Papa Muda

Papa Muda
59


__ADS_3

Nadila lagi ada di kamarnya hyunjin. Abis pakaiin seragam sekolah buat hyunjin. Kan waktunya sekolah.


Sekarang lagi disisirin rambutnya, jangan lupakan wajahnya yang imut imut itu penuh dengan bedak bayi.


"Selesai.." nadila ngerapiin seragamnya hyunjin.


"Duhh anaknya bunda ganteng banget sih?? Wangi lagi." nadila cium hyunjin.


"Iya dong. Kan undanya unjin cantik, jadi anaknya juga ganteng."


Nadila senyum.


"Yaudah yuk ke depan. Ayah udah nungguin tuh." hyunjin digandeng sama nadila buat ke depan.


Sementara itu taeil lagi sarapan sama issya. Hansol lagi ada tugas di luar kota. Jadi ya dititipin ke taeil sama nadila.


"Yah?"


"Kenapa kak?"


"Issya pengen liburan bareng ayah, bunda sama adek."


"Liburan kemana?"


"Ya kemana gituu.. Kita kan belum pernah liburan yaahh..dari issya kecil sampe sekarang."


"Sekarang kamu juga masih kecil tau." taeil mengacak rambutnya issya.


"Ihh ayahh.. Issya tuh udah sembilan tahun. Sebentar lagi sepuluh tahun. Berarti issya udah gede."


"Udah gede, tapi masih mungil aja.."


"Ayahhhh!!!"


"Kenapa sih kalian ini? Berantem terus" nadila datang bersama hyunjin.


"Bunda. Ayah nih, ngledekin kakak terus." issya cemberut.


"Idih, cemberut gitu jadi tambah lucu.." taeil nyubit pipinya issya pelan.


"Udah selesai kan sarapannya? Sini bunda beresin." nadila ngambil piringnya taeil sama issya, abis itu dibawa ke dapur.


Issya turun dari kursi. Nyamperin hyunjin.


"Dek.. Sini deh."


"Kenapa kak?" - hyunjin.


"Kamu nggak pengen liburan apa?" issya bisik bisik.


"Liburan itu apa?" - hyunjin.


"Liburan itu kakak, kamu, bunda sama ayah pergi bareng.."


"Pergi? Ohh maksudnya jalan jalan?" tebak hyunjin.


"Sstt, kamu jangan kenceng kenceng ngomongnya. Nanti ayah sama bunda denger."


Hyunjin cuma mengangguk.


"Nanti kamu bilang ke bunda ya, kalau kamu pengen jalan jalan."


"Iya kak."


Bocah dibilangin sama bocah ya gitu. Iya iya aja.


Sementara taeil yang ngelihatin daritadi jadi penasaran.


"Mereka ngomongin apa sih? Jadi penasaran."

__ADS_1


"Penasaran kenapa mas?" tanya nadila.


"Tuh. Issya sama hyunjin. Tadi bisik bisik. Mas jadi penasaran sama omongannya mereka." - taeil


"Namanya anak anak ya pembicaraannya random lah mas. Ga mungkin ngomong serius." nadila benerin dasinya taeil.


"Ya tapi ga biasanya gitu mereka akur."


"Udah ih berangkat sana. Udah siang, nanti kalian telat." - nadila


"Ayahh!!! Cepetannn"


"Tuh. Tuan muda udah teriak."


Nadila nganterin taeil sama anak anaknya sampe ke depan.


"Hyunjin sama issya jaga hati hati ya. Gaboleh nakal di sekolah oke."


"Siap bunda,"


"Unjin ga nakal kok unda, biar nanti unjin bisa jalan ja-hmmp"  mulutnya hyunjin ditutup sama issya.


"Dek.. Kan kakak udah bilang janga kasih tahu bunda sama ayah dulu." issya bisik bisik.


Nadila sama taeil yang lihat cuma senyum aja.


"Yaudah yuk berangkat. Nanti telat." taeil menggiring anaknya biar masuk ke mobil.


hyunjin dadah dadah. Nadila ngebales sambil senyum. Dan akhirnya mobilnya taeil menjauh dari rumah.


