Pak Aran Suami Idaman

Pak Aran Suami Idaman
Bab 11


__ADS_3

Melihat


kedatagangan Aran, wanita yang berbicara dengan Airin segera pergi.


“Teman kamu.”


Aran bertanya dengan bingung.


“Engggak.” Airin


menahan tawa.


“Kamu kenal


mereka.” Masih dengan rasa penasaran.


“Enggak.” Airin


meggeleng.


Aran menjadi


waspada. ” Kalau udah, ayok balik ke sekolah.” wajah Aran terlihat kesal.  Airin hanya bisa pasrah.


Saat keduanya


sampai di rumah Aran benar benar malu dengan apa yang terjadi siang ini di


restaurant. Malu pada dirinya terlebih pada Airin.


”Katanya ayok ke


sekolah, malah balik ke rumah.  Dasar


sok keren.” Airin membatin kesal.


Sore harinya


sesaui perjanian dengan kawanya. Airin terlihat bersiap. Sedikit ragu untuk


membuka percakapan pada Aran.


”Em, pak sore ini


aku  janjian mau kerja kelompok sama


teman.” Airin dengan gemetar berpamitan.


“Kerja kelompok


di mana.” Tanya Aran yag terlihat membaca di ipad.


“Rumah teman.”


Kata Airin.


“Tahu, bab mana.” Mengingat tadi Airin terlihat tak focus.


“Enggak, tadi gak focus soalnya.” Airin tak mau lama dekat dengan Aran.


“Rumahnya teman


kamu yang mana.” Aran mengulik.


”Yang tadi


menjelaskan.” Airin spontan dengan terburu buru.


“Katanya tadi gak


focus, kok  tahu  yang jelasin siapa.” Aran menekankan.

__ADS_1


Upsss….


Mampus. Ternyata Airin


cukup mengamati suasana tadi.


“Mampus gw.” Airin


terlihat berfikir keras, memutar otak untuk beralasan, keringat dingin


menghampiri dahinya.


Suara ponselnya berdering,


Airin segera mengalihkanya.


“Aku pergi dulu.”


Airin berjalan mendekati pintu dengan terburu buru


“Gak salim tangan


kamu.” Kata Aran bercanda dengan nada serius. Airin segera berbalik kemudian


menyalim tangan Aran sebelum meninggalkan.


“Pulangnya jangan


kemaleman.” Pesan Aran, sebelum Airin benar benar menghilang.


Airin buru buru


masuk ke dalam mobil.


“Kenapa gak


diantar supir kamu nar.” Tanya Airin. Melihat Emma menyetir mobil.


Omgg sejak kapan Anara


dan Emma menjadi dekat? Dan bagaimana mungkin?


Airin penasaran.


“Ha club. Seriously.” Kata Airin tak percaya.


“Rin lisen. Kita SMA


bakal berakhir sebentar lagi oke. Emang kamu mau, gak ada kesan apa apa gitu.”


Kata Emma.


”Btw kamu tadi


bolos, why.? Anara memperhatikan wajah Airin. ”trus kenapa kamu keringetan gini


sih.” tanya Anara memberikan tisu.


Airin hanya diam.


Dirinya bersama dengan 2 siswa lainya hanya ikut saja.


Mereka berlima


memasuki club malam, benar benar suasana berbeda.


“Bentar yah, aku


ngasih tahu penjaganya dulu.” Kata Emma.


“Anara, sejak kapan

__ADS_1


kapan kamu dekat sama Emma.” Airin bertanya dengan nada kecil.


“Airin, aku gak


dekat sama dia, gak akan bersahabat sama dia. Sebelum tahu kalau dia ternyata orangnya


asik banget weh.” Anara berkata dengan senyuman.


“Guys, masuk.”


Teriak Emma.


“Anara jangan


ikut ikutan deh, kita bisa di keluarkan kalau sampe di tahu masih di bawah


umur.” Kata Airin.


“Hey, buktinya


kita bisa masuk.” Anara benar benar menikmatinya.


Tanpa banyak


menjawab, Anara segera menarik tangan Airin.


Sementara Aran


yang berada di rumah membuka aplikasih di ponselnya kemudiaan melacak kemana


mereka pergi.


Jangan tanya


bagaimana kagetnya Aran Ketika, tempat yang mereka tuju adalah club. Aran


menggeram, mencoba menahan emosi. Tanpa pikir Panjang lelaki ini segera


mengambil jaktenya kemudian memacu mobilnya segera.


Emma terlihat


heppy dengan kawan kawan barunya.


“Emma, lo udah


sering kayak gini.” Tanya Airin.


“Gak, baru


semingguan. Tempatnya asik lagi.” Emma berkata santai.


“Lagian tugas


dari pak Aran tuh di kerjainya nanti nanti aja, pas counjuring time.”Saran Emma.


“Jadi kita bisa


alasan semingguan ini ke k club.” Anara terlihat senang.


“Ayolah Rin,


lagian bokap kamu gak bakal tahu, diakan sibuk banget.” Emma membujuk.


Airin terlihat


sedikit pasrah. Namun menit berikutnya mereka have fun bersama.


Bahaya. Gadis


gadis itu menemukan hobi baru.

__ADS_1


__ADS_2