PAHIT

PAHIT
BAB 72


__ADS_3

"Ehhm..


"Berat banget,siapa yang nindih gue,sih?


"Sania menyunging senyum melihat kelakukan adik-adiknya.


"Mbak...?


"Jangan tinggalin kita,ini hutan menyeramkan?


"Hi.. hi..hi....


"Mereka ngelindur.


"Mbak...


"Jangan Jauh-jauh ini sangat gelap.


"Sania tidak sanggup lagi menahan rasa ingin tertawanya.


"Hahhh....hahhh.....


"Tawanya Sania pecah mengagetkan mereka berdua.


"Mbak.....


"Ada apa, sih?"udah pagi.


"Mbak kenapa,sih?"ada yang lucu.


"Ayo,bangun nona-nona cantik,tidak baik anak perawan bangunnya kesiangan.


"Mengapa kalian bisa tidur diluar semua? "tanya Sania kebingungan.


"Nemanin,mbak tidur diluar karena ngelindur, karena merindukan seseorang.


"Ayu...!"teriak Kalista,karena Ayu keceplosan.


"Apa yang kalian sembunyikan dari mbak?


"Awas kalian....


"Mereka berlarian seperti anak kecil.


"Pak Aris dan ibu Sari hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


**//**//**//**//**//**//**


"Assalamu'alaikum,putri ibu?


"Walaikumsalam,ibu?

__ADS_1


"Ibu...?


"Ibu berada dimana?"tanya Phoenix karena sudah lama tidak melihat sang ibu.


"Hai...


"Ibu merindukanmu,sania menangis bisa melihat wajah sang putri yang sedang menginjak usia dewasa.


"Ibu jangan menangis,Phoenix sangat menyayangi ibu.


"Maafkan ibu,sayang tidak bisa selalu bersamamu.


"Mengapa dirimu tidak memarahi ibu, nak? "tanya Sania kepada Phoenix.


"Apakah dengan memarahi,ibu akan membalikan keadaan?


"Bu....?


"Karena keadaan inilah,yang mendidik Phoenix untuk lebih mandiri.


"Jangan khawatir,bu?"Phoenix masih anak ibu.


"Bu...


"Sebenarnya saat ini ibu ada dimana?


"Ibu sudah menyelesaikan wajib militer ibu.


"Ibu sedang mempersiapkan acara pernikahan bibi Kalista.


"Ibu sudah membelikan tiket untuk Phoenix dan bu Sari.


"Ibu ingin menghabiskan sisa-sisa waktu ibu, bermain bersamamu,berbelanja,berjalan-jalan seperti ibu-ibu yang lainnya.


"Pasti sangat menyenangkan menjadi ibu dan anak.


"Phoenix tersenyum melihat sikap lucu ibunya.


"Ibu...?


"lihat,cup.


"Phoenix memberikan kecupan lewat layar ponsel kepada Sania.


"Sayang ibu Akhir dulu,uncle Alan menghubungi ibu.


"Dasar Uncle Alan pengganggu,jangan cemberut,sayang.


"Assalamualaikum,sayang?


"Walaikumsalam,ibu?

__ADS_1


"Dah...?"Sania melambaikan tangannya sebelum mematikan ponselnya.


**//**//**//**//**//**


"Ada yang kau pikirkan,tanya Romy kepada David.


"Sania ada dikota ini,aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu.


"Dihotel tempat kita bertemu dengan bu Susi perwakilan dari hotel "Dream Phoenix "


"Aku melihat Sania,tetapi aku tidak merasakan ingin memilikinya Seperti dulu.


"Saat Sania melepaskan pakaiannya,aku menolak.


"Karena tidak ada rasa apapun dengannya.


"Apakah aku pria impotent?"tanya David kepada Rony.


"Uhuk... Uhuk.... Uhuk...


"Romy sampai terbatuk mendengarnya.


"Apakah kau sudah pernah mencobanya dengan wanita lain?"tanya Rony lagi.


"Pernah bersama Lola,karena mama memintaku untuk kembali padanya.


"Aku berhenti ditengah jalan,karena teman kecilku tiba-tiba mengecil,aku mual mencium bau tubuh Lola.


"Aku pikir karena tidak mencintai Lola,aku jadi tidak bergairah untuk menyentuh tubuhnya.


"Tetapi saat bertemu Sania,hal Itu terjadi lagi.


"Apakah ini hukuman untukku yang selalu berganti-ganti wanita.


"Apakah kau sudah kedokter,tanya Romy?


"Belum,Rom?"mungkin setelah pulang,aku akan mencobanya,jawab David dengan wajah lesu tanpa semangat.


"Jika aku benar-benar impotent,aku akan menjadi donatur dipanti asuhan ditempat Phoenix tinggal,gumamku dalam hati.


"Romy tidak tega,melihat keadaan David Seperti ini.


"Ia menghubungi tante Nanik, mamanya David dan menceritakan semua tentang keadaan David.


"Tidak....!"anakku tidak impotent.


"Davidku pasti bisa memiliki keturunan.


"Mama Nanik merasa,dunia mentertawainya.


"Bagaimana kalau Lola menyebarkan berita ini keorang-orang.

__ADS_1


"Hukuman apa yang kau berikan Kepadaku, ya Allah.


__ADS_2