Papa Muda

Papa Muda
70


__ADS_3

Udah satu bulan semenjak nadila ada di rumah sakit. Dia udah pulang dari sana.


Sekarang dia harus ekstra buat ngurusin anak anak sendiri. Padahal sama mamanya disuruh panggil pengasuh bayi, tapi nadila ngga mau.


Ya jadilah apa apa dia sendiri.


Dan sekarang nadila lagi ngurusin woojin, habis mandi.


Sementara taeil? Masih tidur.


Ya karena ini hari minggu, semuanya pada libur.


"Anak bunda pake baju dulu yuk." woojin habis dibedakin sama nadila, tinggal pake baju doang.


Tapi woojin lagi aktif aktifnya, agak susah.


"Bundaaaa..." hyunjin masuk ke kamar.


"Eh kakak hyunjin udah bangun juga ya."


Hyunjin lari ke arahnya nadila.


"Dek ujin udah mandi ya bun?"


"Udah dong. Udah wangi nih."


"Bun, unjin juga pengen mandii...." 


"Iya, nanti ya. Kan bunda lagi ngurus adek dulu."


Hyunjin lihat ke arah kasur. Ternyata ayahnya belum bangun.


Dia buru buru naik ke kasur.


Biasa mau jail.


Hyunjin nguyel nguyel pipinya taeil. 


"Ayahhh bangunn..." tapi taeil nya ngga bangun bangun.


Dirasa ngga bangun, hyunjin naik ke punggungnya taeil


"Ayahhhhh bangunnnn! Unjin pengen jalan jalannn"


"Apasih dek...." taeil ngomong gitu dalam keadaan merem.


"Unjin pengen jalan jalannn,"


"Yaudah sana jalan jalan sama bunda..."


"Tapi unjinn maunya sama ayahhh, bundaa lagi sibukkk"


"Ayah ngantuk dek.. Nanti aja."


"Ayahhh ayo bangunn..."


Nadila yang lihat jadi gemes sendiri.


"Mas, itu hyunjin minta jalan jalan sama kamu. Bangun sana."


"Iya..."


Taeil jawabnya emang iya. Cuma iya nya dimulut doang. Dia nya aja masih merem gitu.


Hyunjin turun dari punggungnya taeil.


Dia narik selimutnya.


"Loh? Ayah kok ngga pake baju???"


"Iyaa, kemarin bajunya dilepas sama bunda."  dia ngomong gitu sambil merem


"Mas!"


"Bundaa... Ayah kok gamau bangun cihh ." - hyunjin.


Nadila nunjuk pipinya.


Cup!


Hyunjin cium pipinya taeil.


Tapi taeil nya tetep ngga bangun.


"Bundaaa...." hyunjinnya udah cemberut gitu.


Dan sedetik kemudian...


"HUAAAAAA"


Taeil langsung bangun dari tidurnya.


"Iya iya, nih ayah udah bangun nih."  


Hyunjin langsung berhenti nangis, abis itu ngusap air matanya.


Nadila yang lagi gendong woojin jadi ketawa sendiri.


"Udah sekarang hyunjin mau apa? Ayah udah bangun nih."


"Unjin mau mainan baru yah "


"Mainan baru?"


Hyunjin mengangguk semangat.


"Kemarin minhyuk beli robot robotan yang gede, terus bisa belubah jadi mobil."


Transformer yang dimaksud gaess.


Woojin ditaruh di box bayi.


"Hyunjin mandi dulu ayo."


"Gamau!"


"Loh? Tadi katanya mau mandi sama bunda? Sini ayo." hyunjin turun dari kasur.


"Unjin mau mandi kalau dibeliin robot!"


"Hyunjin kan kemarin udah beli robot baru. Masa minta lagi?" - taeil.


"Pokoknya unjin mau  robot!"


"Kita beli yang lainnya aja ya, beli leggo aja leggo." - taeil


"Gamau! Unjin maunya robot! Pokoknya beli robot kayak minhyuk!"


"Hyunjin? Kamu kan kemarin udah beli robot yang kayak minhyuk. Jadi ngga boleh beli lagi." -nadil


"Pokoknya unjin mau robot!!"


"Hyunjin hutomo!" suara nadila meninggi.

__ADS_1


Hyunjin diam.


"Kalau bunda bilang ngga itu ya ngga! Kamu kan udah punya mainan banyak kayak gitu. Gausah ikut ikutan temen kamu!"


"Nadila."


Hyunjin mulai cemberut


"BUNDA JAHAT! HUUAAAAAA"


Dan akhirnya menangis.


