Pak Aran Suami Idaman

Pak Aran Suami Idaman
Bab 65


__ADS_3

Semalamam mereka tidur berpisah, Aran tak mau sampai terjadi hal di luar batas.


Jalan Airin masih panjang, hanya karena dia halal bukan bermaksud menghentikan mimpinya.


Jangan bicara soal cinta pada gadis naif, itu akan membebankan mereka dan budak perasaan mu.


Ada kalanya Aran merasa ingin sebagai laki laki sejati, sayangnya itu terdengar egois.


Tenang saja Aran cukup pandai mengendaikan keinginanya.


Dan itu musuh bagi Airin.


Pagi hari yang cerah, Aran menyempatkan olah raga, ini adalah weekend dan mereka masih harus membicarakan kepindahaann Airin.


Sekitar am 10 pagi, Airin keluar kamar. Aran berada di sofa depan tv, sedang menatap layar ponselnya dengan serius.


Tv di hidupkan, namun fokusnya pada ponsel. Airin mencoba iseng, dan sedikit malu malu.


Berjalan pelan mendekati Aran, tanganya menutup kedua wajah, suaranya sedikit terdengar.


Sambil tertawa Aran memegang tangan istrinya. " Airin." Panggilnya lembut.


"Its me." Jawab nya melepaskan tanganya dari wajah Aran.


"Airin, bisa ke sini sebentar." ucapnya melihat ke arah Airin.

__ADS_1


Gadis i tu berlari menuju kamarnya sambil berteriak. " Bentar pak."  Suaranya menghilang dari balik pintu.


Tingkah Airin sedikit aneh.


Yah keduanya masih cukup canggung.


Iklan di tv membuat Aran tergiur, menampilakan iklan mie instan, dan karena pagi  tadi hanya sarapan roti maka Aran memutuskan untuk segera makan siang dengan mie.


Menyeduhnya dalam mangkok yang berukuran sedang, membawanya ke depan tv.


Menunggu sedikit dingin, handle pintu bergerak ke bawah, Airin keluar dengan hanya menggunakan pakaian santai yang sedikit menerawang.


"Bapak mau ngomongin apa tadi." Airin terlihat segar karena baru saja habis mandi dan wangisnya menyapa hidung Aran.


"Mau makan mie." Tawar Aran memperlihatkan mangkok berisi mie dengan porsi sedikit banyak.


"Cobain deh." Aran mulai memegang sendok berisi kuah.


Airin menyingkirkan rambutnya ke samping. " Udah gak panas kok." Kata Aran ketika memasukan sendok ke dalam mulut Airin.


Bahu Airin nampak segar di mata Aran. Matanya fokus pada leher, dagu, bibir, kemudian bagian dada yang tembus pandang itu.


Apa Airin sengaja? Memancingnya kah?  Aran harus bisa menahan diri, bisa gawat kalau sampai hilang sadar!


"Enak banget." Airin beberapa kali memasukan sendok ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Air dari kuahnya bahkan mengalir dari sudut bibirnya hampir menyentuh dagu.


Sadar dengan itu, tanganya mulai beranjak mengambil tisu, Aran menahan pergerakan secara tiba tiba.


"Sengaja yah." perkataan nya, sebelum mendekati bibir Airin.


Gadis itu kaget, badanya sedikit kaku. Aran mulai mengecup perlahan hingga beberapa saat menjadi ******* lembut.


Aran bergerak mulai berada di atas Airin, gerakan nya terhenti, segera menarik diri, memberikan Airin minum.


Mencoba menarik salivanya beberapa kali dengan fokus pada sudut ruangan.


Apa yang sudah di lakukan, tanganya hampir saja menerobos masuk ke dalam pakaian yang terawang itu.


Airin merasa canggung, dirinya memang tak mengerti dengan cara ciuman.


'Apa pak Aran kecewa, dengan ciumanku barusan.'  gelas masih menempel di bibirnya, cukup lama.


Sebenarnya karena canggung, jadi proses minumnya sedikit di perlambat.


'Bagaimana ini.? Dengan perasaan khawatir. 'Aku akan pelajari lewat GI nantinya, cara berciuman.' Niat Airin cukup bulat


Keduanya bersikap canggung, Aran merasa bersalah, sementara Airin merasa kalau dirinya tak pandai dalam hal berciuman.


Jangan lupa like dan comen yah.

__ADS_1


Klik favorite.


__ADS_2