
Ini adalah hari
di mana Airin bertambah usian menjadi 17 tahun, berencana mengadakan pesta
ulang tahun bersama dengan Aran ia malah di buatkan kejutan oleh teman temanya.
Dalam ingatan Airin,
dirinya akan mendapat kejutan dari Aran dan melakukan makan malam bersama yang
romatis dengan firts kiss yang menggairah. Membayangkan itu, Airin tak henti
hentinya tersenyum. Bahkan pelajaran berlangusng Airin masih tidak sadar.
”Airin.” panggil
guru yang terganggu.
”Airiiiiin.” pak Ghana menutup hidung Airin.
‘Awwwh’ Airin
terbangun dengan cemberut.
”Kenapa kamu bisa
ketiduran di kelas.” nada introgasi berlangsung.
”Aku tidak
ketiduran, hanya saja mataku tertutup kala mengingat penjelasan bapak.” kalimat
Airin terdengar masuk akal. Ghana melirik setuju, kembali berjalan ke mejanya.
”Pengalihan yang
bagus.” Emm memberi jempol. Di kelas 2 SMA
Airin duduk bersama Emma.
”Airin ibuku
sedang ke Bogor, bisa temani aku memberikan ini di rumah paman.” Emma terdengar
memohon.
”Iya, akan aku
temani.” Airin menyetujuinya tanpa curiga.
Sepulang sekolah
mereka terlihat bersama, Airin tak lupa mengabari Aran lebih dulu.
”Aku akan pulang
bersama Emma, aku akan makan masakan bapak, jangan curang.” pesan Airin
berbunyi ancaman. Aran tertawa kala membacanya diruangan rapat. Untuk tak
banyak yang memperhatikanya.
”Rumah paman mu
jauh.” tanya Airin saat mereka tengah berkendara.
”Tidak, ada di
sebrang jalan sana.” Emma lekas mengemudi dengan pelan. Keduanya sampai di
__ADS_1
rumah kayu yang terlihat kosong.
”Oh apa tau,
rumah pamanku ini sangat dekat dengan danau.” Ema berbisik kecil.
”Waktu liburan
akhir semester aku menghabiskanya di sini dengan sebotol anggur.” Airin
membantu Ema membawa barang dengan eksperi tak percaya.
”Bantu aku
meletakan ini dulu, habis itu akan ku buat kau takjub.” Airin sedikit tak
percaya dngan ucapan Emma .
”Anggap saja aku
percaya.” Airin menyeringai. Keduanya masuk ke dalam rumah yang sunyi.
”Paman mu di
mana.” Airin melihat rumah yang tak berpenghuni.
”Sebentar lagi
datang.” berjalan menuju halaman belakanng rumah. Airin sedikit merasa takut
karena terlihat berhutan.
”Emma bisa kau
jalanya tidak cepat, aku hampir kehilangan jejakmu.” Airin sedikit tergangu
dengan rumput ilalang yang rimbun.
teriak ke empat temanya ketika Airin, mendekat pada mereka.
Airin mematung
beberapa saat, siapa sangka kejutan yang di berikan teman temannya sangat
surpirsee.
”Ini untuk ku.”
kata Airin mendekat. Terlihat mereka tengah barbequan dengan pemandangan danau yang
indah.
”17 tahun tuh
ulang tahun istrimewan jadi jangan sampai terlewat.” kata Anara memberikan Airin
kado.
”Aaah, aku pasti
membuat kalian merepotkan.” Airin memeluk mereka bergantian.
”Mana ada. Justru
kita ngumpul karena kamu.” Emma tersenyum.
Yah mereka awal nya
tidak dekat sampai mendapat tugas biologi dari Aran hingga membuatnya seperti
__ADS_1
sekarang.
”Selamat ulang
tahun.” wilson memberikan dengan wajah datar. Airin menatap wilson dengan sorot
mata kesal namun bukan benci yah.
”Ada apa
denganya. Dia terlihat seperti telah di peras.” Kata Airin bersedih hati yang
di buat buat.
”Bagaimana tidak,
hadiah yang dia belikan untukmu sama dengan uang bulananya 3 bulan.” kata Reynald
memberikan kado berpita besar.
”Apa aku harus
mengangtinya.” Airin berkata dengan nada kecewa. Setalah melepas pelukannya
dari Reynald.
”Aku tidak akan
semiskin itu, kalaupun itu terjadi aku akan mencarimu.” wilson memberikan
potongan daging pertama pada Airin.
Semua tertawa
dengan suasana yang sejuk, danau buatan yang indah mengukir persahabatan mereka
yang akan menjadi kenangan di masa depan.
Tengah asik
asiknya bersantai Airin mendepat notifikasi pesan dari Aran.
”Di mana, ini
sudah hampir malam.” pesan itu membuat Airin segera menghabiskan minumanya. Sementara
dia bergegas segera kembali.
”Aku ingat, harus
segera pulang.” Airin bersiap. ”Sahabat ku tersayang maaf karena aku
mendinggalkannya, aku takut kena marah.” kata Airin memasukan semua kadonya.
Semuanya hanya bisa merelakan kepulangan Airin. Mereka tak mau kalau sampai Airin
mendapat masalah.
Sampai di rumah Airin
segera masuk dengan terburu buru. Aran terlihat tengah memasak. Airin segera
membersihkan badanya. Memakai pakaian terusan yang sampai di bawah lutut
berwarna biru langit membuatnya terlihat menawan dan imut.
Airin tersenyum
kala membayangkan makan malam romantis bersama dengan Aran. Akan seperti apa
__ADS_1
selanjutnya. Gadis itu terus melompat dengan rasa senang dan gembira. Sedikit
berteriak hingga dirinya sendiri merasa kaget dan takut kedengaran oleh Aran.