Pak Aran Suami Idaman

Pak Aran Suami Idaman
Bab 8


__ADS_3

Aran Kembali mengemudi ke rumah Bakrie. Dirinya benar benar mengantuk dan lelah. Besok


adalah hari pertamanya sebegai guru di HIGH SCHOOL OF MERTA. Tidak boleh terlambat.


Memasuki pekarangan


rumah yang masih terasa asing membuatnya sedikit merasa aneh. Namun tanpa perduli


dengan sekitar, Aran lekas merebahkan tubuhnya begitu sampai di kamar Bakrie.


Semua kejadian hari


ini terlalu begitu cepat. Tak ada yang perduli dengan kesediaan diri dari


kalian. Hanya saja malam ini semoga tidur nyeyak, tanpa memaikirkan apapun!  Sudah


cukup berhari hari lalu, semua emosi dan pertanyaan beribu di kepala selesai


hari ini. Semoga benar benar membuka lembaran baru, suasana baru dan bersama


orang baru. Begitu pikir Aran


Wajah Aran memang terlihat kecapekkan. Dirinya tanpa melepaskan sapatu atau baju yang melekat


satu hari pada badanya.


Hingga pagi menyapa sejuk, cahaya nya membuat Aran terbangun tanpa sepenuhnya sadar.


Jam melingkar di tanganya menjadi yang pertama kali Aran lakukan.


06.10 waktu yang


tepat untuk bangun. Dirinya bergegas membuka pintu rumah lalu mengambil koper


yang ada di bagasi pintu rumah.


Tak ada yang


berubah mungkin hanya sedikit wajah yang masih terlihat membantal. (wajah baru


bangun).


Segera mandi dan


bersiap untuk berangkat ke sekolah. Aran melirik jam,  masih ada waktu untuk sarapan pagi.


Hanya roti dan


selai coklat yang bisa di lakukanya saat ini untuk mengganjal perut. Menikmati


sarapan di meja mungil yang indah dengan sedikit pemandangan taman ini dan


kolam di depan ruangan makan.


Pintu kamar Airin


terbuka, ruangan makan yang tak jauh dari kamar gadis itu membuatnya keduanya

__ADS_1


saling menatap untuk pagi pertama mereka.


“Selamat pagi.”Sapa


Aran, dengan tersenyum.


Menatap. Tak ada niat untuk membalas sapaan Aran. Langkahnya berbalik kemudian


terhenti.


“Dad.” Langkahnya menuju kamar Bakrie. Masih tak mau menerima apa yang di takutinya.


Membuka pintu kamar di sana terlihat ada koper dan beberapa baju yang ada di atas ranjang.


Airin hanya melirik, dan itu membuat nya semakin penasaran membuka lemari Bakrie. Yup di sana beberapa baju Bakrie menghilang. Kecurigaan Airin benar. Seketika peasanya menjadi sedih merasa marah karena di bohongi untuk kedua kalinya. Tanganya mengambil secarik kertas dengan tidak sabar.


To Airin


 Selamat pagi sayang, jangan lupa mandi dan


sarapan. Gunakan ponselnya untuk memperlajari cara memakai tali sepatu. Jangan


buat papah malu. Maaf papah pergi kerena terlalu terburu buru. Mobil


civic itu boleh kamu pakai, sebagai hadiah pernikahanmu. And you have driver


alone. Oke. And don’t forget this is your teacher.


Isi suratnya membuat Airin berlari kembali ke garasi mobil


dengan terburu buru. Di sana dirinya


matanya yang sedikit mengalir.


“Yes a have a car.” Airin menahan rasa kegiranganya.


Diriya Kembali


masuk ke dalam rumah dengan rasa menggebu gebu.


“Buruan mandi,


kita berangkatnya berengan aja.”ucapan barusan membuat Airin memasang wajah kosong.


Airin berjalan dengan rasa kesal.


Kembali melanjutkan sarapanya sampai habis. Menunggu sampai sedikit bosan. Aran kemudian


bermain ponsel sejenak.


setelah beberapa saat, Airin keluar dari kamar dengan wajah datar.


“Sarapaan dulu.” dengan nada tawaran.


Airin mendekat ke meja makan, berhadapan dengan Aran.


“I not cant it.”

__ADS_1


Kata Airin menolak roti selai coklat. Airin hanya mengambl buah apel yang ada


di atas meja. Dan meminum segelas air putih.


“Hanya itu.” kata


Aran bernada ambigu. Airin mengangguk.


Setelah itu


keduanya berangkat menuju sekolah. Airin menggunakan sepatu tanpa tali.


Meskipun awal nya dia terlihat ragu untuk menggunakan sepatu yang sama sekali


tak masuk dengan seragam sekolahnya.


Keduanya diam


sepanjang jalan. Airin yang biasanya berceloteh dengan Bakrie demi apapun


rasanya menjadi sedikit aneh baginya.


Aran mengemudi


dengan tenang. Entah apa yang ada di pikiranya hingga alisnya mengkerut.


Sampai di parkiran. Airin turun lebih dulu, tanpa mengucapkan kata kata


apapun.


“Shit apa dia


menyesal sekarang.” Gegerutu Airin. Dirinya berjalan dengan sedikit kesal.


“Hey gadisku yang


cantik, ada apa dengan wajahmu yang manis ini.” Sapa Reynald yang merangkul


Airin di lehernya.


“I have a car.” Memperlihatkan kunci mobil pada Reynald dengan bangga.


“I drive.”  Reynald mengambil kunci mobil dari tangan Airin kemudian berlari. Keduanya


saling mengejar dengan tawa.


Sementara Aran


melirik dari kaca spion mobil Airin terlihat sedikit freandly pada laki laki


itu. Ingatanya kembali teringat dengan laki laki kemarin yang dia temui saat menemput Airin.


Sampai parkiran


sepi dan semua siswa telah masuk ke dalam kelas barulah Aran keluar dari dalam


mobil. Dia melangkah menuju ruangan kepala sekolah.

__ADS_1


Assalamualaikum guys, jangan lupa tanda cintanya.


__ADS_2