PAHIT

PAHIT
BAB 27


__ADS_3

Baru saja Sean merasakan kebahagiaan. Kebahagiaannya diuji. Berlian yang dipakai saat pemoteran, tiba-tiba menghilang.


Sean memerintahkan,beberapa orang untuk menyelidiki kasus permata berharga yang harganya selangit.


"Find the two people,until you get it. Sue them both,for violating the agreement.


For them to pay for everything".


Perintah Sean, ia kesal karena berlian tersebut harus dikembalikan sore,nanti.


Dan Fotoshoot dilakukan untuk mempamerkan berlian-berlian yang akan dijual kepasar dunia.


Kalau sampai gagal,maka akan mencoreng citra perusahaan,yang sedang dipimpinnya.


"Are you still mad at the two models?",tanya Sania kepada Sean.


"Yes, dear?", Sean menatap Sania sebagai tempat dimana ia bisa berbagi cerita dan masalah.


"I'm sorry Sean, can't help you?",ucap Sania karena merasa tidak bisa berbuat apa-apa saat Sean mendapat musibah.


"Do not love


Your little bit of help has saved thousands of employees in my company, honey".


Ucap Sean meyakinkan Sania karena melihat kekhawatiran diwajah Sania.


"Really,Sean?",tanya Sania dengan menatap Sean untuk mencari kebenaran.


"Of course,my dear".


Sean tidak mau membuat Sania khawatir lagi,ia mengendong Sania menuju bathroom dan disana mereka mulai melakukkan aktifitas olahraga malam untuk melupakan sedikit masalah yang terjadi.


"Sean,bolehkah aku meminta sesuatu darimu", ujar Sania.


"Tentu saja boleh sayang,aku akan membelikannya untukmu.Kamu tinggal menyebutkan barang apa yang ingin dibeli".


Sean berpikir Sania meminta dibelikan barang-barang mewah sebagai koleksinya.


Sania hanya tersenyum mendengar ucapan Sean.Mengapa ia tidak memahami ucapanku, batin Sania.


"Honey, what I want is not sold in any shop?", Sania rasa ingin tertawa mendengar ucapan Sean.


"Really,honey?". Sean menautkan alisnya tidak mengerti dengan permintaan Sania.


"Yes??"

__ADS_1


Sania hanya bisa tertawa melihat kebingungan Sean.


"What is it,honey?",tanya Sean kepada Sania.


"A baby?",jawab Sania dengan wajah sumringah.


Sebenarnya Sean juga mengingikannya, agar Sania benar-benar sah menjadi miliknya dan melupakan perjanjian nikah kontrak yang mereka jalani saat ini.


Dulu Sean pernah meminta ini kepada Leticia,tetapi Leticia belum siap berkomitmen.Yang diinginkan Leticia hanya bersenang-senang.


"Don't you agree?",tanya Sania yang tidak berani beradu pandangan dengan Sean.


Sean tersenyum melihat Sania yang masih menundukkan wajahnya dan Sean mengangkat dagu Sania.


"Do you really want it?",tanya Sean dengan rasa bahagia.


"Yes, dear?"


Sania tersenyum bahagia dengan wajah berbinar. Sean melihat kebahagian diwajah Sania.


"Kita akan memeriksakan kesehatan,setelah pulang dari liburan", ujar Sean yang tak bosan memandang wajah ceria Sania.


"Oke, aku setuju", bergelayut manja dilengan kokoh Sean.


"During our marriage,I have never taken you on a honeymoon,honey". Sean mengusap tangan Sania yang masih bergelayut dilengannya.


Sean merasa beruntung bertemu Sania perempuan yang pengertian,tidak banyak tuntutan.


Sabar dalam segala hal. Jadikan dia terakhir bagiku, buatlah maut yang memisahkan kami, ungkapan Sean dalam hati.


Sania tidak mau melepaskan pelukannya karena bahagia,Sean tidak menolak keinginannya.


Sania membayangkan akan mempunyai dua anak,yang satu bermata biru dan Phoenix bermata hitam gelap,sungguh menyenangkan.


Sean sudah tahu apa yang dipikirkan Sania saat ini.Dasar perempuan manja,Sean hanya tersenyum melihatnya.


*/*/*/*/*/*/*


"Good morning,sir". Sapa Siska melihat kedatangan Sean.


"Morning,Siska". Sean menyambut sapaan Siska.


"Sir, this is a package from Paris", ucap Siska.


"Thanks you,Siska".

__ADS_1


Sean tersenyum mendapat kiriman paket dari Paris.


"Ini sangat cepat, dari biasanya", batinnya bertanya.


Sean membukanya dan melihat isinya.


Perhiasan berlian edisi terbaru,tiket pesawat, gaun untuk Sania dan undangan sebagai tamu VIP.


Ia memfoto dan mengirimkannya kepada Ny.Alenta agresia. Kalau paket yang dikirimkan sudah ia terima.


"Sania pasti sangat senang menerima hadiah ini", ujar Sean bermonolog.


Aku pastikan ia akan berteriak,karena bonus hasil kerjaannya yang tidak seberapa.


Ini menjadi kesempatan kami untuk berbulan madu,aku akan mengajaknya berjalan-jalan menggelilingi kota Paris.


Pasti Sania sangat bahagia,kalau bulan madunya untuk program kehamilan.


*/*/*/*/*/*


"Halo...?".


"Good night,Gwen?".


"How are you?",tanya Sean kepada orang yang diseberang sana.


"I still remember?",tanya Gwen.


"Of course, you are the best friend,"jawab Sean.


"What are you looking for me?",Gwen bertanya lagi kepada Sean.


"I'll be back in Paris in two weeks?",jawab Sean.


"Why you suddenly want to go home?",tanya Gwen lagi, karena ia juga heran,mengapa Sean harus menghubunginya kalau ia mau pulang,karena dulu ia datang dan pergi sesuka hatinya.


Ia dan Sean adalah anak panti asuhan.


Sean dibuang,karena kehadirannya, akan merusak hubungan ayah dan ibunya,yang sudah memiliki keluarga baru.


Sedangkan aku tidak tahu keberadaan orangtuaku. Sean dan Ny.Alenta adalah keluargaku.


"I'll tell you later, when I get to Paris", Ucap Sean mengakhiri pembicaraan.


Gwen sangat mencintaiku,tetapi ku tolak cintanya,karena aku sudah memilih Leticia sebagai kekasihku.

__ADS_1


"Maaf,Gwen?",aku tidak bisa mencintaimu untuk dulu, sekarang dan nanti, ungkap Sean dalam hati.


__ADS_2