PAHIT

PAHIT
BAB 49


__ADS_3

Aku merasa duniaku hancur. Melihat Sean dengan alat-alat bantu medis yang menompang hidupnya.


Separah inikah? Mengapa mereka tega membuat Sean menderita?.


Aku tidak berdaya. Seluruh persendianku terasa ngilu. Bibir yang selalu memberikan kehangatan setiap pagi dan malam hari.


Sekarang digantikan dengan benda asing yang membuat tenggorokanku terasa tercekik.


"Alan........


Aku berteriak histeris dan ketakutan melihat keadaan Sean.


"Sania kendalikan dirimu", Alan mengunjak pundak Sania untuk lebih sabar.


"Apa yang terjadi,Alan? Mengapa Sean bisa seperti ini?". Alan tahu jiwa Sania pasti terguncang. Melihat kondisi Sean yang memprihatinkan.


Aku tidak menyadari kalau semua keluarga Sean sudah datang. Sania melihat kesedihan dimata Ny.Alenta,Gwen,Scot dan Paul.


Hiksss... hiksss...


"Aku tidak mau kehilangan Sean... Alan".


Teriak ku sekeras-kerasnya.


"Aku tidak ingin kehilangan dia....


Mengapa dunia ini tidak adil padaku,Alan? Mengapa orang yang paling ku sayang, direnggut dariku?".


Dalam tangisku berlutut dihadapan Alan dan Helena.


"Alan... Helena


Mengapa benda-benda itu ada ditubuh Sean. Kalian lihat benda-benda itu mentertawaiku,dia menghinaku".


Aku seperti orang gila.Saat meninggalkan Diky aku tidak sesakit ini,tetapi melihat Sean tubuhku terasa mati rasa. Aku sangat takut dan tidak siap ditinggalkan olehnya.


Alan menangkup kedua pipi Sania yang masih berlutut.


"Aku sudah mengatakan padamu untuk lebih kuat,Sania. Tidak lemah seperti ini", ujar Alan.

__ADS_1


Sania berdiri ia mengelengkan kepalanya kalau ia tidak sekuat apa yang terlihat.


"Aku akan membalas semua perbuatan mereka. Aku tidak akan tinggal diam. Aku pastikan itu", ucap Sania inilah yang ditakuti Alan.


Ny.Alenta memeluk tubuh Sania. Menghapus airmata dipipi Sania, membawanya masuk keruangan dimana Sean dirawat.


Semua berdiri disisi tempat tidur dimana Sean dibaringkan.Sania memberikan kecupan didahi, kedua mata dan dikedua pipi Sean.


"Honey aku datang,bukalah matamu?buka matamu, aku tidak mau meminta apa-apa lagi. Asalkan kau tetap hidup dan selalu ada untukku.


"Tit.. Tit....tit...tiiiiiiittttt.....


Sania saat melihat garis dimonitor bergaris lurus menandakkan detak jantung Sean sudah berhenti.


"No....no...... no... no... honey... no....


Bangun Sean..!!! Katakan kau hanya mengerjaiku, aku akan menuruti semua keinginanmu.


Jangan pergi Sean.....jangan pergi. Aku mohon jangan pergi". Sania membaringkan tubuhnya di sisi Sean. Mengusap wajah Sean yang sudah dingin dan kaku.


"Alan ....


Semua membiarkan Sania larut dalam kedukaannya.


Aku ingin ikut bawalah aku bersamamu, aku tidak mau sendirian.


"Bawa aku bersamamu...... Sean", ucap Sania diantara isak tangisnya.


Semua panik melihat Sania tidak bersuara dan hampir jatuh dari atas banker.


"Sania... ???" Scot dan Paul menepuk-nepuk pipi Sania.


Helena memeriksa keadaan Sania yang masih shok dengan pergi Sean. Mereka membawa Sania keruang perawatan.


Wajah cantiknya berubah pucat,matanya sembab karena terlalu banyak menangis.


Gwen dan Ny.Alenta membelai wajah Sania. Inikah yang ditakutkan Sean,tentang Sania.


Wajah yang dulu biasanya ceria,kini dihiasi duka dan air mata,gumam Gwen dalam hati iba melihat kondisi Sania.

__ADS_1


"Congratulations Sean,at the end of your life, you get woman,who upholds the meaning of loyalty",gumam batin Gwen melihat kearah Sania yang belum sadar dari pingsannya.


Airmata Gwen terus mengalir saat mencium pipi Sean yang sudah tiada.


"I promise to take care of Sania for you",ucap Gwen dengan isak tangisnya.


Scot dan Paul masih tidak percaya dengan pergian Sean.Obrolan mereka diakhiri petang saat masih di Paris adalah pesan terakhir darinya.


"Sania's guidance in continuing our family business,I do not know how long there is beside him",tentu saja Sean kami akan membimbing Sania dalam berbisnis sampai ia bisa berdiri sendiri.


Pinta Sean saat itu. Sebagai pesannya sebelum ia pergi.


"Perempuan setia tidak akan pernah rapuh, tetapi kalau kehidupanya terluka,dia akan berubah menjadi wanita yang berbahaya, Itulah ucapan Sean kepada Alan dan Helena


"Aku tidak ingin Saniaku seperti itu,jaga dia untukku."Ucapan Sean kepada Alan dan Helena,saat Sean mengetahui bahwa Sania tidak bisa lagi memberikan anak kepada lelaki manapun,termasuk dirinya.


"Aku sangat bahagia, Alan?"ucap Sean.


"Bahagia kenapa?"tanyaku kepada Sean.


"Aku sudah melarang buana diberbagai negara,berhubungan dengan banyak wanita.


"Baru kali ini aku mendapatkan ketenangan.


"Mengubah keyakinanku mengikuti keyakinan Sania.Dia sabar dalam membimbingku.


"Aku akan membagikan semua apa yang ku miliki.


"Aku menginginkan awal yang baru bersama istri dan putriku.


"Jika terjadi sesuatu padaku maukah kau dan Helena menjaganya.


"Mengapa dirimu menitipkannya padaku dan Helena,kalau kau sendiri bisa menjaganya?"tanyaku kepada Sean.


"Entahlah,aku merasa akan pergi jauh dan tidak akan pernah kembali.


"You jerk,come home Sania waiting for you. "I promise I will take care of them for you.


"Kau puas."Okay thank you,best friends.

__ADS_1


"Aku tidak menduga kalau ini adalah pesan terakhirmu beberapa hari yang lalu.


__ADS_2