda ukuran dengan pria di negaraku.
Sehingga setelah selesai berhubungan dengan Sean rasa nyeri dibagian intiku selalu aku rasakan. Gumam Sania dalam hati.
"Apakah itu mungkin terjadi terhadap wanita seperti diriku. Aku pernah melahirkan seorang Putri. Bukankah itu namanya mustahil. Aku akan bertanya kepada Gwen besok". Gumam Sania di dalam kepalanya.
"Good night,honey?",ucap Sean dengan mendaratkan,ciuman dibibir Sania.
"Good night", balas Sania.
"Is there what you think?",tanya Sean karena melihat Sania yang kurang semangat.
"Sean, am I still a virgin?.Does it feel like I don't believe it?",ucap Sania dengan menatap wajah Sean dengan penuh makna.
"How can Sean, I who have become a mother, still have virginity. That's impossible Sean",ucap Sania.
Sean memahami perasaan Sania kali ini. Ia merengkuh Sania kedalam pelukkanya dan menghujaninya dengan ciuman.
************
Beberapa pemilik saham datang mencari Sean untuk menanyakan mengapa mereka tidak mendapatkan hasil dari penanaman modal dari perusahaan.
"Dimana direktur utama. Perusahaan ini?",tanya salah satu dari mereka.
"Maaf,pak?",jangan membuat keributan disini. Bapak, bertanyalah baik-baik tidak perlu berteriak seperti dalam hutan",ucap Siska sebagai seorang Sekretaris.
"Siapa kamu berani menasehati kami?. Hanya seorang sekretaris.
"Ada apa ini?".
"Pak Bram tolongin Siska",ucap Siska setelah melihat orang kepercayaan sang direktur datang.
"Kalau anda ada masalah dengan pembagian tunggu Pak Direktur pulang.
__ADS_1
Beliau pada saat ini masih di Paris",ujar Bram.
"Waw.....hahh......?"
Kamu bekerja lagi diperusahaan ini?",ucap salah satu orang yang mencari pak Sean.
Bram tersenyum mendekati orang yang berbicara tadi.
"Handoko Santana .Maaf saat ini Kau sedang berurusan dengan orang yang berbeda", ucap Bram dengan menepuk kedua pundak Handoko.
"Kau tahu Handoko, orang bisa menilai mana yang baik dan yang tidak,jika berani bertanyalah kepada direktur. Mengapa tidak menunggu direktur kembali",sebagai staff kekananan.
"Sekarang kalian pulanglah,duduk manis dikursi kalian masing-masing", ucap Bram.
"Siska...
Kalau mereka datang lagi, kau pergi saja. Saya yang akan menanganinya",.
Bram masih ingat saat Sean mendatangi rumahnya.Memintaku bekerja lagi untuk dirinya.
Pria yang misterius mempunyai kharisma dan aura yang tidak bisa dijabarkan.
Aku merasa perusahaan ini akan berkembang pesat dibawah pimpinan
Sean Alexsander. Bram tersenyum penuh makna.
*************
"Sean, bangunlah?",ucap Sania dengan mencium wajah Sean agar segera bangun.
"Sean, don't you want to take me to meet Gwen at the hospital", Sania mengingatkan Sean kalau hari ini harus cek kesehatan dengan Gwen dirumah sakit.
"Iya, sayang aku masih ngantuk.
"Dari jendela Sania melihat Almaoura,sedang berjalan bersama pelatihnya.
__ADS_1
"Almaoura,Sania berteriak dan berlari kelantai bawah menuju kehalaman.
"Almaoura,Sania melambaikan tangannya.
"Dari atas balkon rumah, Sean mengawasi Almaoura dan Sania.
"Sania memeluk Almaoura dan berkata:
"I really like you,Almaoura.
"Sania mengelus-elus bulu-bulu Almaoura dengan lembut.
"Sean merasa heran mengapa Almaoura tidak mengamuk saat bertemu Sania,mereka seperti sahabat lama yang kembali bertemu.
"Sania bermain dengan Almaoura,dia belum memiliki keberanian untuk menungganginya.
"Sudah bermainnya?"ucap Sean dan langsung melingkarkan kedua tangannya dipinggang Sania.
"Sean mencium rambut Sania yang harum dan sedikit bergelombang.
"Akhirnya kau bangun juga?"ucap Sania dengan melihat kearah Sean yang lebih tinggi darinya."Sehingga lehernya yang putih pun terlihat.
"Apakah dirimu marah padaku, tanya Sean karena melihat raut wajah Sania yang menunjukan rasa kesedihan.
"Sania menganggukan kepalanya,tanpa berani menatap wajah Sean.
"Apakah dirimu bersungguh-sungguh, ingin mengandung buah cinta kita.
"Really,honey?"tanya Sean dibalik linangan airmata Sania.
"Sania tidak mampu berkata-kata,hanya menangis dan memberikan anggukkan kepala.
"I'm sorry, honey?"if you still demand honesty and certainly from you."Ucap Sean,untuk mengungkapkannya isi hatinya.
"I know Sean, therefore I can't be mad at you.
__ADS_1
"Sean tidak menduga kalau Sania sangat memahami dirinya dan tentang kekecewaanya terhadap suatu hubungan.
"Sekarang bersiap-siap,kita harus pergi.