PAHIT

PAHIT
BAB 79


__ADS_3

"Ah... "capek?"banyak sekali teman ibu dan Uncle.


"Phoenix sampai capek menyalami mereka,cepret sana cepret sini, belum lagi nanti siang.


"Berapa banyak lagi tamunya,ucap Phoenix kesel dan langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur,tanpa mengganti pakaian.


"David hanya tersenyum mendengar ocehan Phoenix istri kecilnya.


"David membuka lemari mengambil baju ganti dan handuk.


"David membasahi tubuhnya yang terasa lengket dan penat.


"Dia ingin mendinginkan kepalanya,agar bisa berpikir jernih.


"Uncle sudah Mandi,tanya Phoenix yang melihat David yang sudah berganti pakaian.


"Iya,apakah Phoenix ingin mandi juga?"tanya David yang kasihan melihat Phoenix yang masih kelelahan.


"Hehmmm... tapi Phoenix kesusahan membuka kebayanya.


"Kemarilah....


"Phoenix berdiri membelakangi David.


"David menelan Salivanya,melihat punggung Phoenix yang putih bak kapas.


"Sudah?"ucap David yang mendapat kecupan bibir dari Phoenix.


"Sudah halal,ujar Phoenix yang langsung berlari masuk kedalam kamar mandi dan lupa membawa pakaian ganti.


"Shhht... ini gila?"bagaimana aku harus menenangkannya,semoga Phoenix tidak lama didalam sana,gumam David dalam hati.


**//**//**//**//**//**//**


"Sebelum acara resepsi dimulai Sania mengumpulkan semua keluarga untuk menjelaskan tentang mengapa dia harus menikahkan Phoenix dengan David secara mendadak.

__ADS_1


"Duduklah....ucap Sania melihat kedatangan keluarganya satu persatu.


"Nak... ada apa,sayang?"tanya bu Sari melihat wajah sedih Sania.


"Maafkan Sania yang tiba-tiba menikahkan Phoenix dan David,ini Sania lakukan agar ada yang menjaga Phoenix sepenuhnya.


"Sania menelan Salivanya,karena kerongkongannya sangat kering,saat mengingat Diky menolak Kehadiran Phoenix dikehidupannya.


"Ayahnya Phoenix tidak mau mengakui dan menerima kalau Phoenix adalah anaknya.


"Sania sangat hancur, Pak?"ucap Sania dengan airmata yang tak terbendung.


"Sangat hancur mendengar ucapannya, Dia yang dulu sangat Sania cintai,berubah menjadi orang asing.


"Bagaimana dengan Phoenix,kalau ia mengetahui masalah ini.


"Kalau ibunya tidak bisa memastikan siapa ayahnya,dia dari ayah yang mana?


"Katakan padaku,bagaimana caranya aku menjelaskan kepada Phoenixku,kalau ayahnya lebih dari satu.


"Bertahun-tahun Sania tidak menikah hanya demi Phoenix,hanya Sean yang mampu membuka hati Sania untuk menerima cintanya.


"Apakah Sania dilahirkan didunia ini hanya untuk menderita,bu?"Mengapa Putri kecilku harus mengalami hal yang sama seperti diriku.


"Aku tidak diakui anak oleh ayahku,aku tidak dianggap ada,bu?


"Putriku.... Putri kecilku mengalami hal yang sama,tidak diakui ayahnya.


"Jika aku pergi suatu saat nanti,dengan siapa putriku harus hidup.


"Aku menitipkan separuh jiwaku pada kalian, aku hanya mempercayai kalian adalah keluargaku.


"David Jagalah putriku,jagalah istri kecilmu.


Lindungilah dia,jangan buat ia menangis.

__ADS_1


"Ambillah ini?"aku sudah mengatas namakan nama kalian berdua,ini dari Sean daddynya Phoenix.


"Ini untuk bapak dan ibu,Sania sudah mempersiapkannya.


"Kalian masing-masing sudah mendapatkannya,kalian boleh membukanya setelah acara ini selesai.


"Terima kasih ibu dan bapak mau menerimaku sebagai putrimu.


"Terima kasih Pak Bram,mau mendampingiku dan Sean.


"Terima kasih,bu Sari?"Kau mau merawat putriku Seperti cucumu sendiri.


"Dihadapan David, Sania menangkupkan kedua telapaknya tangannya.


"David....


"Jagalah putriku,belahan jiwaku,bagian dari diriku.


"Ku titipkan berlian kecilku yang bernama Phoenix.


"Maafkan aku tidak bisa menerima cintamu, anggaplah putriku sebagai ganti cintamu yang begitu suci.


"David memeluk Sania,karena sangat iba melihatnya.


"Terima kasih menantu kecilku.


"he.. he... he... Sania tertawa kecil.


"Brengsek lo, ucap David.


"Sebaiknya kita bersiap-siap,aku akan mengadakan jumpa pers untuk menjelaskan status Phoenix,kau harus ada didekatnya nanti,ucap Sania kepada David.


"Kau salah Sania,putrimu sangat kuat.


"Dia juga sudah tahu segalanya,gumam David dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2