
Aran berbincang
dan berkenalan dengan beberapa guru yang ada di sekolah. Pertemuanya dengan
kepala sekolah mendapatkan kesan baik dan di terima dengan lapang oleh para guru
di sana.
Salah satu teman
angkatan aran bahkan menjadi guru di sana dengan membawa pelajaraan bahasa
inggris
“Gak nyangka kamu bakal ngajar di sini juga” Shena mengembangkan senyuman dengan tak percaya
melihat kawan semasa SMA nya.
“Gak nyangka juga bakal ketemu kamu di sini.” balas Aran ekpresi yang sama.
“Jadi dua mata
pelajaran nih.” Shena mendengar rumor
“Bahasa indonesia dan biologi.” jawabannya selalu singkat.
“Repot banget pasti.” Sorot mata Shena membulat, gawat, gadis itu kagum.
Setelah berkenalan
dengan beberap guru. Aran memperhatikan bangunan sekolah yang luar biasa ini.
”Oh, shen nanti
tunjukin kelas 12a.” mata Aran sedikit tak fokus.
“Kamu ingat dengan namaku.” Shena tak percaya, sedikit kaget dan tersipu malu.
Aran kemudian menatap Shena, lalu sorot matanya melihat ke nama tag di saku kiri,
yang bertuliskan Shena syan S,pd.
Banyak guru duru
yang memperhatikan mereka berdua. Aran mengerutkan dahi.
Di perjalan menuju
kelas Shena dan Aran berjalaan berdampingan, keduanya terlihat sangat serasi.
Beberapa kelas yang mereka lewati banyak siswa yang berdiri di dekat jendela,
untuk melihat keduanya, sampai di tengah tengah perjalanan mereka bertemu
dengan pak Ghana. wali kelas dari 12A.
“Pagi pak ghana.”
sapa Shena dengan senyuman.
__ADS_1
“Pagi shen.” Gana
terlihat menyambut keduanya. “Guru baru untuk kelas 12 yah.” Lanjut Gana
menyapa dengan senyuman pada Aran.
Keduanya bersalaman.
“Mohon bantuanya
pak Gana.” Aran terlihat nyaman
“SSekalian saya
perkenalkan pada murid murid 12a.” Ghana mempersilahkan untuk masuk ke dalam
kelas
Aran mendapat
sambutan baik dari para siswa, terlebih pada gender wanita. Banyak diantara
mereka bersorak awal melihat Aran.
Fufufuf .....
siswa wanita kegirangan.
Aran memperkenalkan
diri di hadapan para siswa dengan sedikit gemetar, Aran tak henti hentinya
“Ternyata
bidadari tuh gak hanya cewek lho.” Kata salah satu siswa.
“Hey fad (gendut), I don’t think what you said is true.” Ucapan
Anara memancing tawa siswa lainya.
Tawa menggelegar di setiap sudut
ruangan. Ucapan Anara terdengar
lolucon klise. “Hey itu gak sopan, itu udah termasuk bullyng yah, but why can? Padahal sama sama manusia, tapi kenapa bentukanya beda banget.” Sahut siswa gendut tadi. (LK)
“Who say you are human.” Timpalnya semakin memojokan. Sorot matanya tak lepas dari Aran.
”Guys, enough.”
suara pak Gana ikut menengahi.
“Izinkan saya
memperkenalkan, nama saya Aran luesyah, saya sebagai guru Biologi dan Fisika. Mohon
kerja samanya.” Aran berkata dengan penuh energi.
”Yeah, jadi pak
__ADS_1
Aran ini akan menggantikan bu Nisa, untuk kedepanya. Saya harapa para siswa
jangan membuat kekacauan. Dan kelas nya bisa bapak mulai hari ini.” kata Ghana
pamit segera.
”Terimkasih pak Ghana,
terima kasih bu Shena.” Aran penuh senyuman ramah.
Shena kembali menatap
dengan rona wajah sebelum meninggalkan kelas.
”Oke anak anak,
untuk memulai pertemuan pertama kita , kalian boleh menayakan soal kemarin dari
guru sebelumnya.” Aran membuka buku tebal soal Biologi.
”Bapak udah punya
pacar belum.” tanya siswi dengan malu malu.
Kelas 12a semua sedang menunggu Aran berbicara dengan
gaya khasnya di mana dirinya tengah berdiri bersandarkan meja dengan buku
biologi di tanganya.
”Tidak.”Jawab seadanya dengan wajah serius. ” Diantaraa kalian bisa tolong jelaskan
apa itu Biologi.” dengan topik berbeda. Usai berkata seseorang mengangkat
tangnya dengan yakin.
“Permisi.” Pintu
terbuka. Di sana ada Wilson yang baru saja masuk. Aran melihat wajah Wilson
seperti tak asing.
Teringat kalau
kemarin di mana Wilson lelaki yang di hadapanya saat ini yang tengah bermasalah
dengan Airin.
“Jika anak lekaki
ini, dalam kelasku berarti.” Aran segera melihat seisi ruangan. Tatapan nya
menggeledah secara seksama. Yah dan dia menemukanya.
Airin terlihat
sama sekali tak menatap ke depan di sana. Airin terlihat begitu santai dan
hanya menatap buku di atas meja belajarnya.
__ADS_1