Taeil yang tau itu langsung nyamperin hyunjin.


"Dila. Kok kamu gitu sih sama hyunjin?"


"Kalau ngga digituin bakalan manja terus mas hyunjin nya!"


"Ya biarin aja, selama aku bisa nurutin. Kalau dia minta ya aku kasih."


"Yaudah sana iya manjain aja terus!"


nadila langsung keluar kamar.


Nadila kesel.


"HUAAAA BUNDA NGGA CAYANG UNJINN!"


Taeil langsung gendong hyunjin.


"Eh kok anak ayah nangis hm? Yaudah nanti kita beli ya mainan kayak minhyuk." taeil langsung bawa hyunjin keluar kamar.


Nadila ada di dapur. Dia menghela nafas.


Kesel dia. Selalu dimanja sama taeil, kalau nadila marahin hyunjin. Malah dia yang dimarahin balik sama taeil.


Sekarang taeil lagi di kamarnya hyunjin, abis dimandiin, abis itu digantiin baju. Jangan lupakan wajahnya yang cemong penuh bedak bayi.


"Wah dek hyunjin udah selesai mandi, hmm wangi banget deh."


Tapi hyunjinnya masih murung aja.


"Kok hyunjin sedih sih? Katanya mau jalan jalan. Kan udah mandi juga nih."


"Sekarang bunda ngga cayang unjin lagi...."


"Kata siapa bunda ngga sayang sama hyunjin hm?" - taeil


"Tadi unjin dimarahin cama bundaa, terus sekarang bunda lebih cayang sama adek ujin..."


Taeil senyum. Abis itu hyunjinnya di pangku.


"Bunda itu sayang sama semuanyaa, sayang sama ayah, sama kak issya, dek woojin, sayang sama hyunjin juga.."


"Tapi tadi unjin dimarahin sama bunda." 


"Bunda ngga marahin hyunjin. Kan bunda sayang sama hyunjin."


"Tapi tadi bunda bilang kalo aku ngga boleh lagi punya mainan baru!"


"Ya kan hyunjin kemarin udah beli mainan kayak punya minhyuk. Masa iya hyunjin mau beli lagi?"


"Kalo gitu hyunjin pengen beli mainan lain aja."


"Siap bos kecil, nanti kita beli mainan yang lain oke."


Ya gini nih taeil, kalau sama anak apa apa diiyain.


Tak lama kemudian nadila masuk ke kamarnya hyunjin.


"Hyunjin ayo makan dulu."


"Gamau! Unjin gamau disuapin sama bunda!"


"Yakinnn?"


Hyunjin sewot ke bundanya.


"Yaudah, padahal bunda masak sosis bakar, kalau hyunjin gamau biar kak issya aja ya yang makan."


Sosis bakar itu makanan kesukaan hyunjin, sama kayak si taeil. Dan kalau hyunjinnya lagi ngambek biasanya dikasih itu juga udah lupa dan ngga ngambek lagi.


"Atau biar ayah aja yang makan semuanya?" - taeil


"Gabolehhh!! Itu punya unjin!!" hyunjin langsung lari ke meja makan.


Nadila senyum.


"Mas ngga makan? Aku juga udah siapin makan buat kamu."


"Aku mandi dulu aja. Kan belum mandii hehe."


"Dih pantesan bau badan. Udah sana mandi,"


"Peluk dulu sini" taeil merentangkan tangan.


"Ngga ah, kamu bau. Belum mandi"


Yang namanya taeil kan tukang maksa. Nadila ngga mau ya tetep aja dipeluk.


"Dihh mas taeil belum mandi juga udah peluk peluk." 


"Biarin, kamu juga belum mandi."


"Sok tau kamu "


"Woojin lagi bobok kan?"


"Iya. Kenapa?"


Taeil langung kunci kamarnya hyunjin.


"Mas mau ngapain?"


"Hyunjin lagi sama issya kan?"


"Iya. Terus maksudnya mas taeil ngunci ini pintu apa?"


"Ah kamu ga peka." taeil mengerucutkan bibirnya.


"Ohh.."


Nadila ******* bibirnya taeil singkat.


"Dah tuh. Gitu aja segala pake dikunci pintunya."


Tanpa aba aba, taeil ngedorong nadila ke kasur. Abis itu ditindih.


"Heh! Mas taeil!"  


"Salah sendiri, punya badan enak dilihat gini. Kemana mana kan pikiran aku."


"Dih mas.. Aku belum mandi tau, katanya mau jalan jalan kan."

__ADS_1


"Makanya itu, mandinya bareng aja."


