PAHIT

PAHIT
BAB 85


__ADS_3

"Kakek... nenek....


"Itu suara Phoenix,ada apa yah?"mereka berdua keluar setelah mendengar tangisan Phoenix.


"Setelah dua tahun baru kali ini mereka mendengar Phoenix menangis.


"Ada apa,nak?"tanya Aris Panik.


"Mas David jahat,kek?"dikantor ia ciuman dengan mbak Lola mantan tunangannya.


"Apa yang kurang dari Phoenix sampai-sampai mas David berselingkuh dengan mantan tunangannya.


"Bu Sari meminta Rahayu menghubungi Romy untuk mengetahui kebenarannya.


"Kakek apakah Phoenix tidak cantik,katakan?


"Phoenix ngak mau pulang kerumah, mau menginap disini saja.


"Salah paham, bisik Rahayu kepada ibunya setelah mendengar penjelasan dari Romy.


"Apakah Phoenix sudah bertanya kepada nak David,tanya bu Sari.


"Ngak, Phoenix langsung pergi meninggalkan kantor mas David.


"Phoenix sebenarnya tidak boleh lari dari masalah,tetapi harus menghadapinya,agar tidak terjadi salah paham.


"Sini duduk dekat nenek,Phoenix beringsut mendekati bu Sari.


"Bu Sari menghapus airmata dipipi Phoenix.


"Menjadi istri bukan hanya melayani makannya,tempat tidurnya tetapi juga kesedihan dan keluhannya.


"Bagaimana nak David mau menjelaskan apa yang terjadi,kalau Phoenix tidak percaya dengan nak David.


"Apakah Phoenix tidak memikirkan betapa paniknya nak David saat ini mencarimu?


"Kalau terjadi apa-apa,bagaimana?"tanya bu Sari.


"Phoenix membayangkan bagaimana kalau David pergi seperti ibunya.


"Nek.... Phoenix tidak mau kehilangan Mas David.


"Phoenix janji akan mendengarkan semua penjelasannya.


"Phoenix takut kehilangan mas David,Phoenix harus bagaimana,nek?


"Masih marah, mas minta maaf,David menumpukan kepalanya dipundak Phoenix.

__ADS_1


"My little wife,jangan pernah pergi lagi?


"David memeluk Phoenix dari belakang tanpa memperdulikan yang lainnya.


"Jangan pergi jauh-jauh ,mas sampai lemes karena tidak jadi makan siang.


"Mas belum makan,lihat sekarang.


"Hehmm.... tiba-tiba David pingsan membuat yang lainnya panik.


"Mas...


"Hikksss....hikkss....


"Mas jangan pergi.. mas.


"Kakek....mas David kenapa, mengapa wajahnya pucat,kek.


"Phoenix tidak mau mas David meninggal.


"Sabar,tante Ayu sudah memanggil dokter.


"Sekarang Phoenix temani David,nenek akan membuat bubur untuk nak David.


"Iya,nek.


**//**//**//**//**


"Itu yang dikatakan dokter Irwan.


"Phoenix dengan setia menunggu David, siuman dari pingsannya.


"Sayang... bangunlah,aku merindukanmu.


"Apakah kau tidak lapar, ucap Phoenix dengan mengelus dada bidang David.


"Dadamu sangat lebar,pantas saja aku senang berada disini.


"Mas seperti aktor, cocoknya main film,bukan jadi pengusaha.


"Ini semuanya milikku, Aku tidak mau berbagai dengan orang lain.


"Phoenix menoel-noel dada David,mengelus dan menciuminya,harum Phoenix suka.


"Cepat bangunlah,Phoenix tersenyum lagi karena melihat bulu mata suaminya yang lentik.


"Aku menyukai semua yang kau miliki.

__ADS_1


"David tersenyum geli mendengarnya, sebenarnya ia sudah sadar saat Phoenix mengelus dadanya.


"Phoenix harus bertanggungjawab atas perbuatannya Ini.


"Phoenix kaget melihat mata David terbuka.


"Jantungnya berdebar tak beraturan.


"Phoenix ingin menarik tubuhnya,tetapi David sudah merengkuhnya dengan erat.


"Phoenix harus bertanggungjawab dulu, David ******* bibir Phoenix dengan lembut.


"Akhirnya mereka berdua benar-benar merasakan malam pertama,sampai melupakan rasa lapar.


"Phoenix malu karena dalam selimut,ia dan David tidak memakai apapun.


"David mengangkat dagu Phoenix dan kembali ******* bibirnya yang manis.


"Sampai lelah dan tertidur dengan rasa bahagia.


**//**//**//**//**


"Kami ingin merasakan tubuhmu yang indah dan murahan ini.


"Berani sekali kau mengganggu,mengusik keturunan keluarga Agresia.


"Malam ini kau akan melayani kami secara bergiliran.


"Aku tidak mau...


"Tidak masalah,kami akan menggunakan ini.


"Kau akan memiliki tenaga seperti dua ekor kuda pejantan.


"Setelah itu kami menjualmu dipasaran bebas.


"Breet... brett...


"Baju yang dipakai Lola disobek dengan kasar.


"Hatinya sangat hancur, malam ini ia harus melayani sepuluh pria secara bergiliran.


"Apakah ini yang dirasakan oleh perempuan-perempuan yang ia jual dengan pria-pria hidung belang.


"Bagaimana orang-orang ini tahu pekerjaan sampingan yang ku lakukan.


"Dia tidak boleh mati,karena ia harus dipasarkan.

__ADS_1


"Bersihkan,lalu dikemas,perintah salah satu diantara mereka.


__ADS_2