PAHIT

PAHIT
BAB 83


__ADS_3

"Aku dan Phoenix keParis untuk pemakaman Sania,karena permintaannya ingin bersama Sean.


"Aku baru tahu kalau Sean adalah partner kerjaku untuk mendirikan rumah sakit yang saat ini dipimpin oleh Alan Santoso Agresia.


"Ibu... daddy.....


"Phoenix sudah menghantarkan kalian berdua untuk tinggal bersama.


"Daddy...ibu selalu merindukan daddy, baik dalam tidur maupun lamunan,dalam keadaan sakit pun ibu selalu memanggil nama daddy


"Sekarang Phoenix serahkan ibu kepada daddy,jaga dia.


"Phoenix mengusap nisan Sania dan Sean.


"Meletakkan seikat bunga dimakam keduanya.


"Phoenix kembali menangis memeluk erat tubuh David, jangan meninggalkanku seperti ibu dan daddy.


"Aku bisa hancur tanpamu,mata Phoenix kembali menghangat.


"Jangan berbicara seperti Itu lagi, my little wife.


"Iya, aku sangat kecil,ucap Phoenix.


"David berhasil membuat Phoenix tersenyum dibalik mata sembab yang membengkak.


"Itu tidak luput dari perhatian Ny.Alenta.


"Ibu aku tidak akan melupakan nashetmu, untuk menjaga kehormatanku.


"Aku pasti akan memberikan apa yang menjadi milik suamiku atas diriku.


**/Flahsback /**


"Alan.... dimana putriku?


"Apakah kau bisa mengenaliku,tanya Alan?


"Tentu saja,memangnya kau semut tidak bisa ku kenali.


"Are you all here?"where are you coming? (Kalian semua ada disini?"kapan kalian datang?)"tanya Sania melihat kedatangan Ny.Alenta,Scot,Paul,dan Gwen.


"Mata Sania melihat kearah pintu,dan disudut bibirnya ia tersenyum.

__ADS_1


"Kau datang menjemputku,mengapa berdiri dipintu,masuklah?


"Phoenix yang baru datang langsung memeluk ibunya.


"Dimana daddymu, mengapa dia pergi?


"Phoenix mengerti saat dirinya datang, ibu pikir itu adalah daddy.


"Kapan kau datang,nak?"mana suami David?


"Aku ada disini,apakah kau tidak melihat aku yang sudah sebesar gajah?


"Sania tersenyum sumringah,mendengar candaan David.


"Uhukk... Uhuk....uhuukkk...


"Kembali darah keluar dari hidung dan mulutnya.


"Sebaiknya kau istirahat Sania, ucap Alan mengisyaratkan kepada yang lainnya untuk keluar.


"Alan....


"Sania memanggil Alan mengisyaratkan untuk tidak pergi dengan memegang tangan Alan.


"Sania memegang tangan David dan Phoenix.


"Putriku untukmu,bimbing dia David jika ia melakukan kesalahan.


"Aku ibu yang buruk untuknya,jangan jadikan dia sepertiku.


"Kau sudah menjadi seorang istri,nak?


"Sekarang ia hidupmu dan juga kehormatanmu.


"Berikan dia haknya sebagai suamimu, atas apa yang kau miliki.


"Dari kepala sampai ujung kakimu,itu milik suami dalam sebuah ikatan pernikahan.


"Alan....Helena.....


"Tugas kalian sudah selesai,terima kasih telah menjagaku.


"Thank you,mom?"sorry for all my shortcomings,as long as being his wife Sean(terima kasih,ibu?"maaf atas semua kekuranganku selama menjadi istrinya Sean).

__ADS_1


"Sania tersenyum kearah Gwen,Scot dan Paul.


"I know Gwen if Sean is laying,she knows Sania is very fragile,for my sake she is willing to do anything (Aku tahu Gwen kalau Sean berbohong,dia tahu Sania sangatlah rapuh, demi diriku Dia rela melakukan apa saja).


"Gwen menganggungkan kepalanya dengan airmata mengalir.


"For the two of you continue,I gave it all up, take care and take care of mother.


Me and Sean are tired,w want to rest (untuk kalian berdua lanjutkanlah,aku menyerahkan semuanya,jaga dan rawatlah ibu. Aku dan Sean sudah lelah,kami ingin beristirahat).


"Yes, I know?"ucap Scot.


"Bapak... ibu..... akhirnya kalian datang.


"Mengapa lama sekali,dimana kedua adikku?


"Mengapa mbak jadi cerewet,diamlah kami bosan mendengarnya?


"Kak Arga.....


"Iya,kakak disini,maafkan Kak Arga?


"Kak Arga mengapa menangis,nanti Kalista cari lelaki lain,karena Kak Arga sangat jelek saat menangis.


"kak... Sania menggengam tangan Arga.


"Jaga kedua adikku,bapak dan juga ibu, mereka tidak mempunyai anak laki-laki.


"Bapak dan ibu jangan khawatir dengan biaya pernikahan Rahayu,semua sudah dipersiapkan,.


"Uhuukkk.... uhuukkk....


"Kembali darah keluar dari hidung dan mulutnya Sania,warna merahnya sangat pekat.


"Alan sudah tahu,kondisi Sania hanya tinggal menunggu waktu.


"Alan ingin memberikannya lagi,tetapi ditahan oleh Sania.


"Sania memberikan isyarat untuk tidak memberikannya lagi,hingga darah berwarna hitam keluar bersamaan hembusan nafas terakhir Sania.


"Hujan tangisan airmata terlihat dari seluruh keluarga.


"Selamat jalan,bu?"istirahatlah dengan tenang,batin Phoenix.

__ADS_1


__ADS_2