Papa Muda

Papa Muda
09


__ADS_3

Sekarang disinilah nadila.


Di sebuah club.


Padahal ini tengah malam, dan nadila pergi sejak pukul delapan malam tadi. Bayangin aja. Betapa mabuk berat dia saat ini.


Mana dia udah gelenteran di meja bar.


Mana ngoceh sendiri.


"si dila, kuat banget itu minum sampe 5 botol... Udah mau skripsi juga." guman jungwoo, teman satu kampus nadila. Dia kerja di sana.


"Jungwoo... Satu botol lagi!!" nadila mengangkat tangannya.


Baru aja jungwoo mau ambilin. Eh ada yang cegah.


"Jangan dikasih lagi."


"Bang minhyun?"


Ternyata minhyun


"Dila dari tadi disini?" tanya minhyun.


Jungwoo cuma mengangguk.


Minhyun mendekat ke arahnya nadila.


"Dila,, hey bangun.." minhyun menepuk pipinya nadila.


"Eh kak minhyun hehe.."


"Duh. Kumat deh ini anak." guman minhyun.


"Kak minhyun kok disini?? Nungguin akuhh ya pastiii."


Nggak bisa dipungkiri. Sebenernya minhyun juga masih sayang sama nadila. Tapi kesalah pahaman besar yang buat mereka jadi putus.


"Nadila.. Aku anterin kamu pulang ya?"


Nadila malah geleng geleng.


"Jangannnnn kak minhyunnn..."


"Tapi ini kamu udah nggak bisa ngapa ngapain dek..."


"Om taeil aja om taeil hehe.."


Minhyun mengerutkan dahinya.


"Om taeil?"


"Bang, HP nya dila bunyi tuh.. Dia jadi bokingan om om apa gimana??" jungwoo bilang gitu soalnya nggak sengaja baca nama om taeil.


"Jangan jangan ini pak taeil."


Minhyun buru buru angkat telfonnya.


"Hallo, nadila. Kamu dimana?"


"Eh. Ini pak taeil ya?"


"Minhyun? Kenapa hp nadila bisa ada sama kamu?"


"I-iya pak. Tadi saya nggak sengaja ketemu nadila di club."


"Club? Kamu serius?"


"Iya pak, ini saya lagi sama dia."


"*Kok dia bisa sama kamu kesana? "


'Sebenernya ada hubungan apa sih pak taeil sama nadila? Nggak mungkin kalau cuma sekedar hubungan kerja*'


"Minhyun? Kamu masih disitu kan?"


"Eh iya pak, saya masih ada disini."


"Kamu dimana sekarang?"


"Di club pak. "


"Iya maksud saya di club mana?"


"Saya ada di club deket kantor pak. Bapak tahu kan?"


"Yaudah, saya kesana sekarang..kamu jagain nadila sebentar "


"Pak, biar saya aja yang nganterin nadila pu-"


BIP!


Taeil memutus telfon sepihak.


"Wah dimatiin... Sebenernya mereka berdua ada hubungan apa sih?"


Minhyun nengok ke nadila,


Dan ternyata udah nggak ada di sampingnya.


"Loh heh! Ini nadila kemana jung?" minhyun tanya ke jungwoo


"Udah keluar dari sini elah, elo sih malah sibuk nelfon om om nya dila "


"Kenapa nggak lo cegah sih!"


"Udah gue cegah bang minhyunn.. Ya namanya aja nadila. Apalagi mabuk gitu."


"Yaudah deh, gue nyusulin nadila dulu." akhirnya minhyun keluar buat cariin dila.


"Nadila kemana sih Ya Allah... Selalu aja kayak gini kalau abis minum." minhyun celingak celinguk.


Minhyun jalan ke arah toilet umum. Dan nggak tahunya minhyun nemuin nadila gelenteran di depan pintu toilet.

__ADS_1


"Astaga nadilaa!! Kamu ngapain sih disini?" minhyun langsung bantuin nadila bediri


"Kak minhyun kok bisa tahu aku sih? Ngikutin aku yaa? Ciyeeee" udah ngelantur kemana mana si dila.


Minhyun langsung bantuin nadila berdiri.


