Pak Aran Suami Idaman

Pak Aran Suami Idaman
Bab 38


__ADS_3

Airin hanya mengembil porsi sedikit. Dirinya sedang ingin menghindari Aran. Sebelum gadis


itu masuk ke persembuyiannya alangkah baiknya Aran segera memberitahukan maksudnya.


”Airin, besok ka Sean ke sini.” Aran membuka percakapan. Airin menatap dengan sedikit penasaran.


mengangguk


”Em, nginep bareng ka Lusi.”  Mulai ke inti pembicaraan. Mengangguk tanpa suara.


”Mereka bakal tidur di kamar atas.” melihat Airin hanya mengangguk tanpa bicara, Aran menganggap Airin paham maksud Aran. Setelah selesai makan mereka berdua kembali ke kamar masing masing.


Aran kembali sibuk dengan leptopnya di sofa depan tv. Terlihat sibuk. Terdengar langkah


kaki. Tanpa sengaja sorot mata Aran menangkap bayangan Airin dari pantulan tv


yang mati. Aran tersenyum.


Sampai beberapa saat. Laki laki itu menutup leptopnya. Menyalakan tv. Samaar samar bayangan


Airin masih terlihat. Aran mengatur strategi. Laki laki itu berjalan ke atas dapur, dengan membawa gelas kosong.


Karena melewati kamar Airin, pintunya tertutup dengan ujung baju yang terjepit. Ternyata


benar. Mungkin sekarang Airin tengah berada di balik pintu.


”Airin.” setelah Aran mengetuk pelan.


”Iya.” sahutan samar samar.


”Bisa bicara sebentar.” Aran kemudian melangkah kembali ke sofa. Dengan membawa roti.


Tak lama gadis itu keluar dengan pena di tangannya. Seolah terlihat tengah belajar.


”Kenapa pak.”  Jarinya sibuk memainkan pena. Sengaja berdiri di balik kursi agar Aran bisa


melihat pena di jari Airin.


”Kamu belajar apa.” Aran bertanya sesuai harapan Airin.


”Aku sedang mempelajari soal, beberapa soal. Bapak kenapa memanggilku.” Dengan malu malu.


”Apa aku mengganggu mu.” Aran memainkan perannya. ” Kalau begitu kau bisa kembali

__ADS_1


belajar.” Aran fokus pada acara di tv.


”Enggak.” Airin kalang kabut. Berjalan tanpa malu duduk di samping Aran. ”Aku emang lagi


belajar, tapi bukan yang serius, fokus gitu. Cuman latihan soal ko.” Airin menggukan kepala nya, seolah meyakinkan Aran kalau dirinya bisa di ajak bicara.


Aran menatap sejenak. Airin terlihat cemas. Aran Kembali mengangguk. “Kalau begitu ambil  soal latihanmu.” airin berlari cepat menuju kamarnya tanpa hitungan menit kembali dengan tasnya di dalam pelukan.


Aran bahkan tak sempat berkedip. Menggaruk kupingnya sebentar kembali fokus pada Airin.


”Apa ada yang kurang di pahami.” Aran bertanya dengan tatapan hangat.


”Bagaimana kalau bapak ajari aku untuk persiapan tobi.” Airin menyarankan, dan bersedia.


”Tapi aku gak tahu kalau kamu lolos dalam seleksi.” Aran sedikit ragu. Airin juga  baru menyadarinya.


”Tapi aku yakin lolos ko.” yakin dengan usahanya selama ini. Mengelurkan semua isi tasnya. Di


sana coklat dari Wilson yang tak lagi utuh bentuknya berada paling atas.


Aran mengambilnya. Masih terbungkus sempurna namun tidak dengan bentuknya.


”Gak aku makan ko, tahu itu ada almondnya.” wajahnya menjadi sangat cemas.


Aran diam. Mengambil beberapa buku sains dan memberikan pada Airin.


membacanya garis besarnya, namun detik berikutnya sorot mataya melirik pada Aran.


Aran sentak saat tengah memakan coklatnya, pandanganya lurus ke acara di tv namun tak ada yang


lucu di sana. Airin kembali memandangi wajah Aran. Rasanya ingin sekali


membalainya, bersandar lagi pada dada bidangnya, dan kembali mencium aroma


tubuhnya yang terasa memabukan.


Uhcccc membayangkanya Airin menggeleng kepala dengan bibir meringis.


”Kamu kenapa? Apa karna coklatnya.” Aran memperhatikan dengan heran.


”Aaa, em bukan, bukan kok.” Airin merasa malu. Tak lama Aran memberikan roti padanya yang dia


bawa dari dapur.

__ADS_1


”Eh ini untuk aku.” Airin tersenyum senang. Aran membuka plastik roti dan kembali


memberikanya pada Airin. Acts of service. Yah Aran memang selalu


memperhatikan hal hal kecil.


Sayangnya arah perasaan Aran tak jelas, apaka dia memang menganggap airin istrinya atau


siswanya?


Tak henti hentinya Airin membuat drama sebelum dia tidur. Menjadi istri Aran, dan


menyiapkan segela keperluanya. Memasak untuknya dan merawat anak mereka.


Membayangkan itu Airin tersenyum dengan rona di wajahnya.


Berniat akan membuatkan Aran sarapan untuk besok pagi, Airin menyalakan alamram ponselnya dengan


berturut turut. Menonton youtube cara menggoreng telur.


Sekarang sudah larut malam. Hampir jam 12. Sebelum benar benar tertidur, dirinya keluar kamar


dengan mengendap endap ke arah dapur, membuka kulkas dan melihat apa saja yang


bisa di buatnya besok pagi.


Ada telur, roti dan beberapa naget. Ada buah buahan dan juga sayur. Cukup lama untuk


mencari tahu jenis jenis sayur di google.


Airin tetap mencobanya. Sekitar 30 menit dirinya menonton


youtube di depan pintu kulkas yang terbuka akhirnya memisahkan yang akan di


masaknya untuk besok.


”Pak Aran aku


akan menjadi istri yang berbakti.” Airin berkata dengan tegas. Menatap pintu


kamar Aran.


Membayangkan

__ADS_1


besok adalah hari baru dan istimewa.


Terlelap setelah hampir jam 2.


__ADS_2