Pak Aran Suami Idaman

Pak Aran Suami Idaman
bab 17


__ADS_3

Pagi hari di


sekolah di mana para siswa yang terlihat berbincang bincang ada juga yang


tengah sibuk memperbaiki tugas kemarin. Berbagai macam aktifitas.


Tak terkecuali


dengann Airin, terlihat sibuk dengan tugas tugasnya.


”Morning.” sapa Wilson. Airin mengganggap suara wilson adaalah angin lalu.


”eh udah sehat.” Kembali  bertanya bas abasi namun airin


hanya memperlihatkan matanya yang mengerut.


Tak ada jawaban.


Reynald pun yang


mendnegar Wilson bicara tanpa sahutan akhirnya merebut buku Airin. Dengan rasa


penasaran. Melihatnya seksama, kemudian tertawa meledek.


”ahaang. Jadi lu


di kacangin karena soal sepele ini.” kata Reynald pada Wilson.


”Balikin gak.”


teriak Airin. Suaranya cukup menggema, sementara yang lain terdiam mendengra


suara Airin yang tak biasanya.


seketika wilson


mengambilkan buku Airin. ”Nih, jaga kesehatan.” menyimpannyya di atas meja. Airin


hnya bersungut  segera mengambil buku


nya. Semua siswa kembali duduk kala pak Aran masuk ke dalam kelas.


Karena menarik


buku dengan sedikit kasar, Airin menjatuhkan sesuatu dari dalam. Wilson kembali


memberikanya.


”Pagi semua”


salam santun pak Aran. Suara yang bersamaan itu membuat sebagian para siswa


mengalihkan pandangan nya pada Airin dan wilson.


”Ciahhh, pagi


pagi sudah mesrah banget.” teriak siswa lainya.


”Di kasih coklat


gak tuh.” sahut lainya.


”Aduhh jangan


pacaran di kelas donk, udah ada guru tuh, kalau mau so sweet.” timpal murit


lagi.


”Sudah sudah.” Aran


kembali fokus pada mata pelajaranya.


”Bisa tolong pr


yang minggu lalu di kumpul yeah.” kata Aran. Semua murit segera membawanya.


”Oke jadi apakah


ada yang merasa jawabanya paling tepat, boleh silahkan maju.” kata Aran.


Wilson dan Emma


segera maju, keduanya mengisi bagian yang di anggap paling benar dalam soal.


Selesai mengisi


di papan tulis, mereka kembali duduk. Setelah itu Anara dan Reynald kembali


berdiri untuk mengisi di papan tulis.


4 jawaban sudah


ada di papan tulis, di mana masing masing, mereka mewakili tiap peringkat.

__ADS_1


”Oke untuk yang


soal terakhir ada yang ingin mengisinya.” Tanya Aran lagi pada siswa lainya.


”Airin aja pak, sekalian


mengisi peringkat mereka.” sahut siswwa lainya di dalam ruangan yang meberikan


ide.


”Airin.” Kata Aran.


Sementara Airin kala itu terlihat ragu ragu.


Tak lama wilson


kembali mengambil spidol di tangan pak Aran dan mengisi jawaban soal no.5.


”Maaf pak kalau


siswa gak siap jangan di paksa. Mental setiap orang beda beda.” kata wilson


kembali duduk setelah mengerjakan soal.


Airin menatap


wilson dengan sorot mata kesal.” Apa apaan ucapanya barusan. Lagian ngapain juga


dia ngasih coklat dalam buku gw.” Airin kemudian menyimpanya ke dalam tas.


Airin hanya


menunduk, sementara Aran tak terlalu menanggapinya.


”Oke, di papan


tulis apa semua jawaban kalian seperti ini.” kata Aran.


”Kalian boleh


kembali mengulik beberapa soal yang kalau di rasa masih ada yang salah.” Tak


ada yang berani mengambil bukunya kembali walalupun sudah di berikan


kesempatan. Sementara Airin melangkah tanpa ragu.


Semua siswa


menatap Airin.


dia lakukan? Dia sunggu berani.” kata salah satu siswa yangmerasa tak percaya Airin


bertindak sejauh itu..


Jangan tanya


bagimana heranya Aran pada sikap Airin.


Bell pulang


berbunyi, semua siswa merasa senang. Di perjalanan  kembali ke rumah aran fokus mengemudi,


sementara suara perut Airin terdengar dan itu terlalu memalukan.


”Maaf.” Airin


berkata dengan malu.


”Jadi mau makan


apa.”  Aran memberikan ponselnya pada Airin


dengan layar pilihan menu makanan.


”Tapi aku gak


lapar.” Airin sangaat malu. ”Aku yang mau makan.” Aran  bicara dengan nada lembut.


Airin diam.


Mobil  yang mereka kendarai pun memasuki


pekarangan resturan.


”Ayok.” aran


membuka sifbell dan mengajak Airin. Airin  diam tanpa melihat lawan bicaranya. Aran


menghembuskan nafasnya kasar.


”Aku mau balik aja


pak.” Airin berkata dengan menunduk.

__ADS_1


Mobil kembali


memacu di jalanan. Dirinya singgah alfa untuk membeli beberapa keperluan.


”Gak lama.”  kata Aran lekas turun. Tak sampai 10 menit


dirinya kembali dengan beberapa kantong plastik berisi penuh. Setelah selesai


keduanya lanjut pulang ke rumah.


Sampai di rumah Airin


langsung segera turun tanpa bicara apapun.


Aran hanya bisa


menghembuskan nafasnya kasar sekali lagi.


Kemudian menatap


tempat duduk Airin. ”Ada apa dengan nya.? Aran sedikit bingung. Melepas dasinya


dengan sangat kasar,  segera menyusul Airin


turun dari mobil.


Airin yang berada


di kamar merasa jenuh, dirinya segera masuk ke dalam kamar mandi untuk


menyegarkan tubuh.


Merasakan air yang


menyentuh kulitnya, membuatnya sedikit merasa tenang. Dirinya bahkan menyelam


beberapa menit, air itu menenggelamkan tubuh Airin.


Terasa nyaman,


ditambah beberapa wangi yang dapat menyegarkan, demi apa benar benar sangat


nikmat rasanya bagi Airin.


Ingatanya yang


tadi berada di sekolah kembali terbayang, dirinya merasa bodoh karena bersikap


demikian. Sehingga ingatan itu mengarah ke Aran, yang terlihat sedikit kecewa.


”Apa bapak itu


marah.” kata Airin dalam air. Menghembuskan kasar nafasnya dalam air, sebelum


benar benar kepalanya terangkat keluar.


Hufffff.


”Papah kenapa


ninggalin aku,” Airin mulai berfikir.


sejak kepergian


bakrie ke swish dirinya sama sekali belum menghubungi lewat telfon.


”Aku pokoknya mau


terfon papah.” teriak Airin sambil memukul air dengan kasar.


Aran yang uring


uringan berada di kamar karena sikap Airin membutnya tak bisa menutup mata.


Apalagi kata Bakrie yang jelas teringat di benaknya kalau dirinya tak boleh


menelantarkan Airin.


Tanpa pikir


panjaang Aran segera keluar dari kamar, dan menyempatkan memeriksa belanjan nya


tadi.


Tanpa mengentuk


pintu kamar airin dirinya langsung masuk. Aran tak melihat ada airin di kamar,


mencoa masuk lebih dalam suara aran bahkan tak tersahut.


Kekesalan Aran


meningkat 25% dari sebelumnya. Melangkah dekat pintu kamar mandi, saat di

__ADS_1


depan Airin, keluar dengan baju mandi yang bagian dadanya agak terlihat.


__ADS_2