"Kak... Om taeil jahat sama aku masa??" - nadila


"Jahat kenapa?"


"Ya masa, dia mau nikahin aku gara gara aku mirip sama istrinya yang udah mati? Lucu kan HAHAHHAHA" nadila ketawa.


Minhyun diem aja.


"Ternyata.... Dia sama kayak kakak, sama sama brengsek." sedetik kemudian nadila menangis.


"Kenapa percintaan gue tuh selalu masalahnya beginian?? Dibandingin sama orang yang udah mati!!"


'Andai kamu tahu dil,, kalau aku tulus sayang sama kamu..' - minhyun


Posisi minhyun masih nahan nadila, takut kalau ambruk.


"Padahal aku tulus sama dia.. Tapi ternyata gue cuma dianggep istrinya yang udah mati.. ******* kan,, sama kayak kakak hehe"


"Dila udah udah,, nggak baik bicarain orang yang udah nggak ada.." - minhyun


"TAPI KENAPA KAKAK SAMAIN AKU SAMA PACAR KAKAK HAH?? PADAHAL KAKAK TAHU KALAU DIA UDAH MATI!"


Minhyun cuma diem aja, nggak bisa ngomong apa apa lagi.


"Minhyun!!"


"Pak taeil."


Taeil jalan ke arahnya nadila sama minhyun.


"Minhyun, ini dila kenapa?? Kok bisa kayak gini?"


"Eh itu pak, tadi saya nemuin dila udah dalam keadaan kayak gini."


"Kamu bisa bantuin saya kan? Bawa nadila ke mobil."


"I-iya pak bisa."


Dan mau nggak mau minhyun bantuin nadila buat masuk ke mobilnya taeil.


Ntar kalau nggak mau bisa ribet urusannya..


"Makasih ya minhyun, kamu boleh pulang sekarang."


"Pak?"


"Kenapa?"


"Maaf kalau emang saya lancang, tapi pak taeil sama nadila ada hubungan apa ya?" minhyun memberanikan diri.


"Bukannya nadila ngomong sama kamu ya, kalau dia kerja di rumah saya?"


Taeil senyum.


"Kamu cemburu lihat saya sama nadila dekat?"


"Sa-saya—"


"Kamu masih sayang sama nadila?"


Minhyun kaget, ya jelas kaget... Kenapa taeil bisa tahu kalau nadila itu mantan pacarnya minhyun.


"Minhyun. Kamu harus belajar dari pengalaman. Jangan menganggap seorang wanita seperti mainan lalu dibuang setelah rusak.. Kamu ngerti kan maksud saya?"


DUG DUG!!


Nadila udah gedor gedor pintu mobil. Pengen keluar aja dia dari mobil ini..


"Kalau gitu saya pulang dulu. Permisi." taeil langsung masuk ke mobil.


minhyun cuma ngelihatin nadila dari dalam mobil.


Dia menghela nafas, abis itu pergi dari tempat itu.


Sementara itu nadila di dalam mobil barengan sama taeil.


"Nadila kamu tuh kenapa sih? Masuk ke tempat tempat nggak berguna kayak gitu?" taeil ceramah sama orang mabuk.


"Emang om siapa? Ngelarang ngelarang aku?Pacar? Bukan. Suami? Bukan yeuu."


"Kita pulang."


"Gue mau turunnn..." nadila buka pintu mobil. Tapi ditutup lagi sama taeil.


" ngapain sih om!! Aku mau turunn gerah disini!!"


Taeil terpaksa ngunci pintu mobil. Ya jaga jaga aja, kalau nadila lompat kan bisa makin ribet urusannya.


Ntar issya nggak jadi punya ibu.


"Udah malem, kita pulang. Nggak usah kemana mana."


"Gue mau pulang sendiri.."


"Nadila!" taeil senderin nadila ke tempat duduk. Abis itu dipakain sabuk pengaman.


Dan posisi mereka saat ini deket banget braa..


"Kamu tau ngga sih ruginya minum alkohol? Kamu nanti bisa—"


Nadila mengalungkan tangannya leher ke taeil


"Om taeil ganteng deh, kan aku jadi makin sayang sama om hehe." nadila cengengesan.


