
Sania meminta bantuan beberapa pelayan untuk membawa Sean duduk disofa.
"Rocky and Samuel help me",panggil Sania meminta bantuan.
Rocky dan Samuel sangat kaget Nona muda mereka berusaha membopong tubuh tuan Sean.
"What happened young lady?", tanya keduanya. Sania tidak menjawab saat ini ia mengkhawatirkan keadaan Sean.
"Please bring Sean in"",ucap Sania panik dengan menepuk pipi Sean.
Mata Sania berkaca-kaca mengingat peristiwa tadi sore.
Semua keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi. Melihat Sania menangis membuat mereka sebenarnya apa yang terjadi?.
Sean tidak berkata-kata hanya mengeluarkan airmata. Kesal,sedih,marah dan benci menjadi satu. Sean berlari naik keatas dan membanting pintu kamar dengan keras.
"What happened to Sean, Sania?",tanya Ny.Alenta padaku.
"Sean today accidentally met with his biological mother?",jawab Sania dengan deraian airmata.
Sania menceritakan tentang perselingkuhan Leticia dengan adik tirinya Evan. Sekaligus orang yang telah menghancurkan karirnya.
Sean sedih dan sakit hati pada orang-orang yang telah menghancurkan hidupnya yang tak lain orang terdekatnya.
"Shameless Family?",ucap Paul geram.
"It turns out that my pain and Sean are the same, abandoned by family?", ujar Sania.
"Really!!!",tanya semua kepadaku.
__ADS_1
Aku mencerita kepada mereka. Bahwa kehidupanku sama persis dengan Sean.
Itulah sebabnya ia membuka hati hanya untuk Sean.
Sean mau menerima keadaanku dan juga putriku. Saat ini putriku masih tinggal dipanti asuhan.
Aku menceritakan semuanya kepada Sean, agar ia mencari perempuan lain.
Aku tidak meminta Sean menikahiku secara legal,karena aku wanita yang tidak sempurna.
'When remembering Sean mother's face, my heart aches", ujar Sania dengan airmata yang membasahi pipinya.
"Reminds me of my family". Ny.Alenta tidak percaya,kalau kehidupan Sania sesulit itu.
Ia memeluk Sania karena telah memberikan kebahagian untuk Sean.
"We will be your family,thank you for giving happiness to Sean", ungkap Ny.Alenta.
Aku tidak ingin berpisah darimu,kecuali maut yang memisahkan kita. Sean datang mendekati keluarganya yang sedang berkumpul.
'Sean sayang?",Sania memeluk Sean ada kelegaan dihatinya melihat Sean baik-baik saja.
"Already started naughty", ujar Sean menyentil dahi Sania.
Semua tersenyum melihat kelakukan Sean dan Sania.
"Sean was shocked to see that woman's presence",ucap Sean dengan wajah serius.
Sean menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan,yang membuatku shok adalah Evan ternyata anak wanita Itu dan Leticia yang sangat aku cintai juga bekerja sama menghancurkan karir dan usahaku.
__ADS_1
Ny.Alenta tidak percaya kalau putra yang disayanginya mampu bertahan dalam kesulitan tanpa membebani dirinya.
"You never tell, son?,"tanya Ny.Alenta kepada Sean.
"Sorry,mom?. I love you from this moment until I'm gone later",Sean tersenyum dan memeluk perempuan yang telah membesarkannya.
"I'm sorry to make you worry?. Especially you my dear",Sean meminta maaf kepada Keluarganya dan terutama untuk Sania,karena telah membuat mereka khawatir.
Mereka berpelukkan dan bersenda gurau. Akhirnya,mereka masuk kekamar masing-masing untuk beristirahat.
"Sayang,besok kita berkuda?",ucap Sean. Sania membesarkan matanya dan melebarkan senyumnya.
"Janji....."
Sania melingkarkan tangannya dipinggang Sean.
"Hehmmm..."
"Menunggangi Almaoura...??".
"Really.......", tanya Sania untuk menyakin kalau Sean tidak berbohong.
"Yes", jawab Sean.
"Aaaakkkk........'
Sania kegirangan. Teriak Sania,karena tidak percaya. Kalau Sean akan membawanya menunggangi Almaoura.
"Aku akan memperkenalkan pasangan Almaoura",ucap Sean yang membuat Sania berjinjit mencium bibirnya lagi.
__ADS_1
Sean mengendong tubuh Sania dan meletakkannya diatas tempat tidur.
"Jangan tinggalkan aku",ucap Sean dan langsung menghujankan ciuman bukan hanya dibibir,Sean dengan nakalnya memberikan tanda kepemilikan ditubuh Sania.