
“Where u dad.? Suara Airin terdengar sampai ke telinga Aran yang duduk di hadapan Bakrie. “ I
am back now.” Suara itu terdengar seperti nada perintah.
“Masih di rumah kawan papah, ini juga sudah mau selesai.” Bakrie melirik dengan malu pada Madi dan
Aran.
“Papa gak jauh kan.? Pertanyaan Airin membuat Bakrie terdiam
“Enggak. Kamu baliknya bareng sama Anara saja. Nanti papa jemput di sana.” Bakrie sedikit mengecilkan
suaranya.
“Where you dad.” Felling Airin sangat kuat.
“Papah lagi di bandung.” Kali ini Bakrie benar benar akan mengubur
diri. Usai berkata Bakrie segera memutuskan panggilan nya bersama Airin.
“Maaf, soal tadi. Tapi, yakinlah dia gadis yang teramat baik dan santun.” ucapn yang tertuju
pada Aran.
“Tidak masalah, anak gadis pada umumnya kan memang seperti itu.” Madi berkata dengan santai
Setelah di permalukan oleh Airin, Bakrie kini benar benar ragu untuk meninggalkan anaknya
dengan sikap seperti tadi.
Langit malam menjadi teman sepanjang perjalanan Bakrie kembali ke jakarta. Dirinya sedikit
merasa bersalah pada Airin.
“I am sorry.” Kata Bakrie melihat anaknya yang membanting pintu mobil.
“I cant be very upset whit you. And its all gone as long as you cancel my wedding.” Airin berkata dengan mata yang berkaca kaca.
Bakrie terlihat luluh, raut wajahnya sangat sedih. Tapi ...
“You dream.” Ucapnya setelah itu tertawa. Gimik yang berhasil.
Hahahha
Hahahahah
__ADS_1
Hahhahahha.
Memasuki halaman rumah, Airin sama sekali tak membantu Bakrie untuk membuka pintu pagar. Dirinya
berlalu masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan mobil masuk atau tidak.
Melepas sepatunya di sembarang tempat, hari yang buruk untuk Airin.
Menikah di usia muda bukanlah impian Airin. Jauh dan sangat jauh dari target hidupnya. Bisa di
katakan kalau Airin tipikal Wanita yang ingin mandiri, walaupun sebanarnya dia
adalah anak yang manja. Sangat manja.
Segenlitir orang mungkin yang mau menikah muda, dengan bayangan hidup bahagia bersama pasangan namun
itu hanya berlaku pada kaula muda yang menganggap cinta adalah kebahagian dominan.
“Aku tahu dunia tidak akan berhenti berputar, hanya kerana kesedihanku.” kalimat yang tentu di
ucapkanya.
“Tapi bisa gak sih, alam seolah gak iklas gitu.” Airin mencibir kesal.
“Kalau di pikir2, lagian kenapa papah pengen aku nikah. Padahal aku masih sekolah.” Airin
Airin yang tengah, berbaring di kamar setelah seharian menunggu jemputan dan lagi lagi
harus kesal karena papahnya yang lambat menjemput. Ohh astaga Airin sedang
berperang dengan batin.
Airin dengan pemikiran kritisnya mencoba berbicara lagi dengan papahnya. Mungkin saja papanya
bisa menjadi luluh.
“Dad, cant I talk with u.” Airin bicara di balik pintu kamar papahnya.
“Dad.” Airin memanggil.
Tak ada jawaban Airin segera membuka pintu kamar. Di sana dirinya tak meliat siapa siapa. Airin
melangkah masuk sesaat. Namun, kakinya terhenti di dekat nakas dengan beberapa
gambar rongseng jantung yang berserakan.
__ADS_1
“what this is.” Airin berkata bingung.
“Hey what are you doing in here.” Kata Bakrie keluar dari kamar mandi.
“Aku ke sini ingin meminta maaf.” Kata Airin.
“Dan akan menikah.” Sela Bakrie.
“Oh my god.” Airin terlihat kesal.
Bertolak pinggang dan meletakan kembali kertas bergambar jantung itu.
“Dad. You know I am students nowdays. Dan.” Ucapanya terhenti seperti kehabisan kata
kata.
“Okay, emm. Can dad explain why I have to get married at a
young age. I am chilid.” Airin mencoba bicara fakta.
“Yes, you chilid. Tapi usia kamu sudah pantas menikah.” Kata
Bakrie.
“Pah, aku gak mau menikah. Aku masih terlalu mudah.” Dengan gaya yang super nya bertolak pinggang dan
wajah putih kemerahan.
“ Ei.don’t accept excuses.” Bakrie tetap lembut mengatakan nya namun penuh penekanan.
“I am your chilid. Dad.” Airin sedikit dramatis. .
“Because our chilid.” Sela Bakrie. “Siap tidak siap, prepare
yourself. Baby.” Bakrie tersenyum kemenangan.
“I hate u dad.” Airin segera keluar dari kamar dengan kesal.
Wajah amarah, tersenyum dan manjanya Airin menyapa ingatan nya. Ayah mana yang mau menikahkan anaknya secepat ini? Namun, resiko besar kalau dirinya membiarkan Airin tinggal seorang diri. Harus secepatnya menikah. Dan itu tidak buruk. Dan bukan tindakan kejahaatan.
“Its not bad.” Bakrie mengusap kasar wajahnya.
Malam ini Bakrie menatap langit dengan handuk sepinggang. Hah benar benar lelaki kurang balain.
Ada raut penyesalan di sana. Sangat terlihat dari alis matanya yang mengkerut.
__ADS_1
Apa yang sebenarnya terjadi?
hy sejauh ini bagaimana! apa kalian menyukainya? Tolong berikan tanda cintanya yeah.