Pak Aran Suami Idaman

Pak Aran Suami Idaman
Bab 30


__ADS_3

Ini adalah hari


di mana Airin bertambah usian menjadi 17 tahun, berencana mengadakan pesta


ulang tahun bersama dengan Aran ia malah di buatkan kejutan oleh teman temanya.


Dalam ingatan Airin,


dirinya akan mendapat kejutan dari Aran dan melakukan makan malam bersama yang


romatis dengan firts kiss yang menggairah. Membayangkan itu, Airin tak henti


hentinya tersenyum. Bahkan pelajaran berlangusng Airin masih tidak sadar.


”Airin.” panggil


guru yang terganggu.


”Airiiiiin.” pak Ghana menutup hidung Airin.


‘Awwwh’ Airin


terbangun dengan cemberut.


”Kenapa kamu bisa


ketiduran di kelas.” nada introgasi berlangsung.


”Aku tidak


ketiduran, hanya saja mataku tertutup kala mengingat penjelasan bapak.” kalimat


Airin terdengar masuk akal. Ghana melirik setuju, kembali berjalan ke mejanya.


”Pengalihan yang


bagus.”  Emm memberi jempol. Di kelas 2 SMA


Airin duduk bersama Emma.


”Airin ibuku


sedang ke Bogor, bisa temani aku memberikan ini di rumah paman.” Emma terdengar


memohon.


”Iya, akan aku


temani.” Airin menyetujuinya tanpa curiga.


Sepulang sekolah


mereka terlihat bersama, Airin tak lupa mengabari Aran lebih dulu.


”Aku akan pulang


bersama Emma, aku akan makan masakan bapak, jangan curang.” pesan Airin


berbunyi ancaman. Aran tertawa kala membacanya diruangan rapat. Untuk tak


banyak yang memperhatikanya.


”Rumah paman mu


jauh.” tanya Airin saat mereka tengah berkendara.


”Tidak, ada di


sebrang jalan sana.” Emma lekas mengemudi dengan pelan. Keduanya sampai di

__ADS_1


rumah kayu yang terlihat kosong.


”Oh apa tau,


rumah pamanku ini sangat dekat dengan danau.” Ema berbisik kecil.


”Waktu liburan


akhir semester aku menghabiskanya di sini dengan sebotol anggur.” Airin


membantu Ema membawa barang dengan eksperi tak percaya.


”Bantu aku


meletakan ini dulu, habis itu akan ku buat kau takjub.” Airin sedikit tak


percaya dngan ucapan Emma .


”Anggap saja aku


percaya.” Airin menyeringai. Keduanya masuk ke dalam rumah yang sunyi.


”Paman mu di


mana.” Airin melihat rumah yang tak berpenghuni.


”Sebentar lagi


datang.” berjalan menuju halaman belakanng rumah. Airin sedikit merasa takut


karena terlihat berhutan.


”Emma bisa kau


jalanya tidak cepat, aku hampir kehilangan jejakmu.” Airin sedikit tergangu


dengan rumput ilalang yang rimbun.


teriak ke empat temanya ketika Airin, mendekat pada mereka.


Airin mematung


beberapa saat, siapa sangka kejutan yang di berikan teman temannya sangat


surpirsee.


”Ini untuk ku.”


kata Airin mendekat. Terlihat mereka tengah barbequan dengan pemandangan danau yang


indah.


”17 tahun tuh


ulang tahun istrimewan jadi jangan sampai terlewat.” kata Anara memberikan Airin


kado.


”Aaah, aku pasti


membuat kalian merepotkan.” Airin memeluk mereka bergantian.


”Mana ada. Justru


kita ngumpul karena kamu.” Emma tersenyum.


Yah mereka awal nya


tidak dekat sampai mendapat tugas biologi dari Aran hingga membuatnya seperti

__ADS_1


sekarang.


”Selamat ulang


tahun.” wilson memberikan dengan wajah datar. Airin menatap wilson dengan sorot


mata kesal namun bukan benci yah.


”Ada apa


denganya. Dia terlihat seperti telah di peras.” Kata Airin bersedih hati yang


di buat buat.


”Bagaimana tidak,


hadiah yang dia belikan untukmu sama dengan uang bulananya 3 bulan.” kata Reynald


memberikan kado berpita besar.


”Apa aku harus


mengangtinya.” Airin berkata dengan nada kecewa. Setalah melepas pelukannya


dari Reynald.


”Aku tidak akan


semiskin itu, kalaupun itu terjadi aku akan mencarimu.” wilson memberikan


potongan daging pertama pada Airin.


Semua tertawa


dengan suasana yang sejuk, danau buatan yang indah mengukir persahabatan mereka


yang akan menjadi kenangan di masa depan.


Tengah asik


asiknya bersantai Airin mendepat notifikasi pesan dari Aran.


”Di mana, ini


sudah hampir malam.” pesan itu membuat Airin segera menghabiskan minumanya. Sementara


dia bergegas segera kembali.


”Aku ingat, harus


segera pulang.” Airin bersiap. ”Sahabat ku tersayang maaf karena aku


mendinggalkannya, aku takut kena marah.” kata Airin memasukan semua kadonya.


Semuanya hanya bisa merelakan kepulangan Airin. Mereka tak mau kalau sampai Airin


mendapat masalah.


Sampai di rumah Airin


segera masuk dengan terburu buru. Aran terlihat tengah memasak. Airin segera


membersihkan badanya. Memakai pakaian terusan yang sampai di bawah lutut


berwarna biru langit membuatnya terlihat menawan dan imut.


Airin tersenyum


kala membayangkan makan malam romantis bersama dengan Aran. Akan seperti apa

__ADS_1


selanjutnya. Gadis itu terus melompat dengan rasa senang dan gembira. Sedikit


berteriak hingga dirinya sendiri merasa kaget dan takut kedengaran oleh Aran.


__ADS_2