
Melihat Sean pulang dengan wajah ceria, menarik rasa penasaran Sania.
"Good night,honey?", ucap Sean merangkul pundak Sania merapat kedalam pelukannya.
"Good night?, senyuman yang indah pasti ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku. Cepat katakan padaku",ucap Sania dengan menghirup aroma tubuh Sean.
Sean mengangkat tubuh Sania dan membawanya duduk disofa. Yang membuat Sania makin penasaran.
"Sean...!!! Katakan apa itu,aku ingin tahu". Dengan suaranya yang manja Sania menggunakan jari membuat lukisan abstrak di dada Sean.
Sean paling tidak tahan melihat sikap manja Sania. "Aku akan memberitahukannya setelah melakukan ini".
Sean langsung ******* bibir manis Sania. Sania memejamkan matanya menikmati ******* yang Sean berikan.
Sean ingin menghapus bibir Sania yang basah akibat ulahnya.
Sania menahan tangan Sean saat ingin mengusap bibirnya yang basah.
"No. Biarkan saja, inilah pelembab bibir alami. Sangat disayangkan kalau sampai dibuang".
Sean sangat gemas melihat tingkah Sania menurutnya sangat unik.
"Thank you,honey?",ucap Sean.
Sania membelai pipi Sean yang putih bak kapas. Entah mengapa ada rasa takut kehilangan Sean.
"What is it, honey?",tanya Sean melihat tatapan Sania yang kosong.
Sania merebahkan kepalanya di dada Sean, tanpa bicara apapun. Ia meresapi aroma parfum yang masih menempel dikemeja yang dipakai Sean.
Sean mengelus punggung Sania, ia tahu ada sesuatu yang meresahkan hati Sania.
"Dua minggu lagi kita akan terbang ke Paris. Undangan peluncuran produk baru yang menjadikan kita sebagai modelnya.
Kita juga akan melakukan program kehamilan. Aku sudah membuat janji dengan dokter ahli kandungan"
"Is that true,Sean?",Sania menangkupa kedua pipi Sean dengan kedua tangannya.
"Yes, are you happy?", tanya Sean.
__ADS_1
"Yes, Sean! I'm happy?. Thank you very much,dear", ucap sania dengan titik airmata yang menetes dipipinya.
Sania sangat bahagia dan menangis dalam pelukkan Sean. Sean merasakan kedamaian, ketentraman, dan kebahagian dalam hidup semenjak hidup berumah tangga bersama Sania.
*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Hello,madam Alenta? How are you?".Sapa, Gwen kepada perempuan yang telah membesarkan dirinya dan Sean.
"Hello,my dear baby?. I'm fine. How are you?", tanya Ny.Alenta.
"I'm fine,madam. Did Sean contact you?", tanya Gwen.
Ny.Alenta tahu kalau Gwen sangat menyukai Sean,tetapi Sean tidak memiliki rasa terhadap Gwen. Karena Gwen sudah dianggap seperti adik bagi Sean.
"I invited Sean to come to Paris. Because he is the model of the diamond exhibition this time",ucap Ny. Alenta kepada Gwen.
"Mengapa Sean menjadi model dari pameran berlian-berlian Ny.Alenta.
Tidak biasanya Sean terjun langsung dalam masalah ini.
Ada apa yang terjadi pada Sean yang tidak aku ketahui?",bertanya-tanya Gwen dalam hati.
"Not yet dear,Sean hasn't given me any news.
"Tetapi mengapa Sean menghubungiku?.Ada keperluan apa Sean menghubungiku kali ini?",tanya Gwen. Ini semua membuatku pusing, ungkapnya dalam hati.
"What happened,my dear?",tanya Ny.Alenta karena tidak ada jawaban dari Gwen.
"Nothing,if Sean contact me again", ujar Gwen.
Karena tak ada jawaban pasti Gwen pamit pulang dan akan datang lagi setelah Sean kembali.
Ny.Alenta mengantar kepulangan Gwen sampai diteras rumah. Melambaikan tangan saat Gwen meninggalkan halaman rumah.
Ny.Alenta,agak sedikit bingung dengan sikapnya putri angkatnya.
"Apakah Gwen masih ada hati dengan Sean?. Ahh.. mengapa anak itu selalu berharap kalau Sean mau membalas cintanya.
Apakah Sean menghubungi,Gwen?Sebaiknya aku menghubungi,Sean", ujar Ny.Alenta.
__ADS_1
Diseberang sana kedua insan ini masih terlelab tidur. Suara ponsel Sean terus berbunyi membuat Sania terbangun dari tidurny.
Drrrrt....drrreeet....
"Sayang, ponselmu berbunyi?", ujar Sania.
"Try to see honey, from whom?. I still want to sleep. I'm so tired", ucap Sean ingin kembali tidur.
"From Ms.Alenta", ujar Sania. Sean mendengarnya akhirnya membuka mata dan meminta segelas air hangat kepada Sania untuk mengumpulkan kesadarnnya.
Sania memberikan ponselnya kepada Sean.
"Hello,madam Alenta,what's up with me?. Did something happen?".
"Aku tidur lagi.It was all because of your little sister who always bothered me",ucap Sania dengan menunjuk kearah paling intim milik, Sean.
Sania tidak mau tahu Sean berbicara sama siapa,karena ia sangat mengantuk. Nanti Sean juga akan menceritannya.
Sean hanya bisa tersenyum kecil dan membiarkan Sania tidur dengan mencium pipinya Sania yang mulai berisi.
Karena kenakalan Sean, Sania bisa tidur pukul dua pagi,dia juga tidak mengerti mengapa adik kecilnya Sean,udahlah seperti itulah susah untuk menjelaskannya.
Ny.Alenta tak sengaja mendengar suara wanita disana.
"Nothing happened,child?", tanya Ny.Alenta.
"Oh, thank God?",ucap Sean lega karena tidak biasanya ibu angkat yang ia sayangi menghubunginya seperti ini.
"Who are you with there?",tanya Ny.Alenta.
"I'm with my wife?",ucap Sean dengan melihat wajah Sania.
"Why don't you share this happy news?", tanya Ny.Alenta sedikit kesel.
"Later, I'II tell you everything after we are in Paris",ucap Sean.
"Alright we will await the arrival of you two?",ujar Ny.Alenta.
"Okay?",Sean mengamati wajah sania setelah mengakhiri panggilannya.
__ADS_1