PAHIT

PAHIT
BAB 42


__ADS_3

"The meeting is over, have questions?"before I close".


Tanya Sean sebelum ia menutup rapat.


Karena tidak ada yang bertanya,Sean meminta mereka keluar.


"You may go out. Mr. Handoko,wait".


Sean menghentikan pak Handoko yang hendak berdiri dari kursinya.


"Are you bored of life", tanya tuan Handoko.


Sean meleparkan foto-foto pertemuan pak Handoko dengan beberapa klien yang hanya menguntungkan dirinya sendiri.


"Apakah anda berpikir saya tidak bisa berbahasa Indonesia dengan benar?",ucap Sean dengan menatap tajam kearah pak Handoko.


Handoko sangat kaget. Ia tidak menyangka kalau Sean bisa berbicara menggunakan bahasa Indonesia.


Senyum Sean yang sinis,membuat bulu kuduk Handoko berdiri. Ia tidak menduga dibalik sikapnya yang ramah, supple dan tenang,ternyata mempunyai aura jahat yang siap membunuh.


"Don't you have a very beautiful daughter. Bukankah dia tinggal dilondon dan lihat pekerjaan putrimu".


Sean menunjukan video dimana putri Handoko menjadi penari diclub malam.


"Aku tidak menyangka putrimu seperti ini. Apakah ini hasil dari uang harammu?


Istriku lebih baik dari pada putrimu, Walaupun ia bekerja ditempat yang penuh dengan kotoran,aku masih bisa menikmati keperawananannya.


Putrimu berpendidikan,tetapi ia seorang pelacur,wanita murahan.Aku kembalikan sahammu bonus dan ganti rugi


Barang-barangmu sudah ada dilobby. Silahkan angkat kaki diperusahaanku.


Dan ponsel ini aku berikan secara gratis. Nikmati video dan foto-foto indah putrimu.


Aku sangat jijik melihatnya. Aku pikir putrimu dijebak, pak Handoko.


Ternyata itu keinginannya sendiri. Sungguh aku tidak percaya uang bisa membuat putrimu tak mempunyai harga diri.


Menyedihkan".


Selamat tinggal pak Handoko.Sean dan Bram meninggalkan Handoko sendirian, menikmati kesalahannya.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


Pak Bram yang biasa mendamping Sean. Ia sangat kaget ternyata tuan Sean bisa berbicara dalam bahasa Indonesia.


"What's up,shocked?",Sean memperlihatkan senyum lebar kepada Bram.

__ADS_1


"Yes,sir", cap Bram.


"Aku ingin melihat istriku. Aku rasa saat ini ia sangat marah padaku karena pakaian yang ku belikan.


"Sania,istri anda",tanya Bram tidak percaya.


"Iya.Jangan-jangan kau berpikir dia adalah perempuan gituan", tebak Sean melihat Pak Bram hanya diam tak banyak bicara.


"I-Iya, tuan Sean", jawab Bram gugup.


"Tidak pak Bram. Nanti akan ku ceritakan kepadamu. Siapa istriku?.


Hari ini aku ingin menikmati kemarahannya", ujar Sean.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Sean.....


Ingin Sania berteriak sekencang-kencangnya, melihat pakaian yang dibelikan Sean untuknya.


Pakaian apa yang ia belikan untukku.


Ini bagaimana cara menggunakannya?


Apakah ini pakaian layak pakai?Sebaiknya aku menyerah. Aku belum pernah lihat model pakaian seperti ini. Gumam Sania menahan kekesalan.


Klik


"Hahaaaaak.....


Sean tertawa melihat pakaian ditangan Sania.


"You crazy. Bagaimana cara memakainya?", tanya Sania kesal.


"Kemari, akan ku pakaikan padamu". Perintah Sean kepada Sania.


Sean duduk dipinggir tempat tidur,sedangkan Sania berdiri dihadapan Sean.


Sania, mulai berulah. Ia melingkarkan kedua tangannya dileher Sean.


"Jangan banyak bergerak",ucap Sean.


"Finish", hanya butuh lima belas menit Sean sudah selesai memasangkannya ditubuh Sania.


Lekukan tubuhmu indah Sania terlihat indah. "Orang tidak akan pernah percaya,kalau dirimu telah mempunyai seorang Putri".


Sean memeluk Sania dengan memperlihatkan wajah sedih

__ADS_1


"Mommy I'm hungry .Please,Mommy", Sean menirukan suara anak kecil.


"Okay son, we're going",ucap Sania.


Sean sengaja membuat Sania keluar lebih dulu,Sean sudah menyiapkan topi sneaker untuk menutupi wajah Sania.


"Ahaak...


Sania dan Siska sama-sama terkejut.Mereka tak sengaja bersenggolan.


"Ada apa,Sania?", tanya Sean pura-pura tidak mengetahui.


"Siska sudah melihat wajahku". Sania menengadahkan wajahnya kearah Sean.


"Berarti dirimu mengerjaiku", tanya Siska.


"Hehmmm"... disertai anggukkan kepala Sean.


"Jadi tuan Sean selama ini....."


Siska menggantungkan kalimatnya tanda mengerti.


"Siska,ini rahasia?. Awas kalau kau memberitahukannya pada yang lain.


Jika dirimu merahasiakannya. Aku memberikanmu bonus", ucap Sean dengan tersenyum.


Siska, mengancukan kedua jempol tangannya.


"Honey.


Kebiasaan mengancam orang", Sania menatap Sean.


"Siska, jangan didengarkan". Ucap Sania meyakinkannya.


"Honey.


Bagaimana aku bisa keluar dari sini?", tanya Sania.


Pak Bram yang melihat hanya bisa tersenyum.


Sean memakaikan topi dikepala Sania, yang menutupi sebagian wajahnya.


"Siska. Apakah wajahku kelihatan", tanya Sania kepada Siska.


Siska mengangkat kedua jempolnya tangannya.


"Ah.. Kau baik sekali", puji Sania.

__ADS_1


Sean tersenyum melihat kelakukan keduanya.


Siska, tidak menyangka tuan Sean yang dingin,bisa tersenyum juga dan sangat tampan. Sania bisa menghangatkan manusia yang dingin menjadi hangat.


__ADS_2