PAHIT

PAHIT
BAB 61


__ADS_3

"Dalam setahun Ini aku kecanduan minuman dan rokok."Semua keluarga sudah menasehatiku.


"Tetapi sangat sulit bagiku untuk menghentikannya.


"Aku berjanji kepada mereka akan menghentikannya,jika Evan Shelvano dan keluarganya berakhir ditanganku.


"Setelah itu aku pulang keindonesia,untuk menghabisi yang masih tersisa.


"Dan setelah itu aku hanya ingin hidup bersama putriku dan kenangan Sean.


"Membesarkan putriku Phoenix,tanpa bantuan ayahnya atau pun keluargaku.


"Aku akan meninggalkan dunia yang penuh dengan kekelaman dan mencari awal yang baru.


*//*//*//*//*//*//*//*//*//*//*//*//*//*//*


"Who are you?(siapa kamu?)"tanya Evan kepada Sania,yang sedang terikat dibawah sebatang pohon ditengah hutan.


"Sania mencium bibir Evan dengan lembut.


"Honey,don't scream?"here no one will listen you. ( Sayang, jangan berteriak?"disini tidak akan ada yang mendengarkanmu).


"What do you want from me? (apa yang kau inginkan dariku),tanya Evan.

__ADS_1


"What I want from you is the destruction of your life. (yangku inginkan darimu adalah kehancuran hidupmu),jawab Sania.


"I don't know you and why are you bothering you family?(aku tidak mengenalmu Dan mengapa kau mengganggu keluargaku).


"tanya Evan lagi.


"Ha... ha...ha... Aaaaa...


"You know,tigers won't pounce,if you don't strart(kau tahu, harimau tidak akan menerkam, kalau kau tidak memulainya), jawab Sania.


"So am I? (begitu juga dengan diriku?)" ucap Sania.


"What do you mean?(apa maksudmu), tanya Evan kepada Sania.


"You ruined my life and also my family, because you killed my husband(kau telah menghancurkan hidupku dan juga Keluargaku,karena Kau telah membunuh suamiku).


"You know Mr.Evan Shelvano!I have taken one after another,the people who have helped you,and you were the last.(Kau tahu tuan Evan Shelvano!aku telah menghabisi satu persatu,orang-orang yang pernah membantumu Dan kau yang terakhir).


"Evan menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti apa yang dikatakan Sania,karena ia tidak pernah merasa mengenal wanita ini, jadi bagaimana bisa ia membunuh seseorang tanpa ada sebabnya.


"My God?"you contacted Mr. Evan very much, but I was disgusted by his sight.("Ya Tuhan kau sangat lugu tuan Evan, tetapi aku jijik melihatnya)."Ucap Sania dengan menepuk-nepuk pipi Evan dengan kerasnya.


"Alright I'll tell you,after you meet all your family members. (Baiklah, aku menceritaknnya setelah kau bertemu dengan seluruh anggota Keluargamu)."Ucapku puas melihat penderitaannya Evan.

__ADS_1


"Bring them in......!!!! (bawa mereka masuk.....!!! ),teriak Sania.


"Evan tidak percaya,kalau kedua orangtua dan adiknya ada disini.


"Evan tidak sanggup melihat keadaan kedua orangtua dan juga adiknya.


"Kedua Kaki dan tangan orangtuanya diikat seperti hewan yang akan dipotong.


"Empat ekor srigala,sudah siap menunggu.


"Please,stop?"don't torture them(aku mohon,hentikan?"jangan siksa mereka)."Ucap Evan,karena melihat wajah ayahnya sudah bapak belur.


"Sania duduk kursi yang sudah disiapkan dan meja kecil yang terdapat sebotol minuman wine.


"Haha.... hahah.....hahah.....


"Teriakkan bahagia Sania sangat menakutkan, seperti teriakkan kepiluan.


"Sania menegak habis minuman wine,yang membuat Evan membulatkan matanya tidak percaya,kalau Sania sudah menghabiskan satu botol tanpa mabuk.


"Sania terpaksa meminumnya, agar ia tidak punya hati saat menghabisi mereka.


"Agar ia tidak ingat apa yang telah dilakukan sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2