
Nadila diem
Dia masih bingung, kok yang bukain pintu cewek?
Apa jangan nadila salah rumah?
Masa iya taeil pindah rumah?? Nggak mungkin juga.
"Hallo, mbak???"
Nadila langsung sadar,
"Eh i-iya, maaf kayaknya saya salah rumah, permisi." - nadila langsung lari buat pergi dari rumah ini.
"Loh mbak?? MBAK MAU KEMANA??" cewek itu udah teriak teriak manggil nadila.
"Aneh banget, ditanyain malah langsung pergi."
"Siapa dek?" ternyata di dalem juga ada taeil.
Dan cewek yang sekarang ada di rumahnya taeil adalah adeknya taeil, namanya jisoo, otomatis itu kakaknya yuta. Dia baru dateng dari australia
"Tau tuh mas, tadi ada cewek mencet bel pintu, giliran ditanya mau ketemu siapa. Eh malah pergi.. Aneh."
"Cewek?" taeil mikir.
Setahu dia, taeil nggak pernah ngasih tahu pegawai atau teman perempuannya rumah dia.
"Dek?"
"Kenapa mas?"
"Ciri ciri ceweknya gimana?"
"Ciri ciri? Ehmm orangnya tuh mungil, manis sih, terus matanya gede gitu." - jisoo.
'Manis? Mungil? Matanya gede?? Jangan jangan....'
"Dek, orangnya tadi bawa tas warna pink bukan?" tanya taeil.
"Iya mas taeil,, kenapa sih emang?? Mas kenal sama dia?"
Taeil mengeluarkan hp, dan menujukkan sebuah foto.
"NAH MAS INI NIH CEWEK YANG KESINI TADI!!" jisoo langsung heboh.
Ternyata, adeknya taeil sama semua. Sama sama heboh.
"Kamu yakin dia yang dateng kesini?" - taeil
"Yakin mas.. Mata aku kan masih normal." - jisoo
"Terus sekarang dia dimana??"
"Tau! Udah pulang kali. Kenapa sih mas emangnya?? Terus kok mas taeil bisa punya foto dia??" - jisoo.
"Udah ntar aja ceritanya, mas mau keluar sebentar, kamu pulangnya nanti aja ya, titip issya." taeil langsung keluar rumah tanpa mengindahkan panggilan jisoo.
"Mas taeil nih. Kebiasaan main kabur aja.. Eh tapi gue jadi penasaran.. Sebenernya siapa sih cewek itu?" jisoo jadi penasaran kan
Sementara itu...
nadila lagi jalan. Sendirian.
Daritadi ngelamun nggak jelas.
"Apa iya om taeil udah lupain gue??" - nadila
"Berarti issya udah punya ibu baru gitu??"
Nadila masih berguman sendiri, mana ngelamun lagi. Padahal jalanan lagi rame.
Dan dia nyebrang sembarangan.
Saking seringnya ngelamun, dia nggak tahu kalau ada mobil lewat.
Tin!
Sret!
Nadila nggak jadi ketabrak yeorobun.
Soalnya ada yang narik dia. Mana di peluk lagi sekarang.
Mereka hening, nggak ada yang ngomong satu kata pun.
Dicium dari aromanya, nadila tahu ini pasti taeil.
"Om taeil.." guman nadila
Taeil langsung melepaskan pelukannya.
"Kamu gila ya! Ini tuh jalanan umum. gak bisa sembarangan nyebrang!! Kalau kamu kenapa kenapa gimana?!"
Lah. Malah dimarahin si nadila
"Kamu tadi ke rumah kan? Kenapa kamu pergi?" - taeil
"Ga-gapapa. Lagian di rumah juga udah ada yang jagain om sama issya kan?" - nadila
"Jagain? Siapa?"
__ADS_1
"Aku mau pulang om. Permisi." nadila langsung kabur. Ninggalin taeil.
"Nadila berhenti!!" bahkan omongannya taeil nggak digubris sama nadila.
"Jangan jangan nadila salah paham sama jisoo??"
....
Nadila udah sampai rumah, di ruang tv dia nemuin yuta sama ten lagi main PS. Nggak nonton hentai kok. Tenang aja.
"Loh dek? Kok udah pulang?" tanya ten.
"Tau tuh, katanya mau ke rumahnya bang taeil... Mereka nggak ada di rumah?" - yuta.
"Ada kok,, gue masuk kamar dulu." nadila langsung masuk ke kamar.
"Cewek tuh aneh ya. Tadi pagi aja seneng seneng. Eh siangnya males malesan. Heran gue" - ten.
"Ya namanya juga cewek, lagi Pms kali si dila."
Skip ><
"Mas? Aku mau tanya deh." - jisoo
"Tanya apa sih dek?" - taeil
"Mas kok bisa nyimpen foto cewek tadi? Emang dia siapa?? Pacarnya mas ya?" - jisoo.
"Bukan pacar, tapi calon ibu dari anak anakku." - taeil
"*****, apa bedanya sih mas??" jisoo memutar bola mata malas.
"Ya beda lah ji, beda hurufnya"
"Aduh mau ngegaplok tapi kakak sendiri." gerutu jisoo.
"Ayahhh!!!!!" tak berselang lama issya datang.
"Eh anak ayah udah pulang." taeil langsung memeluk anak kesayangannya itu.