"Gamau mas- hmmphh"


Ah sudahlah, pastinya udah tau kejadian selanjutnya kayak gimana. Gausah dijelasin.


Bikin yuta iri ntar.


  


Skip ><


Dan sekarang, taeil sama nadila lagi ada di kamar.


Taeil lagi sibuk sama berkas berkasnya. Di depan ada kertas, di samping ada kertas, di belakang ada kertas.


Nadila aja ikut ikutan pusing lihatnya.


Coba aja kalau dia yang kerja model taeil gini, udah ngegantung dia di pohon cabe.


"Mas... Istirahat dulu."


"Nanggung bun, bentar lagi juga selesai."


Dari tadi ngomongnya gitu terus.


"Selesai apanya selesai! Orang masih menumpuk gitu kertasnya." nadila ngomel sambil naruh teh hangat sama makanan di mejanya taeil.


Semenjak taeil ada masalah sama jantung, nadila mulai berhenti buatin taeil kopi. Ya karena emang itu orang keseringan minum kopi dengan alasan biar ngga ngantuk pas nyelesain kerjaan.


Dan satu lagi yang bikin nadila kesel sama taeil kalau lagi kayak gini.


Dicuekin.


"Mas, makan dulu sini aku suapin."


"Nanti aja."


Tuh kan.


"Mas, makan dulu. Kamu dari tadi belum makan."


"Nanti aja nadila, mas lagi sibuk."


Cukup sudah kesabaran nadila.


Dia buru buru nutup laptopnya taeil.


"Dila kok laptopnya di—"


"Makan nggak!"


"Iya sayangku iyaa.." taeil langsung makan yang ada di piring.


"Lagian kerjaan kamu banyak banget sih mas? Emang kamu ngga dibantu sama sekretaris kamu apa?"


"Aku lebih suka ngerjain sendiri daripada nyuruh sekretaris aku."


"Iya, tapi lihat lihat dong mas. Masa kerjaan sebanyak ini kamu yang kerjain. Pegawai kamu makan gaji buta namanya!"


Taeil terkekeh.


"Kamu tidur sana, udah malem. Besok kan kamu harus bangun pagi." taeil menyelipkan rambutnya nadila ke telinga.


"Aku bakalan tidur kalau mas juga tidur."


"Kan aku masih ngerjain tugas negara nih. Nanti aku nyusul."


"No! Kalau gitu aku temenin kamu begadang."


"Sayang. Tapi kan—"


"Aku tunggu sampe selesai pokoknya."


"Dasar ngeyelan."


Taeil nyelesain pekerjaannya. Nadila ngerangkul tangannya. Abis itu dia senderan di bahunya taeil.


"Mas dulu kuliahnya jurusan apa sih? Kenapa bisa pinter gini ngurus kerjaan."


"Jurusan bisnis, soalnya papa yang nyuruh."


"Papa kyuhyun nyuruh kamu masuk ke dunia bisnis gitu?"


"Iya, soalnya kan usahanya papa yang ada disini ngga ada yang ngurus, mau ngasih kepercayaan ke yuta. Papa ragu,"


"Kenapa ragu?"


"Ya kamu liat aja dia. Bobrok gitu." - taeil


"Ah aku jadi inget papa changmin. Dulu itu dia nyuruh aku pergi ke thailand, buat sekolah bisnis disana."


"Dan sampai akhirnya ada orang tua yang berani beraninya ngomong ke papa mama, kalau mau nikahin anak gadisnya ini."


Taeil ketawa ganteng.


"Tapi kan sekarang ngga gadis lagi. Sudah di rebut sama om om beranak satu yang sekarang jadi tiga yakan?"


Nadila mengeratkan pelukannya.


Udah satu jam nadila nungguin taeil yang kerjaannya ngga selesai selesai itu.


Taeil meregangkan badannya.


Dia lihat jam, udah jam setengah satu dinihari.


Dia ngelihat ke arahnya  nadila. Dan ternyata udah tidur disampingnya.


Taeil senyum.


"Hey,"


Nadila mengerjap ngerjapkan matanya.


"Mas taeil udah selesai ya?"


"Udah, nih tinggal diberesin. Pindah ke kasur yuk."


"Yaudah, mas tidur duluan aja. Biar aku yang beresin."


"Yaudah, aku istirahat dulu ya." taeil berdiri. Nadila juga berdiri


Baru aja taeil mau jalan.


"Aw..." taeil ngerasain sakit di dadanya.


"Mas? Mas taeil kenapa?"


"Dada aku—"


"MAS TAEIL!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2