PAHIT

PAHIT
BAB 48


__ADS_3

Sania merasa sangat khawatir,karena Sean tiba-tiba mematikan ponselnya.


Suara tembakan yang didengarnya menambah kekhawatirannya. "Sebenarnya Sean berada dimana?Apakah Sean dalam bahaya?


Mengapa Bram dan Alan sulit untuk dihubungi?", batin Sania resah.


Ting..pesan masuk


"Sebentar lagi aku pulang, honey. Maaf membuatmu khawatir", mendapat dari Sean rasa gelisah Sania berkurang.


"Oke,hati-hati honey. Aku tunggu", balas Sania.


Ada perasaan lega dihati Sania,ternyata Sean baik-baik saja. Terima kasih sayang hadir dalam hidupku.


Sania menatap foto terpajang didinding kamar,dimana ia dan Sean menjadi model dalam majalah.


Karena mengantuk Sania tidur disofa, sambil menunggu Sean pulang.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


Sania merasa geli hembusan nafas Sean menyentuh lehernya disertai kecupan hangat.


"Sean kau sudah pulang?.Honey,aku sangat merindukanmu.Jangan pernah pergi tanpa memberitahukanku.


Tubuhmu sangat dingin", tanya Sania melihat wajah Sean yang pucat.


"Ya,Tuhan kamu sakit,sayang?", tanya Sania.


"Aku sangat merindukanmu,lanjutkan hidupmu,jika suatu saat aku tidak disisimu", pesan Sean.


"Ngak mau.


Karena melalui dirimulah aku bisa menjadi seorang istri.


Kalau sampai kau meninggalkanku,akan ku habisi orang yang telah merenggut kebahagian kita", ujar Sania dengan memajukan mulutnya,tanda tidak suka.

__ADS_1


"Diamlah.


Aku ingin memelukmu, tidur dan pejamkan matamu. Kita mimpi yang indah,sayang.


Aku ingin memelukmu untuk terakhir kalinya, sebelum aku pergi", ucap Sean.


"Mengapa dirimu berkata-kata seperti ini? Jangan tinggalkan aku, Sean. Aku tidak bisa hidup tanpamu", sahut Sania.


Mendengar kata-kata ingin pergi dari mulut Sean,aku menangis memeluk Sean.


"Jangan pergi Sean, jangan....


Dulu hidupku tak sebahagia ini. Penuh kehampan. Tidak ada cinta yang aku dapatkan selain dirimu.


Dirimu tidak boleh meninggalkanku,Sean. Aku tidak mengizinkannya. Aku akan lebih menderita dari pada ini.


Jangan Sean.... jangan.... jangan pergi,honey", pinta Sania tulus.


Hiks.. hiks... ehehmm... ehehmm


Alan menelan ludahnya saat melihat tubuh Sania yang hanya memakai baju lingerie berwarna merah.


Alan membuka jaketnya,menutupi tubuh Sania,karena ia tidak sendirian,tetapi ia bawa beberapa bodyguardnya.


"Sania... Sania..."


Alan menepuk-nepuk lembut pipi Sania yang berisi.


"Sania... bangunlah", ucap Alan.


Sania menggeliat kecil saat merasa pipinya disentuh seseorang.


Sania mengendus-endus seperti kucing,ia mengerutkan dahinya. Ini bukan aroma tubuh Sean. Ini bukan Sean gumam batin Sania.


Sania kaget melihat wajah Alan. Ada gurat kelelahan dan kesedihan.

__ADS_1


"Alan,bagaimana kau tahu aku dan Sean tinggal disini? Mengapa ada bodyguard,Alan?.


"Dimana Sean,Alan?", tanya Sania yang mencari keberadaan Sean. Hati Sania mulai tidak nyaman.


"Sania gantilah pakaianmu,setelah itu akan menceritakannya dalam perjalanan", perintah Alan.


"Mereka sedang berjaga-jaga,untuk memastikan dirimu baik-baik saja",ujar Alan.


"Ada apa ini?",batin Sania bertanya. Setelah berpakaian rapi Sania turun menemui Alan.


"Ayo, kita jalan",perintah Alan kepada para bodyguardnya.


"Masuklah Sania",ucap Alan.


"Lewat jalan rahasia,siap pak", perintah Alan kepada sopirnya.


"Apakah disini ada jalan rahasia. Sepertinya Sean tidak pernah mengatakan kalau disini ada jalan rahasia", ujar Sania heran.


Semua orang mengetahuinya,hanya aku yang ketinggalan.


"Ada apa ini Alan?", tanya ku penasaraan.


"Bisakah dirimu kuat Sania untuk melihat kenyataan?",tanya Alan padaku.


"Aku mohon Alan jangan aneh-aneh. Aku tidak suka dengan teka teki",u capku setengah marah.


"Sean mengalami kecelakaan. Sepertinya sudah direncanakan mobilnya disabotase dan Sean diserang.


Aku harap dirimu lebih kuat,melihat keadaan Sean nanti", ujar Alan.


Airmata ku mengalir begitu saja. Mengapa kehadiran Sean begitu nyata?.


Aku tidak merelakan kepergianmu,Sean.


Tidak akan ku relakan. Sungguh-sungguh aku tidak rela kau pergi meninggalkanku,honey.

__ADS_1


Gumamku hanya mampu aku ungkapkan dalam hati.


__ADS_2