
Melihat
kedatagangan Aran, wanita yang berbicara dengan Airin segera pergi.
“Teman kamu.”
Aran bertanya dengan bingung.
“Engggak.” Airin
menahan tawa.
“Kamu kenal
mereka.” Masih dengan rasa penasaran.
“Enggak.” Airin
meggeleng.
Aran menjadi
waspada. ” Kalau udah, ayok balik ke sekolah.” wajah Aran terlihat kesal. Airin hanya bisa pasrah.
Saat keduanya
sampai di rumah Aran benar benar malu dengan apa yang terjadi siang ini di
restaurant. Malu pada dirinya terlebih pada Airin.
”Katanya ayok ke
sekolah, malah balik ke rumah. Dasar
sok keren.” Airin membatin kesal.
Sore harinya
sesaui perjanian dengan kawanya. Airin terlihat bersiap. Sedikit ragu untuk
membuka percakapan pada Aran.
”Em, pak sore ini
aku janjian mau kerja kelompok sama
teman.” Airin dengan gemetar berpamitan.
“Kerja kelompok
di mana.” Tanya Aran yag terlihat membaca di ipad.
“Rumah teman.”
Kata Airin.
“Tahu, bab mana.” Mengingat tadi Airin terlihat tak focus.
“Enggak, tadi gak focus soalnya.” Airin tak mau lama dekat dengan Aran.
“Rumahnya teman
kamu yang mana.” Aran mengulik.
”Yang tadi
menjelaskan.” Airin spontan dengan terburu buru.
“Katanya tadi gak
focus, kok tahu yang jelasin siapa.” Aran menekankan.
__ADS_1
Upsss….
Mampus. Ternyata Airin
cukup mengamati suasana tadi.
“Mampus gw.” Airin
terlihat berfikir keras, memutar otak untuk beralasan, keringat dingin
menghampiri dahinya.
Suara ponselnya berdering,
Airin segera mengalihkanya.
“Aku pergi dulu.”
Airin berjalan mendekati pintu dengan terburu buru
“Gak salim tangan
kamu.” Kata Aran bercanda dengan nada serius. Airin segera berbalik kemudian
menyalim tangan Aran sebelum meninggalkan.
“Pulangnya jangan
kemaleman.” Pesan Aran, sebelum Airin benar benar menghilang.
Airin buru buru
masuk ke dalam mobil.
“Kenapa gak
diantar supir kamu nar.” Tanya Airin. Melihat Emma menyetir mobil.
Omgg sejak kapan Anara
dan Emma menjadi dekat? Dan bagaimana mungkin?
Airin penasaran.
“Ha club. Seriously.” Kata Airin tak percaya.
“Rin lisen. Kita SMA
bakal berakhir sebentar lagi oke. Emang kamu mau, gak ada kesan apa apa gitu.”
Kata Emma.
”Btw kamu tadi
bolos, why.? Anara memperhatikan wajah Airin. ”trus kenapa kamu keringetan gini
sih.” tanya Anara memberikan tisu.
Airin hanya diam.
Dirinya bersama dengan 2 siswa lainya hanya ikut saja.
Mereka berlima
memasuki club malam, benar benar suasana berbeda.
“Bentar yah, aku
ngasih tahu penjaganya dulu.” Kata Emma.
“Anara, sejak kapan
__ADS_1
kapan kamu dekat sama Emma.” Airin bertanya dengan nada kecil.
“Airin, aku gak
dekat sama dia, gak akan bersahabat sama dia. Sebelum tahu kalau dia ternyata orangnya
asik banget weh.” Anara berkata dengan senyuman.
“Guys, masuk.”
Teriak Emma.
“Anara jangan
ikut ikutan deh, kita bisa di keluarkan kalau sampe di tahu masih di bawah
umur.” Kata Airin.
“Hey, buktinya
kita bisa masuk.” Anara benar benar menikmatinya.
Tanpa banyak
menjawab, Anara segera menarik tangan Airin.
Sementara Aran
yang berada di rumah membuka aplikasih di ponselnya kemudiaan melacak kemana
mereka pergi.
Jangan tanya
bagaimana kagetnya Aran Ketika, tempat yang mereka tuju adalah club. Aran
menggeram, mencoba menahan emosi. Tanpa pikir Panjang lelaki ini segera
mengambil jaktenya kemudian memacu mobilnya segera.
Emma terlihat
heppy dengan kawan kawan barunya.
“Emma, lo udah
sering kayak gini.” Tanya Airin.
“Gak, baru
semingguan. Tempatnya asik lagi.” Emma berkata santai.
“Lagian tugas
dari pak Aran tuh di kerjainya nanti nanti aja, pas counjuring time.”Saran Emma.
“Jadi kita bisa
alasan semingguan ini ke k club.” Anara terlihat senang.
“Ayolah Rin,
lagian bokap kamu gak bakal tahu, diakan sibuk banget.” Emma membujuk.
Airin terlihat
sedikit pasrah. Namun menit berikutnya mereka have fun bersama.
Bahaya. Gadis
gadis itu menemukan hobi baru.
__ADS_1