Pak Aran Suami Idaman

Pak Aran Suami Idaman
Bab 58


__ADS_3

Paginnya ponsel Airin berdering, entah apa yang membuat benda itu terlalu berisik.


Airin mulai membuka pesan WA. Banyak dari Reynad.


"Gak bisa sabar apa gimana sih." Berjalan cepat menuju kelas.


Itu adalah pdf, Airin mulai menekanya. Di sana terdapat surat pernyataan tentang kesalahan yang pernah dia lakukan, hingga berdampak pada pengeluaran Reno.


Dengan wajah pucat Airin mencoba menghubungi Reynald.


Sayang sekalli langkahnya berhenti tepat di depan mading.


Langkahnya terasa kaku, berjalan di saat orang menatapnya dengan tajam.


"Ku kira pintar ternyata hasil  lobi." Teriak siswa lainya.


Airin mulai berlari masuk kedalam kelas. Di sana ada pak Ghana yang menunggu di meja guru.


"Airin, kamu bisa ikut saya ke kantor." katanya segera meninggallkan kelas.


Reynald mencoba bicara dengan isyarat.


Di ruangan BK Airin di berikan surat. Mulai membuknya perlahan. Membacanya sedikit kecewa.


Saudari Airin selaku siswa dari high school royal, dengan adanya masalah ini di harapkan mengikuti peraturan yang berlaku agar tetap menciptakan keamanan dan perdaimaian sekolah iini.


Maka saudari Airin di nyatakan tidak pernah mengikuti lomba TOBI, sehubungan dengan perlombaan sehat.


Air matanya menetes, membaca tiap kata. beredarnya pdf yang pernah menjadi perjanianya dengan pihak sekolah maka dari itu, namanya di coret dan wajah nya di gantikan.


Taak ada piagam apapun dari pihak sekolah padanya, Jeas dirinya yang ikut kompetisi namun di gantikan oleh temannya sendiri.


Dengan berat hati menandatangi surat pernyataan itu.

__ADS_1


Pdf nya tersebar, hingga banyak para murid mengcopinya lalu menempelkanya di Mading.


Airin berjalan kemballi ke kelas.


"Rin." Reynald mencoba berbicara.


Airin dengan mata sembab melihat Reynald. "Apa ini maksud kedatangan Reno waktu ity.? Memastikan kejadiannya.


"Sumpah lho Rin, gw kiranya dia itu smart, tau tau." Kalimat siswa yang satu kelas denganya tertawa.


Padahal itu kejadian kelas 2 SMP. Kenapa bisa tersebar surat nya.?


Airin merasa sangat kecewa. Seharusnya kejadianya tak sememalukan ini!


"Memang itu adalah kesalahan ku, tapi.? Airin menghela nafas. " Ah, sudalah aku terlalu ingin vallidasi." katanya dengan mengusap air mata


Airin terus melangkah dengan derai air mata. Rasa sedihnya tak dapat di bendung, karena ini masuk musim hujan rintik mulai turun.


Airin berada di belakang sekolah, jarinya terasa perih.


Menghela nafanya kasar. "Perkataan ku wakyu itu mungkin terdengar menyakitkan." Airin melirik Wilson. Niat baik berakhir salah paham.


"Udah biasa ko." Wilson memberikan minuman susu kalengan. "Kayaknya aku tahu siapa yang nyabarin."  Airin sedikit penasaran.


"Lagi gak pengen tahu." Airin tak mau mendengar diantara sahabatnya.


Wilson terdiam. Ponsel Airin berdering.


"Kenapa Rey.? Airin menjawab dengan suara tertahan.


"Buruan ke kelas." Keduanya bertatapan ketika mendengar kalimat Reynlad.


Entah bagaimana itu menandakan sesuatu yang buruk.

__ADS_1


Mereka pun segera menuju kelas. Di sana terlihat hanya ada Reynlad seorang.


"Kenapa Rey.? Airin memperhatikan sekitar.


"Gak apa apa. cuman pengen lihat si pemenang." Reynald terlihat aneh.


"Apaan sih." Airin merasa kesa.


"Siswa yang lain kemana." tanya Wilson.


"Lagi nontonin anak main basket." Reynald asal menjawab.


Hari ini teman temannya terasa aneh.


"Rin gw usulin jangan masuk sekolah dulu deh." Reynald melihat sahabatnya yang kembai murung.


"I am oke." Dengan santai.


"You get my car." Willson memberikan kunci mobilnya. Airin tersenyum.


Mengingat bagaimana mereka dulu, mulai saling memasang vallidasi agar di akui.


Keduanya tertawa. Ada pelangi setelah hujan.


Sebagian siswa mencemoh Airin, namun ada diantara mereka yang masih mau berteman denganya.


Anara menjauhinya, merasa kalau Airin mengambil kesempatan miliknya, sementara Ema sibuk dengan kegiatanya sebagai anak osis.


"Rin, kalau ngrasa butuh teman, hubungi kami aja." Reynald mencoba menghibur. "Iya gak wil." Lanjutnya.


"Atau paling tidak, ngerasa butuh sandaran hati gitu." Reynlad mengkode. Wilson merasa ini bukan waktu yang tepat. Reynad terlalu buru buru.


"Kamu sama pak Aran di rumah gimana." Wilson mulai mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Airin memucat, kenapa tiba tiba bahas tentang Aran.


__ADS_2