Nadila menghela nafas.


Dia masuk ke rumah lagi, mau bersih bersih rumah.


.......


Nadila lagi beresin dapur, soalnya kelihatan berantakan banget. Kan nadila suka kebersihan.


Nadila menghela nafas.


Sebenernya dari tadi pagi, dila udah ngerasain nggak enak. Dia gelisah. Tapi gatau apa yang bikin dia kayak gini.


Nadila lihat jam, udah jam sepuluh. Waktunya dia masak. Soalnya nanti jam makan siang dia ke kantornya taeil buat nganterin makanan.


Dia berusaha menghilangkan rasa gelisahnya.


"Eh kakak ipar lagi masak ya."


Nadila menengok ke sumber suara.


Ternyata yuta.


Udah lama banget nadila nggak ngelihat sahabatnya ini.


"Kemana aja lo? Lamaan ga kesini." tanya nadila sambil ngupasin bawang.


"Sibuk mbak.."


"Sibuk ngapain? Sibuk cari jodoh?"


"Ini nih yang bikin males gua kesini " - yuta.


"Ya emang kenyataannya lu belum ada jodohnya. Mau gimana lagi." - nadila


"Iya juga sih.."


"Yut?"


"Napa?"

__ADS_1


"Gue lagi gelisah."


"Gelisah kenapa?" - yuta.


"Gua juga gatau.... Dari tadi pagi gue ngerasain hal kaya gini.. Gue takut terjadi apa apa."


"Terjadi apa apa gimana sih maksud lo?" yuta ga ngerti.


"Gue takut terjadi apa apa sama mas taeil, atau nggak sama hyunjin, issya."


"Hilih, macem macem aja itu pikirann lo." - yuta.


"Bukan macem macem yuta. Tapi naluri gue tuh gaenak."


"Ya dibikin enak aja dila. Gausah mikir macem macem gitu."


"Tapi-"


"Dil. Yakin aja mereka ga bakalan kenapa kenapa. Udah mendingan lo lanjutin masak. Gua bantuin nih." yuta buru buru bantuin nadila masak.


Tapi tetep aja nadila gabisa kalau ga kepikiran.


Skip ><


Nadila udah selesai masak, dia udah nyiapin makan siang buat taeil. Dan dia mau kesana.


"Dil dila?"


"Kenapa yut?"


"Ini jam berapa sih?"


"Jam setengah duabelas kayaknya. Kenapa?"


"Itu si hyunjin pulang sekolah jam berapa biasanya?" tanya yutaa.


Dan seketika nadila langsung inget.


"Ya Allah, hyunjin. Harusnya udah jam setengah sebelas tadi."


"Gimana sih lo ah. Biasanya dia pulang sama siapa?" - yuta


"Biasanya dia pulang sama bis sekolah. Tapi sampe jam sekarang belum nyampe bisnya." nadila jadi panik.


"Mendingan sekarang lo telfon wali kelasnya hyunjin. Sapa tahu dia ada pelajaran tambahan apa gimana. Gausah panik gitu deh. " - yuta.


Nadila buru buru ambil hp nya, niatnya mau telfon wali kelasnya hyunjin.


Tapi keburu dia di telfon.


"Yut, wali kelasnya hyunjin telfon."


"Yaudah angkat lah."


"Hallo."


"Iya hallo, maaf ini bunda nya hyunjin ya?"


"Iya, saya sendiri. Kenapa ya bu? Oh iya, hyunjin ada pelajaran tambahan ya? Kok sampai sekarang belum pulang?"


"Maaf sebelumnya bu, justru saya menelfon anda karena ada sesuatu."


"Sesuatu? Sesuatu apa ya?"


"Saya mohon ibu yang tenang ya."


"Ada apa ya sebenarnya? Anak saya kenapa?"


"Hyunjin sekarang sedang ada di rumah sakit, tadi dia jatuh dari tangga sekolah"

__ADS_1


Seketika nadila langsung lemes. Dengar kabar buruk kayak gini.


TBC


__ADS_2