PAHIT

PAHIT
BAB 82


__ADS_3

"Uhuk....uhuk.. uhuk...


"Dokter Fahran,pasien sudah sadar.


"Lepaskan alat ventilatornya,perintah dokter Farhan.


"Sania mencoba membuka matanya,yang terlihat hanya seperti bayangan,sehingga ia menutup matanya kembali.


"Sean... jangan ganggu diriku,aku sangat lelah,aku ingin tidur.


**//**//**//**//**//**


"Uncle Alan.....


"Melihat kedatangan Alan Phoenix berjalan mendekatinya.


"Kenapa menangis,nak?"tanya Alan.


"Ibu... Uncle?"apa penyakit ibu sebenarnya, uncle?


"Uncle Alan akan menjelaskannya,setelah melihat ibumu.


"Baiklah,Phoenix akan menunggu hasilnya.


"Jaga Phoenix kami,jangan biarkan jiwanya terguncang,pesan Alan kepada David.


"Tentu saja aku akan menjaganya.


"Alan masuk kedalam ruangan ICU, dengan langkah lemah.


"Bagaimana mana hasil labnya,tanya Alan kepada Farhan.


"Ini hasilnya,hanya kau yang berhak menentukan,memberikan kesempatan untuk berbicara.


"saat membaca hasilnya,Alan tertunduk lemah.


"Mengapa kau melakukan ini Sania?"ini namanya bunuh diri,mengapa kau mempercepatnya?.


"Katakan bagaimana aku harus menjelaskannya padamu putrimu?


"Tidak lama masuklah seorang wanita paruhbaya mendekati Alan.


"Ma'am....sorry?"Alan memeluk Ny.Alenta.


"Alan meminta Gwen dan Helena untuk memantau keadaan Sania,karena ia mau berbicara dengan keluarga yang lainnya, terutama Phoenix.

__ADS_1


"Saat ia melihat ayahnya Sania,emosinya langsung naik.


"Ia menarik kemeja pak Atma Wijaya.


"Untuk apa kau datang kemari..... teriak Alan.


"Uncle ada apa,tanya Phoenix?


"Mengapa kau menyakiti ayahku,tanya Firman.


"Ingat baik-baik,phoenix?"dia kakekmu,ayah dari ibumu.


"Alan menangis dihadapan Phoenix.


"Dia tidak mau menolong ibumu,nak?


"Phoenix mendekati pak Atma Wijaya dan memukul-mukul dadanya.


"Mengapa kau kejam pada ibuku?


"Hikkss... hikksss.....


"Pergi dari sini,aku tidak mau melihat keluargamu.


"Security.... teriak Phoenix,usir mereka.


"Didepan keluarga Atma Wijaya,Phoenix menangkupkan kedua tangannya, meminta mereka untuk pergi,secara baik-baik.


"Dunia Phoenix benar-benar runtuh,diusia yang masih belia harus menerima kenyataan pahit didalam kehidupannya.


**//**//**//**//**//**//**


"Selamat pagi,pak Diky?


"Iya,ada apa?"tanya Diky.


"Maaf,pak?"Proyek kita dikota "A" pembangunannya dihentikan,dua investor penting membatalkan kontrak,mereka sudah memberikan uang ganti rugi atas pembatalan tersebut,pak.


"Apakah kalian tahu penyebabnya?"tanya Diky.


"Iya,pak?"karena perusahaan induk tidak mau lagi bekerjasama dengan perusahaan kita, menurut mereka keuntungannya sangat kecil.


"Kapan mereka memutuskannya,tanya Diky.


"Kemarin, Pak?"saya berkali-kali menghubungi bapak,selalu tidak ada jawaban.

__ADS_1


"Saya juga sudah mengirimkan pesan lewat email,tetapi tidak ada balasan dari bapak.


"Bukan hanya proyek dikota "A" yang mengalami masalah dua proyek lain pun kita mengalami kerugian,salah satunya harus gulung tikar.


"Ini gila..... gila... teriak Diky.


"Apa sebenarnya yang terjadi?"dalam satu hari,aku harus menelan kerugian yang tidak sedikit.


"Pa....ada apa?"tanya Lusi kepada Diky.


"Rapikan semua pakaian, kita pulang?


"Batalkan liburan,ada masalah diperusahaan.


"Aku tunggu dilobby hotel,ucap Diky.


"Tidak.. kau pasti mau bertemu anak,itu?


"Diky meraup kasar wajahnya,karena kesal dengan Lusi yang selalu curiga.


"Sudah Aku katakan dia itu bukan putriku,kau mengerti.


"Lusi,aku tidak mau lagi kita berdebat.


"Perusahaan kita sedang mengalami masalah,jadi aku mohon pengertianmu.


"Saat berada dilobby hotel,Diky melihat Phoenix digendong David menuju lift.


"Kasihan nona Phoenix,baru saja menikah sudah diberikan cobaan yang sangat berat.


"Terkutuklah pria yang tidak mengakuinya sebagai anak.


"Ucap salah satu staff hotel.


"Nyonya Sania perempuan yang sangat baik, karena bantuannya adikku bisa menyelesaikan kuliahnya,saat ini adikku mengurus beberapa proyek diluar kota.


"Mengapa ia harus bertemu dengan pria brengsek dan juga tidak tahu diri.


"Sudahlah,tidak enak didengar tamu hotel.


"Memangnya kenapa?"lihat Nona Phoenix tidak sanggup berjalan dan harus digendong suaminya.


"Sudahlah aku kesel denganmu,ayo kita kerja.


"Diky tahu ini adalah kesalahannya,dia tidak mau Lusi kelak menyakiti Phoenix.

__ADS_1


"Biarlah putriku, membenciku asalkan dia bahagia.


"Diky meninggalkan hotel,setelah melihat kedatangan Lusi.


__ADS_2