PAHIT

PAHIT
BAB 92


__ADS_3

"Selamat datang,nak?"dikehidupan ayah dan ibu.


"Letakkan putra anda di dada,pak?"ucap dokter kepada David.


"David menangis,karena untuk pertama kalinya jantung David berdetak, merasakan untuk pertama kalinya ia menjadi seorang ayah.


"Terima kasih sayang telah berjuang untuk anak kita,buah hati kita,ucap David.


"Sambil mendekap putranya.


"Tidak lupa David mencium puncak kepala Phoenix,ada rasa bangga yang begitu luar biasa untuk my little wife,yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.


"Phoenix tersenyum walaupun tubuhnya masih lemah,ia merasa bangga bisa melahirkan putranya dengan selamat,sumber dari kebahagian keluarga kecilnya.


"Ya, Allah.


"Hari ini aku resmi menjadi seorang ibu,ucap Phoenix dalam hati.


**//**//**//**//**//**


"Semua keluarga boleh masuk,ucap perawat dengan membuka pintu ruang rawat Phoenix.


"Seluruh keluarga tidak sabar menunggu untuk menunggu untuk melihat bayi tampan hasil dan usaha dari David dan Phoenix.


"Alhamdulillah....


"Ya,Allah.


"Tampannya cucu Oma,selamat datang,nak?


"Mama David menggendong cucunya secara berganti.


"Kau tahu,nak?"Kakek dan ayahmu seumuran.


"Ayahmu,ayah ganteng dan kakekmu menjadi kakek paling ganteng.


"Kalau nenek Saniamu masih ada,mungkin dia yang paling bawel dan bahagia menjadi nenek paling cantik.


"Selamat datang dikeluarga besar kami.


"Ahh...


"Bu.. kita jadi eyang kakung dan eyang putri.


"Aku adalah Kakek yang paling tampan,ucap Arga.


"Aku dan Phoenix merasa bahagia karena Kehadiran "SEAN ARYAN SAHID" menyatukan kedua keluarga.


**//**//**//**//**//**

__ADS_1


"Sudah satu minggu baby Sean berada dirumah.


"Sekarang mama dan papa pindah kerumah kami hanya demi cucu mereka.


"Setelah menyusui baby Sean,Phoenix meletakkan Sean didalam box bayi.


"Yang....


"Meletakkan kepalanya dipangkuan David.


"Ada apa,aku belum bisa menyentuh masih lama,ucap David dengan memberikan kecupan dibibir Phoenix.


"Dasar pikiran mesum.


"Yang... aku meminta sedikit bantuanmu,ucap Phoenix gugup.


"Hehmm...


"Tumben,minta bantuan.


"Apa yang menjadi keinginanmu,tanya David.


"Bisakah dirimu mencari keluarga ibu,aku mau bertemu mereka.


"Aku ingin melupakan masa lalu yang buruk dan memulai awal yang baru.


"Bisakah kita membantu mereka,aku tahu ibu melakukkannya demi diriku dan airmataku.


"Aku mohon sebelum Aqiqah anak kita, mereka sudah ditemukan dan berkumpul jadi satu.


"Tetapi sebelum mereka ditemukan,aku tidak mau mengadakan syukuran Aqiqah anak kita.


"Baiklah,aku akan mencarinya untukmu, ucap David.


"Sebenarnya,David sudah tahu keberadaan keluarga Sania,hanya menunggu keputusan dari Phoenix.


**//**//**//**//**//**


"Setelah tiga bulan baby Sean baru syukuran Aqiqah.


"Phoenix menitikkan airmata bahagia melihat kedatangan pamannya.


"Paman Firman...


"Phoenix berdiri dan berjalan mendekati Firman.


"Phoenix menangis didalam pelukkan Firman.


"Kemana paman selama ini?"tanya Phoenix.

__ADS_1


"Kau seperti ibumu,lembut walaupun sering disakiti.


"Paman menyendiri,menyesal tidak bisa menjadi kakak yang baik untuknya.


"Sampai ibumu menutup mata, paman tidak bisa membelanya.


"Sekarang ibu sudah tenang paman,ibu hanya ingin keluarganya utuh kembali.


"Firman tersenyum karena bahagia,rasa bersalah terasa berkurang melihat kebahagian Phoenix.


"Dari keluarga ibu hanya paman Firman yang mau datang keacara syukuran putraku.


"Bagiku itu tidak masalah,suatu saat mereka pasti akan menerimaku,hanya butuh waktu.


**//**//**//**//**//**//**//**


"Hari perayaan ulang tahun Sean Aryan Sahid, putra kami.


"Tidak terasa Sean sudah berusia satu tahun.


"Sebenarnya aku dan Phoenix tidak mau ada perasaan besar-besaran,karena permintaan grandmother Alenta,mau tidak mau kami harus mengundang para kolega.


"Malam ini Phoenix menggunakan gaun berwarna biru sama dengan tuxedo aku dan Sean.


"Kulitnya yang putih menambah keanggunannya.


"Semua mata tertuju kearah mereka bertiga.


"Waw.... "Keluarga Elegant,ucap para tamu.


"Lagu ulang tahun pun dinyanyikan bersama-sama untuk putraku buah hati kami.


"Pada hari itu nenek Alenta menjelaskan sila-sila keluarganya dan Sean putraku salah satu pewaris termuda dalam sila-sila keluarga Agresia.


"Ternyata aku adalah cicit dari Nenek Alenta, karena Kehadiran ibu diam-diam nenek mencari tahu siapa orangtua,ibu sebenarnya.


"Dia berhasil menemukan orang yang telah menculik putrinya.


"Yang nenek Alenta sesalkan,terlambat mengetahuinya, setelah ibu tiada semua baru terungkap.


"Ya, Allah.


"Aku berterima kasih pada-Mu.


"Atas semua Rahmat-mu.


"Lindungilah seluruh keluargaku.


*****End*****

__ADS_1


__ADS_2