Taeil cuma diem aja. Dia diem soalnya lagi ngatur jantungnya yang lagi lari. Alias cepet banget detakannya. Mana itu mulutnya nadila bau alkohol dimana mana.


Dan tanpa diduga.. Nadila mencium bibirnya taeil.

__ADS_1


Taeil bingung... Antara harus ngebales atau ngelepasin.


Tapi gabaik juga kalau dalam keadaan mabuk gini. Ntar dikira taeil cari cari kesempatan.


Nadila melepaskan ciumannya.


"Bibirnya om taeil manis ya hehe.."


" Udah diem, kita pulang sekarang." taeil melepaskan tanganya nadila, abis itu lansung pulang.


Bahaya juga berdua lama lama sama orang mabuk. Bisa bisa taeilnya yang khilaf.


......


Sementara itu, yuta lagi ada di ruang tamu.. Nungguin taeil sama nadila pulang.


Asli dia khawatir sama nadila, yuta tahu banget itu orang. Kalau udah mabuk mabukan suka nggak ngira ngira.


Bahkan dulu aja sampai masuk ke rumah sakit gara gara kebanyakan alkohol.


"Lama bangett astaga, jangan jangan nadila nggak sadarkan diri lagi? Terus koma? Terus masuk ke rumah sakit.." alah kejauhan si yuta mikirnya.


Tak lama kemudian nadila sama taeil udah dateng..


"Nah ini dia orangnya.. Lama banget sih bang! Pasti ini cabe bikin ulah ya??"


PLAK!


Yuta kena tamparan nadila.


"Si anying malah ngegampar gue."


"Be-ri-sik" - nadila


"Napa lo bawa pulang sini sih bang? Bawa pulang ke rumahnya aja sono! Ngerepotin ae bisanya."


Nadila mau nampar yuta lagi..tapi tangannya dicegah sama taeil.


"Nadila... Dengerin saya."


"Mau pulanggg.."


"NaDila. Duduk."


Dan nadila langsung duduk..


Di lantai.


"Ya Allah, bener bener ini bocah. Bang mending lo pikir pikir dulu aja kalau mau jadiin dia bini lo." yuta pergi ninggalin taeil sama nadila.


Untung aja issya udah tidur. Jadi ngga terlalu ribut.


Taeil menghela nafas. Dia ikutan jongkok.


"Nadila.. Dengerin saya ngomong."


Nadila mengangguk..


"Kamu.....Ngapain masuk ke tempat kayak gitu?"


"Karena..... Aku.... Apa ya?"


Taeil menghela nafas lagi.


"Kamu tau ngga? Kalau masuk ke tempat kayak gitu, sama aja kamu nambah dosa.."


"Hiksss.." dan nadila menangis.


"Kok malah nangis sih kamu?"


"Om taeil jahatt...hikss"


"Nadila saya itu kayak gini karena sa—"


Tiba tiba aja nadila berdiri.


"Kamu mau kemana?"


"Sssstt, mau bobok om." nadila buru buru jalan. Dan dia masuk ke kamarnya taeil.


Taeil membuang nafas kasar.


.......


Taeil masuk ke kamarnya....


Dia lihat nadila udah glenteran di kasur.


Dan lebih parahnya lagi, nadila udah nggak pake baju.


Eh pake deng, cuma menyisakan tengtop aja. Jaket sama kausnya udah di lepas.


Mana itu belahannya kelihatan....


Kan taeil sebagai laki laki dewasa jadi pengen khilaf.


Taeil geleng geleng kepala.


'Astagfirllah, tahan il tahan.. Belum sah.'


taeil langsung ngasih selimut ke nadila, biar ketutupan.


Taeil lihat wajahnya nadila,, dia mengelus kepalanya pelan.


Ada rasa nyaman tersendiri lihat nadila tidur kayak gini.. Lucu aja gitu menurut taeil.


"Om..." nadila berguman. Posisinya masih memejamkan mata


Taeil mengangkat kedua alisnya.


"Aku cinta sama om..."


TBC

__ADS_1


__ADS_2