PAHIT

PAHIT
BAB 41


__ADS_3

"Sean,wake up honey? ",Sania membangunkan Sean dengan memberikan morning kiss.


Menyatukan benda kenyal yang empuk dan manis.


"Mulai nakal lagi?. Jangan sampai aku kehilangan kendali", ujar Sean dengan menahan tengkung Sania.


Membalas kecupan Sania lebih dalam dan menyesap bibir atas serta bawah.


"Hehmmm, hangat", ucap Sean setelah melepaskan tautan bibir keduanya.


Dua bukit kembar Sania mengencang saat bersentuhan dengan dada bidangnya Sean.


Pergulatan malam yang mereka lakukan, membuat Sania tak ingin memakai apa pun.


Pakaiannya sudah Sean lempar entah kemana?. Ia pun tidak ingin mencarinya. Al hasil hanya selimut ini yang menutupi tubuh mulusnya.


Sean meremas dua bukit kembar Sania dan memainkan bagian ujungnya,tak segan-segan Sean menggunakan mulutnya untuk menghisap dua bukit tersebut seperti bayi yang sedang menyusui.


Sania mendesah dengan memanggil nama Sean.


"Sean... Aukh.. sihkk..", teriak Sania setelah mendapatkan pelepasannya.


Akhirnya tuntas juga fitness pagi ditempat tidur.


"Lihat ini membesar dan kencang,aku menyukainya". Sean memegang dua bukit kembar Sania.


"Itu karena ulahmu,selama menikah denganmu aku harus beganti-ganti ukuran bra*,ucap Sania tersenyum.


Sean pun tertawa mendengarnya.


"Ahak... ha..ha...


Akhirnya hasil kerjaku membuahkan hasil", ujar Sean.


"Honey,aku harus pakai apa pagi ini?",tanya Sania yang menyelimuti tubuhnya dengan selimut.


"Masak Iya, sih?.Aku seharian pakai selimut", keluh Sania yang ditanggapi Sean dengan senyuman.


"Tenanglah,aku sudah memesan pakaian tadi malam. Pagi ini akan diantarkan kekantor".


Baru saja Sean menyelesaikan ucapannya. Dari luar terdengar suara orang mengetuk pintu.


Tok.. tok.... tok....


"Who is outside?",tanya Sean saat pintu kamarnya diketok.

__ADS_1


"I'm Siska,sir?",jawab Siska.


"Yes, wait a minute",jawab Sean dari dalam.


Siska terkejut saat pintu kamar terbuka,Sean masih menggunakan piyama tidur.


Terlihat ada tanda merah di dadanya seperti gigitan seseorang.


Sean duduk dikursi kebesarannya dan menerima file-file yang diberikan Siska.


"Siska". Panggil Sean.


"*Yes, Sir?", jawab Siska.


"I ordered women's clothing and gave it to my wife,she was inside*".


Sean menunjuk kearah pintu kamar,kalau istrinya ada didalam.


"Yes, Sir?",sahut Siska lagi mengikuti arah telunjuk Sean.


"Asked the canteen waiter to bring two serving of toast and two glasses of lemon juice".


Sean meminta dibawakan dua roti bakar dan dua gelas jus lemon.


"Thank you,Siska".


"What time the meeting starts",tanya Sean kepada Siska.


"Nine o'clock in the morning",jawab Siska.


"If, then I return to my room,call me that breakfast has arrived".


Sean kembali kekamar dan meminta Siska memanggilnya,kalau sarapan paginya sudah datang.


Saat masuk kekamar,Sania sudah keluar dari kamar mandi. Rambutnya yang panjang bergelombang masih basah.


Sania mengambil handuk untuk mengeringkan rambutnya. Sean sangat suka dengan aktifitas Sania seperti ini.


Sean membuka lemari dan mengambil kaos untuk dipakai sementara sampai pakaian yang dipesannya datang.


"Mandilah,sebentar lagi kamu harus rapat",ucap Sania mengingatkan.


Setelah Sean masuk dikamar mandi.


Tiba-tiba pintu diketok lagi,sehingga membuat Sania panik.

__ADS_1


Tok.... tok..... tok......


"Sir, breakfast and clothes have arrived.


"Okay, wait".


Sania mondar-mandir didepan pintu kamar. Sania bingung harus berbuat apa?.


Klek.


Pintu kamar mandi terbuka. Sania bisa bernafas lega melihat Sean sudah selesi mandi.


"Sean makanan dan pakaian ada diluar, aku takut membukanya", ucap Sania dengan memajukan mulutnya.


Sania kaget,saat Sean mencium bibirnya.


"Tadi pagi sudah?",ucap Sania.


"Biarin, itu milik saya", ujar Sean berlalu


membuka sedikit pintu kamar dan mengambil pesanannya.


Siska dan pelayan kaget melihat rambut serta tubuh Sean masih basah. Karena Sean hanya memakai handuk saat keluar.


Jangan-jangan mereka habis perang-perangan ditempat tidur.


Sean mengambil nampan yang berisikan roti dan just.


"Honey,please?",Sean meminta Sania mengambil nampan ditanggannya.


Setelah itu mengambil paperbag yang berisikan pakaian.Sean menutup kembali pintu kamarnya.


Siska tidak bisa melihat wajah istri bossnya. Sania meletakan nampan yang berisikan roti bakar dan jus.


Sean dan Sania melahap habis roti bakar ukuran jumbo.


"Alhamdulillah,kenyang". Ujar Sania dengan mengusap perutnya.


Setelah itu Sean berpakaian untuk menghadiri rapat.


"Aku tinggal sayang", ucap Sean dengan mengecup bibir Sania.


"Iya, sukses selalu", balas Sania.


Sean menutup pintu kamar dan bersama-sama Siska menuju ruang rapat.

__ADS_1


__ADS_2