Pak Aran Suami Idaman

Pak Aran Suami Idaman
Bab 5


__ADS_3

Keduanya Kembali ke kamar masing masing. Bakrie merebahkan dirinya setelah mengganti pakaian tidur. Menyempatkan diri untuk membaca buku, di saat dirinya telah berbaring.


“Dad.” Terdengar samar samar.


“Dady.” Sekali lagi.


“Papah.” Kali ini suara itu membuat Bakrie melirik ke pintu kamar.


“Hey baby, why? What happen? Apa ada sesuatu yang menggangu mu.” Bakrie bangun setengah duduk dengan


wajah heran.


“Not dad.” Airin berkata dengan langkah mendekat pada Bakrie


“Dad, cant you sleep with me. Anyways if I get married. Wouldn’t everyting be differen.” Wajah Airin terlihat tak bersemangat.


“Why not baby. I am your father. Teel me what happen.” Kata


Bakrie menyambut Airin masuk kedalam pelukanya.


“Just something.” Dirinya menenggelamkan diri kedalam pelukan Bakrie yang nyaman.


“Katakan apa yang membuat putri kesayanganku ini masih belum bisa tidur.” Bakrie bertanya.


“Sebenarnya Airin gak enak sih dengan pertanyaan ini, tapi ini sangat buat Airin penasaran pah." Menatap papanya sejenak. "Waktu mamah meninggal kan, aku masih kecil, jadi gak banyak kenangan soal mama. Papah tell


me something, apa yang buat papah begitu mencintai mamah, sampai detik


ini papah masih gak mau menikah.” Pembicaraan ayah dan anak yang kedengaran nya


serius.


Sejenak bakrie Berfikir. Dirinya teringat dengan Anne.

__ADS_1


“Karena mamah it spesial dan hanya satu di dunia." Airin menarik diri dari pelukan, dirinya kembali menatap wajah bakrie dengan iba dan bangga.


“Pah itu bukan jawaban! Lagian udah lama juga mama pergi."  Airin berbaring dengan menarik selimut.


“Mungkin raga mama udah gak ada. Tapi cinta mamah akan selamanya ada. Kamu akan paham kalau


kamu sudah menikah.” Bakrie membawa intonasi lemmbut.


“Seriously dad." Airin menatap malas kalau bakrie menggubris soal pernikahan melulu.


"Apa gak ada terfikir sedikit aja untuk menikah lagi.” Ucapan dalam tawaran.


“Kamu mau punya mama baru.” kata Bakrie tak habis fikir.


“Its not about me. But you dad.” Airin menekankan.


“Tapi, bagaimana papah menikah sementara di hati papah hanya ada mamah kamu. Asal kamu tahu


papah dan mamah gak pernah pacarana sebelumnya, apa lagi untuk papa menyukai mamah, gak ada terpintas di benak papah.”  Bakrie terdengar emosi namun stabil.


“Papah akan kasih tahu kamu kalau kamu sudah menikah dengan aran. Anak teman papah. Dia saat ini


sedang berada di bandung, baru saja selesai s2. papah dan sahabat papah mau menjodohkan kalian berdua, papah hanya percaya sama dia.” Jelas Bakrie akhirya.


“What. Sahabat papah yang mana.” wajah Airin menggambarkan ketidak percayaannya.


”Jangan bilang, papah itu sebenarnya cuman bohongin aku soal pernikahan.” tatapan Airin sesuai


dengan isinya hatinya yang merasa curiga dan menganggap papahnya sedang berakting.


“Tidur, dan jangan pernah berfikir untuk kabur Airin.” Kata Bakrie mulai malas.


“Sejak kapan papah mengajarkan Airin kabur dari masalah. Papah selalu menjadi kiblat Airin

__ADS_1


untuk tetap hadapi masalaah dengan komunikasih.” Kata Airin mulai dengan nada santainya.


“Good girl.” Bakrie mengecup kening Airin yang berada dalam pelukan.


“Pah kenapa aku harus menikah sama sahabat papah.” Airin merasa harus memainkan peranya juga.


Ya tuhan Airin berhenti bertanya dan tidur saat ini juga. Andai Bakrie bisa berkata dengan


suara yang keras bisa jadi perang Kembali terjadi.


“Papah akan kasih tahu kalau kamu sudah menikah dengan nya.” Kata Bakrie dengan mata yang sudah


terpejam.


“Pah tapi kan dia tua pah.” Kata Airin tanpa ragu.


“dia baru 24, tua apanya. Aran itu akan mengambil program s3 di UI” Jelas Bakrie dengan suara


yang menahan kesal.


“Nanti kalau kamu sudah menikah kamu boleh minta apa aja. Mobil boleh.” Kata Bakrie dengan


kesadaran mulai hilang.


“Serius pah.” Airin bersemangat. “Aseikkkk yeahhh.”  Airin mengggebu gebu. “ Eh pah.” Terdengar dari intonasinya seperti Airin belum mengantuk.


Panggilan terahir Airin, membuat nya berada di depan pintu kamar setelah Bakrie menariknya keluar


karena menggangu tidur nyeyaknya.


Airin menatap kesal pintu kamar Bakrie, dirinya berjalan menuju nakas dan mengambil selebar


kertas dan pena. Setelah itu menempelkan kertas di pintu.

__ADS_1


“I hate u dad.” Teriak Airin di depan pintu kamar Bakrie. Dirinya melangkah kesal menuju kamarnya.


Hay guys jjangan lupa tanda cinta nya yeah. Terimkasih


__ADS_2