Pak Aran Suami Idaman

Pak Aran Suami Idaman
Bab 9


__ADS_3

Aran berbincang


dan berkenalan dengan beberapa guru yang ada di sekolah. Pertemuanya dengan


kepala sekolah mendapatkan kesan baik dan di terima dengan lapang oleh para guru


di sana.


Salah satu teman


angkatan aran bahkan menjadi guru di sana dengan membawa pelajaraan bahasa


inggris


“Gak nyangka kamu bakal ngajar di sini juga” Shena mengembangkan senyuman dengan tak percaya


melihat kawan semasa SMA nya.


“Gak nyangka juga bakal ketemu kamu di sini.” balas Aran ekpresi yang sama.


“Jadi dua mata


pelajaran nih.” Shena mendengar rumor


“Bahasa indonesia dan biologi.” jawabannya selalu singkat.


“Repot banget pasti.” Sorot mata Shena membulat, gawat, gadis itu kagum.


Setelah berkenalan


dengan beberap guru. Aran memperhatikan bangunan sekolah yang luar biasa ini.


”Oh, shen nanti


tunjukin kelas 12a.” mata Aran sedikit tak fokus.


“Kamu ingat dengan namaku.” Shena tak percaya, sedikit kaget dan tersipu malu.


Aran kemudian menatap Shena, lalu sorot matanya melihat ke nama tag di saku kiri,


yang bertuliskan Shena syan S,pd.


Banyak guru duru


yang memperhatikan mereka berdua. Aran mengerutkan dahi.


Di perjalan menuju


kelas Shena dan Aran berjalaan berdampingan, keduanya terlihat sangat serasi.


Beberapa kelas yang mereka lewati banyak siswa yang berdiri di dekat jendela,


untuk melihat keduanya, sampai di tengah tengah perjalanan mereka bertemu


dengan pak Ghana. wali kelas dari 12A.


“Pagi pak ghana.”


sapa Shena dengan senyuman.

__ADS_1


“Pagi shen.” Gana


terlihat menyambut keduanya. “Guru baru untuk kelas 12 yah.” Lanjut Gana


menyapa dengan senyuman pada Aran.


Keduanya bersalaman.


“Mohon bantuanya


pak Gana.” Aran terlihat  nyaman


“SSekalian saya


perkenalkan pada murid murid 12a.” Ghana mempersilahkan untuk masuk ke dalam


kelas


Aran mendapat


sambutan baik dari para siswa, terlebih pada gender wanita. Banyak diantara


mereka bersorak awal melihat Aran.


Fufufuf .....


siswa wanita kegirangan.


Aran memperkenalkan


diri di hadapan para siswa dengan sedikit gemetar, Aran tak henti hentinya


“Ternyata


bidadari tuh gak hanya cewek lho.” Kata salah satu siswa.


“Hey fad (gendut), I don’t think what you said is true.” Ucapan


Anara memancing tawa siswa lainya.


Tawa menggelegar di setiap sudut


ruangan. Ucapan Anara terdengar


lolucon klise. “Hey itu gak sopan, itu udah termasuk bullyng yah, but why can? Padahal sama sama manusia, tapi kenapa bentukanya beda banget.” Sahut siswa gendut tadi. (LK)


“Who say you are human.” Timpalnya semakin memojokan. Sorot matanya tak lepas dari Aran.


”Guys, enough.”


suara pak Gana ikut menengahi.


“Izinkan saya


memperkenalkan, nama saya Aran luesyah, saya sebagai guru Biologi dan Fisika. Mohon


kerja samanya.” Aran berkata dengan penuh energi.


”Yeah, jadi pak

__ADS_1


Aran ini akan menggantikan bu Nisa, untuk kedepanya. Saya harapa para siswa


jangan membuat kekacauan. Dan kelas nya bisa bapak mulai hari ini.” kata Ghana


pamit segera.


”Terimkasih pak Ghana,


terima kasih bu Shena.” Aran penuh senyuman ramah.


Shena kembali menatap


dengan rona wajah sebelum meninggalkan kelas.


”Oke anak anak,


untuk memulai pertemuan pertama kita , kalian boleh menayakan soal kemarin dari


guru sebelumnya.” Aran membuka buku tebal soal Biologi.


”Bapak udah punya


pacar belum.” tanya siswi dengan malu malu.


Kelas 12a  semua sedang menunggu Aran berbicara dengan


gaya khasnya di mana dirinya tengah berdiri bersandarkan meja dengan buku


biologi di tanganya.


”Tidak.”Jawab seadanya dengan wajah serius. ” Diantaraa kalian bisa tolong jelaskan


apa itu Biologi.” dengan topik berbeda. Usai berkata seseorang mengangkat


tangnya dengan yakin.


“Permisi.” Pintu


terbuka. Di sana ada Wilson yang baru saja masuk. Aran melihat wajah Wilson


seperti tak asing.


Teringat kalau


kemarin di mana Wilson lelaki yang di hadapanya saat ini yang tengah bermasalah


dengan Airin.


“Jika anak lekaki


ini, dalam kelasku berarti.” Aran segera melihat seisi ruangan. Tatapan nya


menggeledah secara seksama. Yah dan dia menemukanya.


Airin terlihat


sama sekali tak menatap ke depan di sana. Airin terlihat begitu santai dan


hanya menatap buku di atas meja belajarnya.

__ADS_1


__ADS_2