
"Assalamu'alaikum....
"Walaikumsalam....
"Phoenix menyambut kedatangan David, yang baru saja pulang dari kantor.
"Phoenix mengambil tas kerja yang ada ditangan David.
"Mau makan atau mau mandi dulu,tanya Phoenix.
"Mandi dulu,yank?"gerah, lengket dan bau badan.
"Phoenix siapin dulu air hangatnya.
"Thank you,honey?"cup, David mengecup bibir Phoenix yang sekarang lebih sensual.
"Mandilah,aku mau kebawah menyiapin makan malam,ucap Phoenix sambil menunjukkan minuman teh ginseng hangat diatas meja.
"Iya,thank you my little wife.
"Setelah Phoenix pergi,David berpikir bagaimana caranya mempertemukanku Phoenix dengan ayahnya.
"Phoenix harus tahu alasan Diky,mengapa tidak mau mengakui Phoenix adalah anaknya.
"Sebaiknya aku membicarakan hal ini kepada Alan dan juga Kakek Aris.
"Tok... tok... tok...
"Sayang.....
"Apakah ritualmu belum selesai,aku kelaparan menantimu.
"Iya, sebentar lagi aku keluar,my little wife.
"Mengapa mandinya seperti perempuan,apa yang dilakukannya dalam Sana?
"Sebaiknya aku intip saja,dia itu suamiku, bukan uncleku lagi.
"Phoenix membuka pelan-pelan,pintu kamar mandi.
"Apakah kau ingin mandi bersamaku?"Tanya David yang langsung menarik Phoenix masuk kedalam kamar mandi.
"Mulai nakal,sekarang kau harus membayar kenakalanmu ini.
"Aku masih kecil,sayang?"rayu Phoenix.
"Tidak masalah,aku sekarang paling suka yang kecil-kecil,tapi nakal sepertimu.
__ADS_1
"Lain kali aku tidak melakukan hal bodoh ini lagi,tubuhku rasanya pegal semua.
"Matanya mulai genit lagi.
"Mulai besok kita mandi bersama lagi?
"Tidak mau,bisa-bisa aku mati kedinginan,sungut Phoenix.
"Salah sendiri,mengapa diam-diam mengintipku sedang mandi?"tanya David.
"Karena mas lama sekali didalam Phoenix bosan,seperti perempuan saja.
"Ngapain didalam, lama-lama.
"Untuk memancing?"jawab David asal.
"Emangnya didalam kamar mandi ada ikannya.
"Ahhk....aku lupa kalau istriku belum mengerti bahasa orang berpengalaman,senyum David.
"Iya,sudahlah?"otakmu masih kecil untuk berpikir yang berat-berat.
"Sebaiknya kita tidur,mas besok ada rapat, sayang.
"Janji,tidak menggangguku malam ini?"tanya Phoenix kepada David.
"Entahlah,mas ngak tahu.
"Terkadang aku kasihan membuatnya lelah dipagi hari.
"Ahh....
"My little wife,sorry.
**//**//**//**//**//**//**
"Dokter Alan ada diruangannya,tanyaku kepada resepsionis.
"Apakah bapak sudah buat janji,dengan dokter Alan.
"Sudah.
"Sebaiknya bapak tunggu saja diruangannya, Karena beliau masih diruang operasi.
"Baiklah.
"Ruangan yang sangat elegant,David menyukai enterior ruangan Alan, sejuk dan nyaman.
__ADS_1
"Ceklek pintu terbuka.
"Selamat siang,tumben datang kemari,ada apa?"tanya Alan Seperti mengintograsi penjahat.
"Uncle Alan,kalau mau bertanya satu-satu ?"emangnya mau ujian,ujar David.
"Ada keperluan apa,sepertinya ini sangat penting,tanya Alan.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu,David menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan-lahan.
"Aku harap kau tidak marah-marah denganku.
"Apakah ini ada hubungannya dengan Phoenix,tanya Alan.
"Iya,Phoenix dan Diky.
"Apa maksudmu,David?
"Alan...
"Aku ingin Phoenix menjalankan hidup penuh dengan kebahagian,membuang rasa dendam, dan hidup dengan tenang.
"Aku tidak mau Phoenixku seperti Sania ibunya.
"Alan kehidupan Diky,sangat memprihatinkan.
"Ia hanya tinggal sendirian,disebuah rumah kontrakan.
"Anak dan istri meninggalkannya,saat ia dalam keadaan terpuruk.
"Aku tidak sengaja bertemu dengan,Diky.
"Ia menceritakan semua alasannya,mengapa ia menolak mengakui bahwa Phoenix adalah anaknya.
"Phoenix harus merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang,ayah.
"Phoenix butuh kasih sayang seorang ayah pelindung untuknya.
"Suami dan ayah itu berbeda,walaupun sama-sama lelaki.
"Sania tidak pernah merasakan pelukkan hangat seorang,ayah!"sampai ia tiada ayahnya tidak mau menyentuhnya.
"Aku tidak mau Phoenixku seperti itu,aku bisa merasakan ada kekosongan disela-sela hati kecilnya yang belum terisi.
"Bantulah aku untuk mempertemukan dan mempersatukan mereka berdua.
"Ucap David dengan mengatupkan kedua tangannya didepan dada.
__ADS_1
"Alan menyetujuinya,karena melihat kesungguhan David.
"Baiklah,aku akan membantumu,ucap Alan kepada David.