PAHIT

PAHIT
BAB 20


__ADS_3

"Flashback "


"Sania..!",panggil Lola.


"Iya,ada apa Lola?",tanya Sania.


"Kita kedatangan tamu pengusaha dari luar, katanya mencari istri untuk menemani dia selama di Indonesia".


Sania memutar bola matanya, males mendengar ocehan ngak penting dari Lola.


"Terserah, gue ngak ambil pusing. Itu orang mau cari istri atau perempuan simpanan ngak ada hubungannya ama gue", ujar Sania berlalu pergi meninggalkan Lola.


"Sania dengarin gue",cegah Lola.


"Gue harus kerja Lola,agar gue cepat pulang,gue harus menyelesaikan ketikkan skripsi,gue", ujar Sania.


Inilah Sania yang sekarang, pagi kerja paruh waktu,siang kuliah sampai sore,malam hari kerja diclub malam.


Sania merasa ponselnya bergetar. Melihat ada panggilan masuk dari putri kecilnya.


Sania merasa khawatir ada apa dengan putri kecilnya?. Sania berlari keluar untuk menerima panggilan masuk dari putri kesayangan.


Saat ini ia sedang bekerja diclub malam dan tidak mau kalau putrinya tahu. Sania mengeser ikon hijau untuk menjawab panggilan putrinya dengan jarak agak jauh dari club.


"Halo, sayang ada apa?", tanya Sania.


"Cup", putrinya mencium pipi Sania.


"Phoenix kangen dengan ibu?",dengan menunjukan jarinya yang terluka.


Sania meniup-niup jari tangan putrinya yang terluka,melalui video call. Sehingga Phoenix tertawa.


"Mengapa bisa terluka, sayang?", tanya Sania dengan mengusap pipi putri kecilnya.


"Phoenix mau bantu nenek Sari masak, ngak sengaja pisaunya melukai jari Phoenix,bu", adunya.


"Lain kali kalau membantu nenek masak, Phoenix pilih yang sesuai dengan kemampuan Phoenix", nasehat Sania.


"Iya,bu. Phoenix akan mengingat nasehat ibu", ujarnya.


"Ibu, Phoenix mulai ngantuk", ucap Phoenix.


"Ponselnya berikan ke mbok Nana, sayang", ujar Sania.


Phoenix langsung memberikan ponselnya kepada mbok Nana.


"Non Phoenix hanya ingin memberitahukan kepada Nyonya,kalau jarinya terluka",cerita mbok Nana.

__ADS_1


"Iya, mbok. Terima kasih mau mengasuh Phoenix. Jaga Phoneix sampai saya kembali", pinta Sania.


Sania beruntung bisa bertemu dengan mbok Nana. Dan mau mengasuh putri setelah dibuang anak-anaknya.


"Dadah... sayang,selamat tidur", ucap Sania.


"Dah,ibu?".


Sania mengakhiri pembicaraan. Sania, ingin menghapus airmata yang mengalir membasahi pipinya.


Tiba-tiba ia merasakan ada sebuah tangan yang menghentikan gerakannya, lalu menghapus airmatanya.


Sania sangat terkejut melihat seorang pria sudah berdiri dihadapanya.


"What make you sad?",tanyanya padaku.


"No, sir?",Jawabku karena merasa sangat aneh, ada orang asing yang ingin tahu masalah pribadiku.


Ia menahan tubuhku saat aku ingin masuk kembali.


"May I know you ?",ucapnya pada Sania.


"No, sorry",jawab Sania.


"Please?",ucapnya padaku.


"Oke..!",aku mengulurkan tanganku.


"Sean Alexsander".


"Please,let me in because I have to work again".


Aku tidak ingin gajiku dipotong lagi, hanya masalah sepele. Aku juga heran bagaimana bisa tiba-tiba ia sudah berdiri dihadapanku.


Apakah ia ingin memperdagangkanku,akan ku bunuh dia kalau sampai itu terjadi, batin Sania dalam hati.


"Hai..


"Mister Sean?".


"Hai, mister Eko".


"Where are you from,Mr.Sean".


"I just want to see this place,Mr.Eko".


"Mr. Eko..!", panggilnga.

__ADS_1


"Iya.


"Can you bring Miss Sania to me tomorrow night".


Eko sangat kaget mendengar permintaan Mr. Sean. Bagaimana ia bisa mengenal Sania, perempuan yang selalu menjaga prinsip.


Aku saja sering ditolak. Kalau semua wanita ingin berada dipangkuanku, Sania kembalikannya,kesannya dingin dan cuek.


Kalau aku tidak bisa membujuk Sania,maka kerjasama ku dengan Mr.Sean akan berakhir.


Karena sangat sulit untuk mencari investor asing yang mau menanamkan modalnya diperusahaanku.


"Oke, I'II bring Miss Sania to you", balas Eko.


"Oke, Mr. Eko. Then excuse me, see you tomorrow night", ucapnya.


Sean tidak mengerti,mengapa ia bisa menyukai Sania hanya dalam hitungan menit. Tak mudah baginya menjatuhkan pilihan dalam waktu singkat.


Ia melajukan mobilnya membela jalan ibukota yang masih ramai. Sampai dirumah,ia disambut para pelayan yang baru saja bekerja padanya.


Ia memasuki kamarnya dan langsung meredamkan tubuhnya kedalam bathroom, untuk melepas lelah.


*/*/*/*/*/*/*/


"Sania...?",panggil salah satu bodyguard Eko.


"Iya, ada apa?",jawab Sania.


"Dipanggil boss, cepat", ucapnya berlalu pergi.


"Baiklah", Sania berjalan menuju lantai atas.


Sania mengetuk pintu.


Tok... tok... tok..


"Masuk", jawab sang boss.


"Bapak memanggil saya?",tanya Sania.


"Iya.


Dengar Sania, besok malam kamu harus melayani tamu VIP dari luar negeri.


saya akan memberikan bonus dua kali lipat dari gajimu. Dan tidak ada kata menolak", tukas Eko.


"Baiklah?", ucap Sania.

__ADS_1


Sania keluar dari ruangan, pada akhirnya tubuhku juga akan dinikmati banyak pria hidung belang.


Aku harus bagaimana lagi, mungkin sudah begini jalan hidupku.


__ADS_2