
Aran mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Suara musik menemani perjalan mereka.
"Pak." panggil Airin dengan suara kecil.
"Em." Jawab nya dengan fokus pada jalanan.
"Pulang aja yuk." Ajaknya dengan nafas tertahan.
Aran menepikan mobilnya segera di bahu jalan.
Menarik nafasnya sebentar, mellihat ke arah Airin. "Kamu ngantuk." Aran dengan wajah yang cemas mulai bertanya. Airin menggeleng.
Sorot matanya seakan bertanya.' Lalu kenapa harus pulang.?
"Aku rasa kita cukup nonton di rumah aja." Airin dengan pipi yang mulai kemerahan.
Aran tersenyum, mengelus sebentar di punggung tangan Airin. Mengemudi kembali menuju rumah.
Setengah perjalanan Aran mellewati jajanan pinggir jalan. Mengingat kalau Airin pernah marah padanya karena jajanan.
"Mau jajan sebentar." Tawar Aran menepikan mobil.
Mereka turun bersamaan, Airin yang menggunakan jaket panjang ala musim dingin milik Aran. Hal itu membuatnya terlihat modis.
Mereka mulai membeli beberapa aneka jajanan. "Kamu udah nyombain ronde alkatari, belom.? Airin mengangguk.
__ADS_1
Aran memesan segera. " Pak ronde allkatri nya satu, di bungkus ya." Katanya segera.
Cukup lama dan jauh mereka mamasuki jajanan malam yang memang paling terkenal di kota itu.
Setelah memegang cukup banyak plastik jajanan, keduanya segera pulang.
"Biar aku bantuin sebagian pak." Tawar Airin membawa belanjaan di tangan Aran.
Mengadakan tangan nya yang kosong. Airin menetap keheranan. Aran tersenyum, segera menggenggam pergelangan Airin.
Keduanya berjalan memasuki rumah.
"Apaan sih."Gumam Airin dengan terus tersenyum.
Airin membuka pintu dengan kunci, tanpa terlepas dari kepalan tangan Aran.
"Aku bantuin simpen di piring yah." memohon dengan sangat. Aran menganguk.
"Kalau horor gimana pak." Dengan wajah yakin. Aran mengangguk.
"Kamu cobain dulu ronde nya." Aran memberikan sendok berisi kuah dengan beberapa isian.
Airin melahapnya di saat masih berbicara. "Em." Aran beranjak mengambil Air
"Em, ini enak benget pak." Airin dengan wajah yang tak percaya.
Aran lagi lagi tersenyum melihat reaksi Airin, masih sama saat dirinya kembali.
__ADS_1
Sampai menghabiskanya, tak bersisa.
"Minum dulu." Aran memberikan gelas dan mengambil mangkok bekas makanan Airin.
Dengan mulut penuh Airin bicara, wajah nya penuh penyesalan. " Bapak udah cobain tadi belum." Sudut bibir nya melebar.
"Masih mau." Memastikan. Airin menggeleng.
"Bapak belum cobain tapi aku udah makan semua." Suaranya mulai terdengar gemetar. Sudur bibir Aran terangkat.
"Mana bapak belinya cuman satu." Ada suara tangis di sana. " Harusnya bapak beli dua." Suaranya semakin meninggi. " Eh enggak, harusnya beli 3 aja." Layaknya anak kecil yang permen nya di ambil.
Aran mendekat, lalu duduk dekat di hadapan Airin. "Aku sudah sering cobain, tadi kan aku nawarin buat kamu." Mengacak sebentar rambut Airin.
Tawanya mengecil dengan gemas.
Air mata yang jatuh itu cukup mengganggu. Aran mengambil tisu, untuk menyeka lelehan air mata Airin.
Gerakan itu tak mendominasi, sehingga jemarinya perlahan turun sampai pada bagian bibir.
Nafasnya berderu, Airin mematung sejenak dengan gerakan mata yang mulai tertutup.
Ibu jarinya mengelus perlahan di sana, itu sungguh menggoda.
"Aran apa yang kamu pikirkan." Katanya dalam hati. Segera menjauh dari Airin, yang seketika membuka matanya.
"Aku ke kamar mandi sebentar, kamu langsung tidur aja yah, nontonya nanti besok besok." Terlihat gerakannya tak nyaman, Aran berjalan menuju keuar dari pintu kamar.
__ADS_1
"Katanya mau ke kamar mandi." Gumam Airin kebingungan
Hy guys maaf yah di kota aku terjadi pemadaman lampu, dan beberapa waktu yang lalu ada guncangan gempa yang mengakibatkan pemadaman listrik, jadi Author gak bisa up beberapa hari belakangan. Mohon di maafkan.