PAHIT

PAHIT
BAB 39


__ADS_3

"Good morning,honey?",ucap Sean mencium bibir Sania.


"Good morning,Juice?",thank you,honey.


"Honey...?", Sania mengedipkan matanya untuk mengingatkan Sean tentang janjinya.


What is it, honey?",Sean melihat kearah Sania, seolah-olah tidak mengerti kode yang diberikan Sania.


"Your promise?",ucap Sania dengan mengelus-elus dada bidang Sean.


"What promise?",tanya Sean pura-pura lupa.


"Sean.." .Teriak Sania kesal. Rasanya Sania ingin menangis saja melihat Sean sibuk dengan ponsel ditangannya.


Sania menyebutkan nama kuda putih yang ia sukai dengan airmata yang menggenang dikelopak matanya


"Almaoura",ucap Sania lirih bersamaan dengan airmata yang menetes.


Sean tak tega mengerjai Sania lebih lama lagi.


"Lihat disana?", Sean menunjuk halaman belakang dimana Almaoura sudah menunggu dengan pasangannya.


"Ahkkk.....", Sania menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia menyeka airmata yang jatuh mengenai pipinya.


Sania berlari mendekati Almaoura."Kau manis sekali", ucap Sania mengelus punggung Almaoura.


"Bulu-bulumu sangat lembut Almaoura", ujar Sania. Sambil mendekati kuda yang berbulu coklat.


"Apakah dirimu menyukai Almaoura,dia pasangan yang manis untukmu", ujar Sania setelah itu tertawa lepas.


Scot bertanya kepada Sean apakah Sania wanita yang normal. Melihat Sania asyik berbicara dengan kuda.


"Sean,is Sania a normal woman?",Scot bertanya kepada Sean untuk memastikan.


"What d you mean?",tanya Sean dengan membesarkan matanya. Tidak terima kalau Sania dikatakan tidak normal.


"Sania is not crazy",jawab Sean menatap tajam pada Scot.


Scot dan Paul baru kali ini melihat Sean sebegitunya membela wanita.

__ADS_1


"Aku rasa ia benar-benar jatuh cinta",gumam Paul dalam hati.


Di lain tempat ada seseorang wanita menahan kecemburuan. Dia adalah Leticia.


Leticia tidak menduga,kalau Sean dapat bangkit dari keterpurukkan.


"Apakah itu kekasih barunya?. Tetapi kalau hanya sebagai kekasih, mengapa mereka memakai cincin yang sama?". Gumam Leticia dalam hati.


"Apakah itu cincin pertunangan atau pernikahan?.Lalu mengapa Ny.Alenta tidak mempublikasikannya?. Apakah ini masih dirahasiakan?".


"I'm sorry. Sean betrayed you.I will make you come back to me".Gumam Letici dalam hati dengan tangan terkepal.


Leticia ingin membuat Sean kembali padanya. Leticia mungkin amnesia dengan kesalahannya.


"Hello Leticia,how are you?",Leticia sangat terkejut saat tubuhnya peluk seseorang yang tidak asing baginya, Evan Shelvano.


"I love you,honey",Evan menodongkan senjata dibalik jaket yang dipakai Leticia.


"If you move,I'II make you sit in the wheelchair", Leticia terpaksa mengikuti kemauan Evan dari pada nantinya, ia harus seumur hidup duduk dikursi roda.


Inilah karma yang harus ku terima,hasil pengkhianatan yang berujung derita.


Aku pikir Evan benar-benar mencintaiku, tetapi hanya dijadikan boneka seksnya saja.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Sania sepertinya Almaoura menyukaimu", ujar Sean.


"Sudah berapa lama Almaoura dan Alonso tidak bertemu?",Sania bertanya kepada Sean.


"Maybe around three to four years", jawab Sean. Mata Sania membulat seperti tidak percaya dengan pendengarannya.


"Sean mengapa kau tega. Setidaknya saat ini mereka sudah mempunyai Keturunan", ucap Sania dengan mata menatap tajam kearah Sean.


"You crazy,I do not like you",Sean tertawa mendengar kemarahan Sania.


Ada kebahagian tersendiri,dihatinya bisa memiliki Sania walaupun belum sepenuhnya.


Jika kehadiran seorang anak dapat mengikatmu menjadi milikku seutuhnya, aku akan melakukannya untukmu,Sania.

__ADS_1


Wanita Asia yang manis.


"Honey,bagaimana Kalau aku menginginkan anak bermata hitam sepertimu?", tanya Sean.


Sania membulatkan matanya.Ia tidak setuju. "Not,Sean not?",anak kita harus bermata biru.


"Almaoura and Alonso,go in for your own child", Sania berbicara dengan kedua kuda yang berbulu.


"Apa mereka mengerti, ucapan Sania", Sean heran Almaoura dan Alonso benar-benar masuk kandang,ajaib.


"Apa Sania mengerti dengan bahasa hewan?", gumam Sean dalam hati.


"What happened to you two?",tanya Ny.Alenta.


"What happened,Sean?",tanya Ny.Alenta kepada Sean.


"Child problems",ucap Sean singkat karena ingin mengejar Sania.


"Sania,sayang?. Jangan marah,mari kita bicarakan dulu".


Sean melihat Sania sedang duduk dipinggir tempat tidur. Ia masih memasang wajah cemberut.


"Kita serahkan saja kepada yang Kuasa kita hanya menjalakannya saja", ucap Sean.


"Apakah kau ingin membuatnya sekarang?",tawar Sean.


"No, I'm hungry?.I don't eat breakfast", ucap Sania


"Kita kedapur,masak spaghetti", usul Sania.


"Tunggu ada panggailan masuk", ucap Sean.


"Hello,sir Sean?.Can you tonight,there is a little problem", ucap seseorang diseberang sana.


"Oke.


Kami akan pulang", ucap Sean.


"Kita harus pulang malam ini", ujar Sean.

__ADS_1


Ada gurat kekhawatiran diwajah Sean. Sania hanya berharap Sean selalu di lindungi.


__ADS_2