PAHIT

PAHIT
BAB 64


__ADS_3

"Mengapa tidak berbicara dengan ibumu,nak? "tanya bu Nana kepada Phoenix.


"Apakah kau tidak menyayanginya,lagi?


"Tentu saja tidak,bu?"beban ibu sangat berat, menjadi seorang ibu,sekaligus ayah untuk putrinya.


"Aku bersyukur memiliki ibu Sepertinya.


"Saat pertama kali bertemu dengan daddy Sean,mereka berdua sangat bahagia.


"Daddy,tidak mau melepaskanku dari pelukkannya.


"Kami seperti keluarga,sebelum kepergiannya?"Daddy memberikanku ponsel baru.


"Ia mengirimkan foto rumah baru, yang akan kami tempati.


"Ibu belum mengetahuinya,itu surprise dari daddy dan aku dihari ulang tahun ibu,nantinya.


"Daddy, sudah mendaftarkanku disekolah yang baru,dan bukti formulir yang sudah diisi daddy.


"Phoenix Alexsander Agresia.


"Phoenix sangat bahagia dihari itu, bu?" tetapi setelah kecelakaan yang dialam daddy, membuyarkan semuanya.


"Saat ini ibu belum mengetahui, rumah baru yang dibelikan daddy untuk ibu dan aku.


"Kalau ibu mengetahuinya,dukanya akan makin mendalam.


"Sampai saat ini,Phoenix tidak tahu siapa ayah kandung Phoenix,karena ibu belum siap mempertemukan kami.


"Sabarlah,sayang?"suatu saat dirimu akan mendapatkan hasil dari sebuah kesabaran.


"Terima kasih,bu Nana?"karena bu Nana adalah ibu kedua yang menyayangiku.


"Tetaplah menjadi ibuku,walau apapun yang terjadi.


"Tentu saja,sayang?


"Ku peluk bu Nana,karena aku sangat menyayanginya Seperti ibuku sendiri.


**//**//**//**//**//**//**//**

__ADS_1


"Nyonya,kita sudah sampai?"ucap pak Bram.


"Agra keluar setelah melihat Mobil Sania memasuki halaman rumah.


"Selamat malam,bu?"ucap Agra dengan memberi hormat.


"Dasar anak nakal, jangan menunduk seperti itu?"Aku tidak suka.


"Agra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Yang lainnya mana, Agra?"aku sangat merindukan mereka.


"Tidak lama datanglah,Azman,Ibra dan Jimi.


"Selamat malam,bu?"ucap mereka bertiga mencium tangan Sania dan memeluknya.


"Pak Bram,tahu siapa mereka berempat?" mereka adalah anak korban dari ulah Handoko,yang mengambil usaha orangtua mereka.


"Setelah Sean meninggal dunia,mereka mengambil usaha dari kolega-kolega Sean.


"Sehingga mereka hampir keluar dari kampus.


"Kalian kelihatan kurus,apakah uang kalian sudah habis?"tanyaku kepada mereka.


"Ibu...!"kami tidak kekurangan apa pun.


"Apakah kalian menikah?


"Ibu....?"jangan berpikiran yang aneh-aneh.


"Sahut mereka berempat secara bersamaan.


"Hehe...?"aku mentertawai mereka.


"Yang kurus, tuh ibu?"jawab mereka.


"Apakah ibu tidak makan?


"Ibu belum memeriksa kesehatan,karena tinggal diParis, ibu sempat depresi?


"Seharusnya,ibu harus menemui Uncle Alan malam ini?"tetapi ibu harus bertemu mereka.

__ADS_1


"Ibu mau mengubah rencana?"ucap Sania kepada mereka berempat.


"Heh...?"yang benar, bu?


"Iya, membuat mereka hidup tetapi seakan-akan mati,Seperti tanaman hidup segan mati tidak mau.


"Kami ikut saja,yang penting mereka tersiksa.


"Baiklah,siapkan meja operasi?"perintah anak buahmu,membersihkan rumah ini seperti semula, seperti tidak terjadi apa-apa.


"Oke, bu?


"Ini apa, bu?"tanya Jimi padaku.


"Itu sampel penyakit menular,itulah mengapa aku meminta kalian menyiapkan meja operasi.


"Ibu sudah bosan dengan bau darah,setelah ini jalankan usaha kalian dengan benar, ambillah sesuai dengan hak kalian,yang telah mereka rampas.


"Jangan kotorkan lagi tangan kalian,cukup ibu saja.


"Serahkan pekerjaan kotor ini pada,ibu.


"Ibu...!


"Ssssst...!"sudah, cukup.


"Aku tidak ingin melibatkan anak-anak yang tidak bersoda ini lagi.


"Ku meminta mereka untuk berjaga-jaga.


"Butuh waktu,dua jam aku menyelesaikan operasi ini.


"Bersihkan seluruh area ini,buat seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Hampir Subuh,pekerjaan kami baru selesai.


"Aku tidak ingin meninggalkan jejak yang mencurigakan.


"Aku merasa tubuhku sangat lelah dan meminta pak Bram membawaku kerumah Alan dan Helena.


"Aku butuh istirahat yang cukup, untuk menghilangkan rasa lelahku.

__ADS_1


__ADS_2