
"Uncle David......
"Tolong Phoenix.....
"Uncle David........
"Phoenix merogoh kedalam tas kecil untuk mencari ponselnya
"Langsung menghubungi David.
"Halo..
"Jawab David
"Uncle David ada dimana?
"Hikkss...hikks....
"Phoenix depan kamar Uncle David,tolong dibuka pintunya.
"Phoenix tunggu disana,uncle masih dilobby.
"Uncle David,cepatlah kemari.
"Tunggu disana,jangan buat hal yang aneh-aneh.
"Ada apa,David?"tanya Romy.
"Phoenix menangis histeris,aku takut terjadi sesuatu pada dirinya.
"Apa yang terjadi dengan pertemuan Phoenix dengan ayahnya.
"Saat sampai dipintu kamar,David terkejut melihat Phoenix sudah tergeletak dilantai.
"Phoenix.....
"David menepuk-nepuk pipi Phoenix,namun tidak ada reaksi
"Romy,cepat buka pintu kamarnya.
"Apa yang terjadi padanya?"bertanya David dalam hati dengan meletakkan tubuh Phoenix diatas tempat tidur.
"Apa yang terjadi pada anak Ini, David?"tanya Romy kepada David.
"Entahlah Rom,aku juga tidak mengerti.
"Sebelum kita berdua keluar dia menghubungiku, kalau malam ini ia akan bertemu dengan ayah kandungnya.
"Apakah pertemuannya kurang menyenangkan atau ayahnya tidak mau mengakui kalau ia adalah anaknya.
"Entahlah,kita tunggu saja sampai ia sadar.
"David menutupi tubuh Phoenix sampai kedada.
__ADS_1
"Ada perasaan aneh yang menyelimuti hatinya,apabila melihat Phoenix menangis, hatinya merasa terluka.
"Uhuk.. Uhuk... Uhuk..
"Air.....
"Uhuk.. Uhuk....
"Air...
"Phoenix sayang,ini airnya?"bangunlah.
"David membantu Phoenix untuk bangun.
"Gluk.. gluk...gluk....
"Phoenix menghabiskan air didalam gelas.
"Dan ia kembali menangis....
"Uncle....
"Apakah Phoenix mirip seperti wanita penggoda,apakah kata-kata mbak Susan benar,kalau Phoenix menggoda uncle.
"Pria itu tidak mau mengakui Phoenix adalah anaknya.
"Phoenix anak dari banyak laki-laki,itu katanya.
"Uncle....
"Pria itu melukai ibu dan juga diriku.
"Dia menghina ibu,uncle.
"Phoenix tidak mau punya ayah,uncle?
"Phoenix hanya mau ibu dan Uncle David saja.
"Uncle jangan pernah tinggalkan Phoenix.
"Romy, tidak sadar meneteskan air mata, dia sangat marah dengan orang yang menyakiti gadis kecil ini.
"Uncle berjanji tidak akan pernah meninggalkan Phoenix.
"Janji uncle,Phoenix mengeluarkan jari kelingkingnya dan menautkannya dengan jari kelingking David.
"David mengangguk tanda setuju.
"Uncle dan om Romy harus merahasiakannya dari ibu.
"Ibu tidak boleh mengetahui hal ini,kalau ibu menghubungi Phoenix,katakan saja Phoenix tidur dengan uncle.
"Phoenix mau tidur.
__ADS_1
"Cup!
"Phoenix mengecup bibir David,lalu merebahkan kembali tubuhnya diatas tempat tidur.
"Romy tidak bisa berkata-kata,mulutnya terbuka melihat adegan didepan matanya.
"Mati gue,ucap David berlari masuk kedalam kamar mandi dan membasahi tubuhnya.
"Ia tidak percaya,Phoenix mampu membangkitkan sesuatu yang ada dibawahnya.
"David lo,jangan gila.
"Jangan.....
"David keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama.
"Lo,kenapa?"tanya Romy.
"Jangan katakan kalau Phoenix,berhasil membuat itumu menegang.
"Iya!
"Jangan sampai gue jadi pedofil,Romy.
"Apakah kau mau menunggu tiga tahun.
"Kau jangan membuatku tambah gila.
"Uncle dan om Romy jangan berisik, Phoenix harus bangun pagi.
"Cepat kalian tidur,orang dewasa emang aneh.
"Akhirnya Romy dan David tidur satu ranjang, mereka sudah lelah harus berdebat.
**//**//**//**//**//**
"Sean....
"Apakabarmu disana?
"Aku sendirian disini,malam sudah tidak berarti untukku.
"Aku terluka lagi, Sean.
"Ini sangat menyatat dan hancur tidak tersisa.
"Mengapa mereka kejam padaku,apa salahku pada mereka?
"Kalau aku tahu dilahirkan hidup menderita seperti ini,lebih baik mereka ambil saja nyawaku.
"Hiikss...hiikss....
"Sania membiarkan airmatanya mengalir membasahi pipinya.
__ADS_1
"Ini yang terakhir,batin Sania.