
Pemandangan seperit inilah yang ingin Sean lihat setiap pagi. Melihat Sania sibuk di dapur. Tangannya yang lincah menggunakan peralatan dapur membuat kesan seksi dimata Sean.
Sean memeluk Sania dari belakang. Dan membuat Sania kaget dan hampir Sania memukul Sean dengan sendok sayur ditangannya.
"Sayang.. kau membuatku kaget. Jangan memelukku seperti ini, aku bau bumbu,sayang..".
Sania berusaha mendorong tubuh Sean agar menjauh darinya. Bukannya menghindar Sean mempererat pelukkannya dan mencium leher putih Sania yang mengkilat karena tetesan keringat.
"Mana jus untukku,sayang?. Aku tidak melihatnya",ucap Sean kepada Sania.
"Sean disini banyak orang,aku malu?. Jangan seperti ini tidak enak dilihat,sayang", ujar Sania.
"Aku tidak perduli,karena kau istriku. Hari ini dokter kandungan akan datang kerumah,dan disini nanti ada malaikat kecil kita". Sean mengusap perut Sania yang masih rata.
"Really,Sean?",tanya Sania dengan mata yang berkaca-kaca. Menyandarkan kepalanya didada bidang Sean.
Dan bermanja-manja dengan mengecup bibir Sean berulang-ulang. Itu menjadi tontonan live keluarga Sean saat menuju dapur.
Sania lupa kalau saat ini semua orang sedang memperhatikannya.Sean sengaja tidak memberitahukan Sania dan meminta semua untuk tidak bersuara.
"Sudah atau masih lama",tanya Sean kepada Sania.
"Masih lama dan lama banget",jawab Sania yang tidak menyadarinya.
Ny.Alenta memvideo adegan dipagi yang cerah ini.
"Sean mau jusnya", ucap Sania.
Sania tidak mau dari gelas. Tetapi dari mulutnya Sean,karena kelihatannya segar.
Sean mengikuti keinginan Sania, Sean meminum jus dan memberikannya kepada Sania lewat mulutnya.
Sania menyedotnya dengan perlahan-lahan.
"Aku menghabiskannya,aku bisa Sean", ucap Sania bangga, biasanya ia selalu gagal melakukannya.
"I'm a great,and an Empty one",teriak Sania bangga.
__ADS_1
Sania berhenti berteriak mendengar ada benda yang jatuh dan ada banyak orang yang melihatnya.
Sania kembali memeluk Sean,ia sangat malu.
"Sean mengapa tidak ngomong kalau mereka ada disini", tanya Sania yang membenamkan wajahnya didada Sean.
"Sengaja", ucap Sean dengan santainya membuat Sania mengeratkan pelukannya.
"What you rogue?.I'm hungry, Sean".Bisik Sania dengan lirihnya.
"Honey,do you not want to meet the doctor?",ucap Sean kepada Sania.
Semua melihat kebelakang. Gwen berdiri dengan ekspresi kaget melihat kemesraan Sean dan Sania.
"Hey, Gwen let's have breakfast together",ucap Ny.Alenta kepada Gwen.
Sean memperkenalkan kepada Gwen kalau Sania adalah istrinya.
"Hi, Gwen introduce this is Sania my wife", ucap Sean.
Gwen tertegun melihat kecantikan Sania, yang sangat alami. Ini lebih cantik dari Leticia. Batin Gwen bergemuruh resah.
"Gwen, Dr.Gwen", ucap Gwen.
"Gwen is my adopted sister",uccap Sean menjelaskannya pada Sania.
"Oh, Really?", Sania sangat bahagia mendengarnya.
"Honey,I'm so hungry?",ucap Sean memelas.
Semua heran melihat perubahan makan Sean yang lahap.Ny.Alenta baru melihat kalau Sean sekarang lebih berisi dan bersih.
"Paul dan Scot,melihat kearah Gwen yang terlihat sedih.
"I'm full, honey.I want to take a shower",
Sean mencium kedua pipi Sania yang mulai berisi. Tak lupa membersihkan sisa susu yang membasahi bibir Sania dengan bibirnya.
__ADS_1
Kedua mata Sania melotot dengan aksi Sean yang tiba-tiba. Sean berlari sebelum mendapatkan cabitan kepiting Sania yang perih.
Para pelayan dan keluarga sangat suka melihat perubahan Sean. Senyum yang lama hilang kini telah terbit kembali seperti matahari pagi.
"Ma'am,I have permission to follow Sean upwards", ucap Gwen kepada Ny.Alenta.
Sania merasa ada sesuatu antara Sean dan Gwen. "Apakah kehadiranku,merusak hubungan mereka?", tanya Sania dalam hati.
Sean kaget melihat Sania sudah berada diatas tempat tidur dan melihat air mata yang mengalir disudut matanya.
Sean merengangkan kedua kakinya Sania dan membuka pakaian yang menempel ditubuh Sania,membuangnya disembarang tempat.
Tubuhnya yang masih basah dengan air menempel ketubuh Sania. Setiap bersentuhan dengan Sean,Sania bisa melupakan kesedihannya.
Setelah bergelut diranjang,sekarang pindah dikamar mandi.
Hampir dua jam,baru mereka turun kebawah. Sean menceritakan kepada Sania,bahwa Gwen menyukainya sejak kecil sampai sekarang.
Tetapi, ia tidak ada rasa terhadap Gwen,sama seperti dirimu tidak mempunyai rasa terhadap David.
Gwen menitikan airmata karena tidak akan ada harapan bisa memiliki Sean.
Sekarang aku harus merelakan Sean untuk orang lain.
Aku akan membantunya untuk memberikan aku keponakan yang lucu dan imut.
"A long time ago,my patients aren't just you two",ucap Gwen jengkel,setelah melihat mereka turun kebawah.
"Sorry Gwen",ucap Sean.
"I will draw the blood of both of you.During this one week you should not drink alcohol".
Ujar Gwen meminta kepada mereka berdua untuk menjaga kesehatan dan harus menghindari minuman yang beralkohol.
Sean mengirimkan sampel darahnya dan Sania sebelum keduanya datang ke Paris.
Gwen mencari waktu yang tepat untuk membicarakan masalah kesehatan mereka berdua.
__ADS_1
Sebelum itu ia akan memeriksa hormon kesuburan keduanya.