"Tante jisoo? Kok ada disini?" tanya issya
"Iya, tadi disuruh jaga rumah sama ayah kamu. Berasa satpam kan tante mu ini.." - jisoo.
"Lagian kan cuma sebentar dek," - taeil.
"Ayah, nanti kita jadi ke rumah tante dila kan?" issya antusias banget kalau nyebut nama nadila.
"Siapa lagi itu dila? Banyak banget sih calonnya mas? Mau poligami apa gimana?" - jisoo.
"Tante dila itu, calon bundanya issya tante..." - issya.
"Cewek yang tadi kesini itu namanya dila dek.."
"Ayah, ayo ke rumahnya tante dila sama om dani sekarang."
"Kita anterin tante jisoo ke rumah nenek dulu ya.. Abis itu baru ke rumahnya tante dila." - taeil
"Eh mas. Aku ikut deh, aku juga mau lah kenalan sama calon kakak ipar.." - jisoo.
"Yaudah buruan siap siap sana. Sekalian gantiin bajunya issya.."
"YEEU MALAH NYURUH SI DUGONG!"
Skip ><
Nadila lagi ad di kamar, dia habis mandi.
Lagi galau dia.
Nadila mikirnya kalau jisoo itu calon istrinya taeil.
Padahal realitanya bukan begitu.
"DEKKK DICARIIN ISSYA NIH!!!" ten teriak dari luar.
"Hah? Issya? Anaknya om taeil?" nadila buru buru keluar dari kamar.
"Mbak jisoo kok nggak bilang sih mau kesini??" - yuta.
"Ya kan biar surprise dek, kamu kaget kan sekarang?" - jisoo
"Hahaha, biasa aja sih sebenernya."
"Yuta!"
"Tante dilaaaa!!!" issya langsung lari ke arahnya nadila.
"Yaampun issya, tante kangen banget sama kamu..." nadila peluk issya
"Issya juga kangen sama tante." issya mengeratkan pelukan
"Mas, issya deket banget sama dila." jisoo bisik bisik.
"Dari awal ketemu emang udah deket ji..."
Nadila lihat ke arahnya taeil.
Dan dia lihat jisoo.
'Om taeil kok bawa cewek itu kesini? Mau manas manasin gue apa gimana?'
__ADS_1
"Dek, kenalan sana sama dila."
"Iya iya.." jisoo berdiri nyamperin nadila
"Hai mbak nadila." jisoo senyum.
"Iya hai juga mbak...."
"Panggil jisoo aja. Kan aku calon adik iparnya mbak nadila hehe."
"Ha?" nadila masih nggak mudeng.
'Calon adek ipar? Bentar bentar. Ini kok gue mendadak **** ya?'
"Mbak?" jisoo menyadarkan nadila
"Eh i-iya mbak."
"Oh aku tahu. Pasti mbak nadila ngira aku punya hubungan sama mas taeil ya?"
Tebakan jisoo benar.
"Astaga, emang mas taeil nggak cerita gitu sama mbak? Atau yuta?"
"Nggak sih.. Maaf ya, aku kira mbak jisoo itu...."
"Iya gapapa, aku paham kok. Tapi sekarang mbak nadila udah tahu kan? Kalau aku ini adik kandungnya mas taeil, sama kakak kandungnya yuta hehe."
Nadila senyum kikuk.
"Tante dila. Ayo kita jalan jalan, sama ayah sama tante jisoo juga." - issya.
"Jalan jalan?"
"Iya tantee, issya pengen jalan jalan sana tante dilaa."
"Issya sama tante jisoo aja yuk."
"Gamau! Issya mau sama tante dila!"
"Issya... Tante dila mau ngomong sama ayah. Jadi issya ngga boleh ikut."
"Kenapa issya ngga boleh ikut?"
Jisoo ngga bisa jawab.
"Dasar anaknya taeil! Cerewet" yuta yang ngomong
"HUAAAAA"
Dan berakhirlah issya menangis.
Skip ><
Sekarang nadila lagi sama taeil. Berdua di taman.
Cuma jalan doang daritadi. Ngga ada omongan. Mungkin masih canggung setelah sekian lama ngga ketemu.
"Udah selesai ngerjain skripsinya?" dan akhirnya taeil membuka suara..
"Udah."
"Terus.. Kapan sidangnya?"
"Lusa juga udah sidang.."
Taeil mengangguk paham.
"Udah lama saya ngga jalan jalan gini... Terakhir saya jalan sama—"
"Mba haein... Ya kan?"
"Sok tau kamu ya." taeil mengacak rambutnya nadila..
Dan nadila baper...
"Ada satu hal yang belum kamu ketahui tentang istri saya.."
Nadila menoleh ke arahnya taeil.
"Satu hal apa?"
"Pengen tau banget??"
"Dih.. Nyebelin."
Taeil senyum.
"Saya ngasih tahu nya pas kita udah sah aja."
Sah sah sah sah... Jangan cuma ngomong doang, buruan dila—
"Kamu maunya dilamar kapan?"
Dan nadila ngga bisa berkata apa apa lagi.
Disisi lain... Ada seseorang yang melihat semuanya.
Siapa lagi kalau bukan minhyun.
"Harusnya.... Aku yang ada di posisi pak taeil sekarang.."
__ADS_1
TBC