Pak Aran Suami Idaman

Pak Aran Suami Idaman
Bab 70


__ADS_3

Airin menonton prodcass di ipad Aran. Mengalihkan rasa kesal.


Beberapa saat terdengar suara mobil masuk. Pikir Airin itu adalah mamah mertuanya.


"Kalau aku keluar, pasti entar mama nanya macem macem lagi." Airin merasa lebih aman berada di kamar.


Airin melanjutkan tontonannya.


Pintu kamar terbuka. "Mamah." Tanya Airin.


"Lampunya kenapa di matiin." Aran bersuara. Mendengarnya membuat Airin kemballi fokus pada layar ipad.


"Aku beliin cemil an nih." Aran memberikan plastik sedang dengan berbagai macam cemilan.


Airin tak memperdulikanya, Asik tertawa dengan tontonanya.


"Rin aku minta maaf yah." Kata Aran dengan suara lembut.


Tetap tak ada jawaban.


Aran mengambil ipad miliknya, kemudian wajah mereka saling bertatapan.


Airin memperlihatkan wajah kesal. Menutupi wajahnya dengan selimut.


Suara mobill terdengar, Airin memikirkan sesuatu.


Tiba tiba suara tangis layaknya anak kecil keluar dari mullut Airin.


Aran kembali membekapnya. "Airin kenapa nangis." Bertanya dengan panik.

__ADS_1


Pintu kamar di ketuk. "Aran." Panggil  Anna spontan.


"Iya mah." Aran melepaskan bekapanya dari mulut Airin. Tangis kembali terdengar, Tangan kekar itu ikut membekap untuk ke dua kalinya di waktu yang sama.


Pintu terbuka. Adegan yang baru saja di lihat Anna cukup membuat syok.


"Ya ampun Aran." Berjalan dengan marah. "Papah. Papah sini deh lihat anak kamu." Memukul Aran dengan tas yang berada di gendenganya.


"Kurang ajar kamu yah sejak kapan mama sama papah ngajarin kekerasan. Apalagi dia istri kamu Aran." Dengan suara yang habis kesabaran.


Papah masuk dan langsung menjewer Aran ketika mamahnya menjelaskan.


Airin aman karena berada dalam pelukan Anna mertuanya.


"Jelasin sama mamah, kamu di apain Aran sampe nangis gini." Ana bertanya kajadian sesungguhnya.


"Tadi aku minta di anterin beli cemilan, tapi bapak malah ninggalin aku, abis itu dateng dateng malah ambil ipad, padahal aku llagi nonton mah." Suara tangis yang di buat buat dengan air mata sungguhan.


"Sayang udah yah, besok mama ikut mama aja ke mall, kita habiskan tabungan Aran." Tawar Anna.


"Besok Airin harus daftar ke sekolah baru." Kalimat Aran bagaimana hembusan angin.


Airin setuju. Menjulurkan lidahnya pada Aran.


Aran diam, dan sedikit menyeringai.


Ahmadi membawa Aran keluar dari kamar. Anna menemani Airin di kamar.


Setelah hampir jam 11 Anna kelluar dari kamar, Airin sudah cukup bermimpi indah.

__ADS_1


Saat keluar kamar Anna mellihat Aran yang duduk di ruangan tv, memberi tatapan tajam.


"Umur doank tua, tingkah laku kayak bocil." Anna menyindir halus.


"Mah." Aran memelas.


"Ayok pah, kita ke kamar. Awas yah kamu sampai bandelin Airin." Ancam Anna tegas.


"Iya mah, bentar lagi dapat cucu kok, moga bandelnya lebih dari Aran yah." Suara halus dengan pengucapan berat.


Aran melangkah masuk ke dalam kamar. Memperhatikan Airin yang sedang tertidur lelap.


Sudut bibirnya menyeringai, berbaring di samping Airin.


Aran memperhatikan punggung Airin yang cukup terbuka.


Kulit halus yang pucat dan sedikit bulu tipis.


Tanpa sadar, merabanya perlahan. Tangan nya menyikapi rambut yang halus bergelombang.


Tangannya mulai merangkul pinggang Airin, gadis yang terlelap itu tak bereaksi apa apa.


Menjangkau cukup jauh, bagian baju hingga menyentuh gundukan yang membuatnya segera menarik tanganya segera.


Ada keraguan di sana, membayangkan Airin tak terima dan segera berteriak ketakutan.


Akan sangat merepotkan kalau sampai itu terjadi.


Aran memeluk pinggang Airin. Rasanya begini lebih nyaman.

__ADS_1


Kali pertama kelonan setelah lama menikah.


Jangan lupa like dan coment.


__ADS_2