
"Hari ini aku sangat lelah,bermain mengikuti keinginan Phoenix.
"Kau sangat manis,sama seperti ayahmu.
"Dari makanan hingga hobi,jika waktunya sudah tepat,ibu akan mempertemukan kalian berdua.
"Ku kecup dahi Phoenix,putri kecilku.
"Sean aku kembali merindukanmu,tubuh indah ini tidak berarti tanpa sentuhanmu.
"Tungguin aku disana,sayang?"I love you
honey.
"Sania menatap foto Sean yang terpajang didinding dengan bingkai bertatahkan emas murni.
"Ku terlelap dengan mendekap tubuh putriku, Phoenix.
**//**//**//**//**//**
"Selamat pagi,ibu?
"Selamat pagi,sayang?
"Ibu mau memasak apa?"tanya Phoenix melihat bahan makanan diatas meja dapur.
"Pagi ini,ibu mau memasak nasi goreng seafood.
"Ibu sudah lama tidak merasakannya,ibu sangat merindukan masakkan Indonesia.
"Ibu lucu seperti anak kecil,ucap Phoenix.
"Ibu...?
"Hehmmm...?"ada apa, sayang.
"Rumah ini sangat besar,pasti sangat melelahkan untuk membersihkannya.
"Apakah Putri ibu menyukainya?"tanya Sania.
"Tidak..ibu?"Phoenix tidak suka karena hanya ibu dan aku yang tinggal disini.
"Hah.. Hah... Hah..
"Sania tertawa mendengar,jawaban Phoenix.
"Ibu juga sama denganmu, meminta daddy Sean pindah rumah,ibu takut sendirian karena rumah ini cukup besar.
__ADS_1
"Daddy Sean tidak mau pindah,karena ia sukai dengan interiornya.
"Dari hari kehari,akhirnya ibu suka tinggal disini.
"Apakah ibu sangat mencintai daddy?"tanya Phoenix.
"Iya, setelah ayahmu.
"Bedanya ayahmu belum memiliki cukup keberanian mempertahankan suatu hubungan,karena kami masih terlalu remaja saat itu.
"Tetapi usia ibu juga masih muda,saat mempertahankan Phoenix didalam rahim ibu.
"Ibu juga harus mendapat cacian dan hinaan dari orang-orang.
"Bu..?"bukan berdasarkan usia orang harus dewasa,tetapi keadaan yang mengajarkan kita untuk dewasa.
"Ternyata anak,ibu sudah besar.
"Sania mengacak-acak rambut putrinya yang tadinya sudah rapi menjadi berantakan lagi.
"Ting... tong.. ting... tong..
"Sayang, tolongin ibu?"buka pintunya,itu Kemungkinan pak Bram.
"Ibu memintanya untuk datang kemari membawa bahan makanan.
"Sania...?
"Sayang kita tunggu saja, mungkin Sania masih dikamar belum bangun.
"Ceklek,pintu terbuka.
"Alan langsung masuk,tanpa memghiraukan Phoenix yang berdiri depan pintu.
"Sania,lo ada dimana?"panggil Alan.
"Aku disini didapur,apakah kau tidak memiliki sopan santun,saat bertamu kerumah orang.
"Tante Sania... ?"Leon putra Alan dan Helena.
"Leon berlari mendekati Sania.
"Tante dan om Sean nakal, deh?" udah ngak mau datang kerumah Leon lagi.
"Apakah Leon merindukan tante?
"Hehm..
__ADS_1
"Kalian sungguh menggemaskan.
"Apakah kalian sudah berkenalan dengan putriku?
"Dimana putrimu, Aku mau melihatnya.
"Bukankah kalian sudah melihatnya.
"Dimana?"tanya Helena.
"Yang bukain lo pintu,itu anak gue?
"Allahuakbar,gue pikir itu pembantu,jadi gue suruh ambilin barang didalam mobil.
"Lo tega sama anak gue.
"Ibu..
"sudahlah,mereka tidak bersalah, Karena mereka tidak pernah lihat Phoenix, jadi wajarlah.
"Apakah dia Phoenix?"tanya Alan kepada Sania.
"Iya, mana yang cantik ibu atau anak?"tanya Sania kepada Alan.
"Tidak ada penilaian,karena bagiku perempuan tetaplah cantik.
"Prokk.. Prokk..?"hebat,berarti kami berdua seri,ucap Sania.
"Kalian duduklah kita makan bersama, ucap Sania melangkah menuju meja makan.
**//**//**//**//**//**
"Hai.?
"Selamat malam, semuanya.
"Malam, duduk bro?
"Bagaimana perputaran saham kali ini?
"Sangat bagus,karena perusahaan asing itu sudah ditinggalkan pemilik aslinya.
"Sepertinya, sebentar lagi akan gulung tikar. sesuatu terjadi terhadap perusahaan tersebut.
"Tidak masalah,sebaiknya kita bersenang-senang.
"Aku ingin turun dilantai dansa,ucap Romy.
__ADS_1
"Terserah, lo.
"Kalian turunlah,aku tetap diatas,ucap David karena males untuk berdansa malam ini.