Pak Aran Suami Idaman

Pak Aran Suami Idaman
Bab 59


__ADS_3

Sepulang sekolah Airin lebih banyak diam.


"Mau makan siang di tempat biasa." Aran menwarkan.


"Tapi aku llagi gak apar pak." Suaranya menjadi dingin.


Airin mengeledah isi tas nya. Memberikan susu pemberian Wilson.


"Di kasih temanku." Menyodorkan pada Aran.


'Lagi lagi di kasih susu kedelai.'Arang menggerutu.


Aran melaju menuju rumah.


Aran bukanya tak tahu apa yang telah terjadi, namun dirinya masih bertindak waspada.


Tahu bagaimana rasa kecewa nya Airin saat ini. Namanya di hapuskan llalu di ganti oleh teman nya sendiri, tak ada piagam penghargan dan ucapan terimkasih dari sekolah untuknya.


Tingkat TOBI adallah ajang bergengsi bagi para siswa. Tak menyangka usahanya jadi sia sia karena kesalahan yang pernah dia lakukan tak di sengaja.


Terlebih lagi itu adallah Reno, bagaimana bisa memihak di satu sisi Airin adalah istri sah Aran. Sementara Reno adalah adik dari Adinda.


Airin masuk menangis sejjadi jadinya di kamar. Apa yang terjadi hari iini seperti mimpi buruk.


Belajar mengajar belum aktif, karena baru saja mengadakan llomba di mana sekolah mereka sebagai tuan rumah.

__ADS_1


Jelas saja semua guru sibuk mempersiapkan.


Airin hanya menerima piala dari ajang llomba Celo, Itu juga harus di wakilkan oleh guru seni budaya karena Airin tak hadir.


Bahkan hampir seminggu tak masuk setelah kejadian itu.


Sean dan Lusi sudah tak menginap lagi, karena tugas mereka sebagai pengawas sudah selesai.


Aran sendiri masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan.


Memeriksa hasil ujian, sebellum menyetor pada wali kelas masing masing.


Airin banyak menghabiskan waktu di kamar. Dan hampir seminggu mereka hanya bicara seadanya.


Sampai malam ini, Aran harus menyellesaikan tugas sekolahnya sebelum libur.


"Airin." Aran teringat kalau gadis itu belum makan. Sayangnya tak jawaban seperti malam sebelumnya.


"Lagi lagi dia mengurung diri." Aran kembali mengejerkan tugasnya.


Keesokan paginya, Airin sudah rapi akan pergi.


Aran sedang menyeduh susu panas. " Kemana Rin." kaget melihat Airin rapi pagi ini.


"Aku ada janji sama temanku." Hanya bicara sebentar lalu pergi keluar.

__ADS_1


Dengan pasrah Aran hanya bisa diam.


Aran membawa berkas berkasnya menuju sekolah, sekali lagi Aran harus memberikan keterangan izin untuk Airin.


"Pak Gana apa gak ada cara lain biar siswa yang bernama Airin bisa mendapatkan piagam TOBI nya." Aran yang mencoba bicara dengan santai di ruangan.


"Seharusnya itu bukan masalah yang rumit sih, tapi kenapa harus menjadi serius begini." Ghana pun merasakan hal aneh dengan kejadian ini.


"Penyebarnya tak lain adalah siswa sini juga, masih di retas sama pihak BK." Lanjut dengan mengisi llapor siswa.


"Kalau pihak penyelenggara itu harusnya tetap di berikan pada Airin, cuman kepala sekolah takut reputasi nya turun." Shena ikut mendengarkan.


"Gak adi banget sama siswa." Ghana merespon dengan kesal.


"Padaha papahnya Airin salah satu investor prioritas sekolah ini." Shena banyak tahu.


Aran sedikit merasa ada yang aneh.


"Coba deh tanya pihak TU, kayaknya mereka bisa menyimpan data siswa yang bermasalah." Saran dari Shena.


"Aku gak akrab sama mereka." Aran sedikit cemas.


"Gak usah akrab kali Ran, kamu jual tampang aja pas masuk, entar bakal merek sambut kok." Ghana sambill tertawa.


"Eit jangan gitu donk, aku kasih tahu Adinda lho ya." Ucapanya terlihat ringan.

__ADS_1


Jangan like dan comen yah, Aku butuh pendapat kalian.


KLIK FAVORITE


__ADS_2